Pemerintah Antisipasi Situasi Ekonomi Global dari Ancaman Resesi

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 29 Sep 2022 12:15 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi ekonomi Indonesia dari kemungkinan terjadinya resesi global di 2023.
tirto.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memastikan, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi ekonomi Indonesia dari kemungkinan terjadinya resesi global di 2023. Hal itu karena negara terbesar di dunia seperti Amerika, Eropa, Cina, sedang dalam suasana dan proses adjustment yang tidak mudah.

"Kami akan terus melihat perkembangan yang memang sangat dinamis saat ini di seluruh dunia. Dari berbagai yang kita ikuti di negara-negara yang selama ini merupakan negara terbesar di dunia dalam suasana dan proses adjustment yang tidak mudah, dan pasti akan memberikan dampak kepada seluruh dunia," kata Sri Mulyani di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Untuk Indonesia, sejauh ini pemerintah masih memperkirakan sampai dengan akhir tahun pertumbuhan masih cukup resilience. Terutama ditopang pada kuartal III-2022. Hal ini tercermin dari konsumsi masih bagus, ekspor masih sangat kuat, dan investasi sudah mulai pulih.

"Kalau untuk kuartal IV tadi saya sampaikan, belanja pemerintah mungkin akan cukup banyak mengkontribusikan," kata dia.

Namun di 2023, kata Sri Mulyani jika dilihat environment-nya maka akan menjadi lebih melemah. Sebab itu, pemerintah tetap menjaga resiliensi sebagai shock absorber dan domestic demand harus tetap terjaga.

"Oleh karena itu daya beli harus dijaga secara sangat hati-hati, makanya tadi yang disampaikan dari dunia usaha pertumbuhan kredit sudah meningkat itu semuanya bisa menciptakan pekerjaan, income, dan daya beli," jelasnya

"Ini semuanya adalah cara kita, dan kita menggunakan tools APBN dan bekerja sama dengan BI untuk terus menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dan mendorong pemulihannya," sambungnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani memperkirakan, ekonomi global tahun depan akan jatuh ke dalam jurang resesi. Perkiraan itu semakin menguatkan proyeksi dilakukan oleh Bank Dunia.

Dia mengatakan, kenaikan suku bunga acuan bank sentral di sejumlah negara akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Sehingga menghantarkan sejumlah negara berpotensi masuk ke jurang resesi.

"Kenaikan suku bunga cukup ekstrem bersama-sama, maka dunia pasti resesi pada 2023," ungkap Ani, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers, Senin (26/9).

Sri Mulyani mengatakan, saat ini suku bunga acuan bank sentral Inggris sudah naik 200 basis poin selama 2022. Begitu pula dengan Amerika Serikat (AS) yang sudah naik 300 bps sejak awal tahun.

"(Bunga acuan) AS sudah 3,25 persen, sudah naik 300 bps, ini terutama karena rapat September ini mereka menaikkan lagi dengan 75 bps. Ini merespons inflasi AS 8,3 persen," ungkapnya.






Baca juga artikel terkait PENYEBAB RESESI GLOBAL 2023 atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight