Menuju konten utama
Garuda Indonesia

Pencopotan Pahala Mansury Tak Terkait dengan Sekarga dan APG

Irfan mengatakan perseteruan antara manajeman Garuda Indonesia dengan Sekarga dan APG sudah selesai.

Pencopotan Pahala Mansury Tak Terkait dengan Sekarga dan APG
Pekerja membersihkan pesawat jet di fasilitas GMF AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, Indonesia, Senin, 28 September 2015. Anak perusahaan maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia meluncurkan hangar keempat dan terbaru pada hari Senin yang diklaim sebagai hanggar pemeliharaan terbesar di dunia untuk pesawat berbadan sempit. AP PHOTO / Dita Alangkara

tirto.id - Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) menanggapi pencopotan Pahala Mansury dari kusi Direktur Utama Garuda Indonesia. Pasalnya, pencopotan tersebut seolah mengabulkan tuntutan Sekarga dan Asosiasi Pilot Indonesia (APG) beberapa bulan lalu yang mengancam untuk melakukan mogok kerja.

Kendati demikian, Ketua Umum Sekarga, Ahmad Irfan mengatakan bahwa pencopotan Pahala bukan merupakan hasil desakan dari Sekarga dan APG.

"Bu Menteri BUMN (Rini Soemarno) mengatakan bahwa Garuda Indonesia adalah BUMN, jadi intinya mekanisme untuk pergantian direksi tidak boleh tekan-menekan," ujar Irfan kepada awak media pada Rabu (12/8/2018).

Irfan mengatakan, evaluasi Kementerian BUMN terhadap Garuda Indonesia yang berujung pada pencopotan Pahala maupun direksinya, sepenuhnya adalah penilaian kinerja.

"Pertemuan saat itu sebelum perdamaian dengan manajemen, 3 bulanan yang lalu di rumah ibu menteri, dikatakan kalau ada pergantian bukan karena tuntutan serikat tapi karena melihat kinerja. Dan pemerintah minta waktu untuk mengevaluasi kinerja," ujar Irfan.

Terkait dengan perseteruan antara manajeman Garuda Indonesia dengan Sekarga dan APG, Irfan mengatakan hal tersebut sudah selesai setelah adanya mediasi yang dilakukan oleh Menteri BUMN. "Komunikasi yang tadinya tersumbat sudah membaik," ujar Irfan.

Perseteruan itu, kata Irfan, karena pihaknya melihat adanya pelanggaran yang dilakukan manajemen Garuda Indonesia melalui direktur personalia ketika kinerja keuangan Garuda terpuruk.

"Itu saja yang kami lihat sih. Karena melihat direksi-direksi saat itu cenderung tidak mengusai sektor penerbangan, begitu masuk dia butuh waktu lama menyesuaikan diri, padahal persaingannya kan terus berjalan," ujar Irfan.

Ia juga menegaskan bahwa komunikasi antara pihaknya dengan Pahala secara personal juga sudah tidak ada masalah. "Tapi, sebenarnya komunikasi kami dengan Pak Pahala dari dulu tidak pernah punya masalah. Serikat pekerja Garuda tidak pernah ada masalah dengan Pak Pahala, kalau saya bilang Pak Pahala ini apes aja," ujar Irfan.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda Indonesia pada hari ini, Rabu (12/9) memilih I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra untuk menggantikan Pahala N. Mansury dari kursi Direktur Utama Garuda Indonesia. Selain itu, RUPS hari ini juga merombak jajaran direksi lainnya.

"Harapan kami sebagai karyawan sederhana saja, direksi ini kalau bisa manajemen ini jadi contohlah. Kami dipaksa efisiensi, tapi direksi enggak. Tidak bisa sebagai contoh efisiensi," ujar Irfan.

Berikut nama-nama direksi Garuda Indonesia yang baru:

1. Direktur Niaga, Pikri Ilham Kurniansyah

2. Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha, Muhammad Iqbal

3. Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko, Fuad Rizal

4. Direktur Human Capital, Heri Akhyar

5. Direktur Operasi, Bambang Adisurya Angkasa

6. Direktur Teknik, I Wayan Susena

7. Direktur Layanan, Nicodemus Panarung Lampe

Baca juga artikel terkait PEROMBAKAN DIREKSI GARUDA atau tulisan lainnya dari Shintaloka Pradita Sicca

tirto.id - Politik
Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Alexander Haryanto