Pemerintah Bidik 7 Proyek di Indonesia-Africa Dialogue 2019

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 24 Juli 2019
Pada 2018, ada kesepakatan bisnis senilai 586 juta dolar AS yang dihasilkan dari forum Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue.
tirto.id - Pemerintah menargetkan peningkatan nilai kesepakatan bisnis dalam Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue 2019.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry mengatakan, nantinya ada 6-7 proyek investasi yang akan diteken dalam pertemuan itu.

Untuk saat ini, kata dia, belum dapat memberitahu nominalnya karena pemerintah belum memfinalisasi detail investasi yang akan ditawarkan.

Namun, ia memastikan jumlahnya akan jauh lebih baik dari pertemuan itu dari tahun lalu yang hanya berkisar 586 juta dolar AS.

"Kita ada 6-7 proyek. Nilainya belum. Kita harapkan lebih tinggi lah dari tahun lalu," ucap Fajar kepada wartawan saat ditemui di Kementerian Luar Negeri, Rabu (24/7/2019).


Fajar juga mengatakan, saat ini pemerintah sudah mulai menjajaki berbagai investasi baru dengan negara-negara Afrika. Ia mencontohkan Garuda Maintanace Facility (GMF) yang sudah berada di Nigeria dan Senegal.

Lalu, kata Fajar, terdapat pesanan kereta api dari Afrika untuk negara Sudan dan Madagaskar.

Disamping itu, ada juga investasi tambang di wilayah Sudan untuk komoditas timah, kromit atau chrome, dan emas.

"GMF nanti mau tambah lagi di Nigeria. Bank Exim nanti ada lagi tanda tangan. Nanti akan diberesin yang jelas di Bali," ucap Fajar.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan, berbagai pembahasan kesepakatan bisnis untuk pertemuan mendatang masih berada dalam pembahasan sehingga belum dapat diumumkan.

Namun, untuk tahun lalu saja, Retno mengatakan Indonesia sudah berhasil memperoleh nilai kontrak hingga 586 juta dolar AS.

"Indonesia-Africa Dialogue tahun lalu dalam 2 hari kita (teken) 586 juta dolar AS. Tahun ini akan ada beberapa deal bisnis yang belum (bisa) saya umumkan karena masih dalam progress semuanya," ucap Retno.



Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Zakki Amali
DarkLight