tirto.id - Tangis ibu kandung Alvaro Kiano Nugroho (6), Arum, pecah saat tiba pertama kali di rumah duka Alvaro yang berlokasi di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025) malam.
Berdasarkan pantauan Tirto di lokasi, Arum tiba di rumah duka pada sekitar pukul 21.50 WIB. Ia didampingi oleh Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam. Saat memasuki rumah, Arum yang mengenakan masker hitam hanya terduduk diam. Matanya tampak berkaca-kaca.
Sementara itu, AKP Seala sempat menyalami dan memeluk nenek dari Alvaro, Sayem. Air mata Sayem tak mampu terbendung saat berada di pelukan Seala. Setelahnya, Arum sempat menghampiri awak media yang berada persis di depan rumahnya. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengungkap kasus hilangnya Alvaro.
“Sebelumnya, terima kasih untuk Polsek Pesanggrahan, Polres Jaksel, Polri, terutama Bu Seala, yang selalu follow up berita tentang hilangnya Alvaro, sampai akhirnya ditemukan,” kata Arum, Senin (24/11/2025).
Di hadapan awak media, tangis Arum kembali pecah. Ia mengaku sungguh tak menyangka bahwa kasus hilangnya Alvaro akan berujung tragis.
“Enggak [menyangka] sama sekali [akhirnya begini]. Belum bisa banyak jawab,” ujar Arum lirih.
Arum diketahui tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin malam, sekitar pukul 18.30, usai menjalani penerbangan dari Medan, Sumatera Utara. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, ia langsung dijemput oleh tim dari Polsek Pesanggrahan dan dibawa menuju RS Polri Kramat Jati.
Di RS Polri Kramat Jati, Arum menyebut ia sempat diminta untuk menyerahkan sampel DNA guna mencocokkannya dengan jenazah Alvaro. Adapun sampel yang diambil berupa air liur.
“[Sampel DNA diambil] di Rumah Sakit Polri [Kramat Jati]. [Sampelnya] dari air liur saja. Terus sama ada sedikit, apa tadi, wawancara ya,” sebut Arum.
Sebelumnya diberitakan, kepolisian telah menemukan Alvaro yang hilang sejak Maret 2025 lalu dalam kondisi meninggal dunia.
"Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, kepada wartawan di Jakarta, dikutip Antara, Minggu (23/11/2025).
Seala mengatakan tersangka dalam kasus hilangnya Alvaro juga sudah ditangkap untuk dimintai keterangan.
Kendati demikian, pihaknya belum bisa memberikan banyak keterangan terkait penyebab meninggalnya korban lantaran masih mendalami kasus tersebut.
"Sementara itu dulu, saya belum bisa banyak pernyataan," ucapnya.
Kepolisian kini juga tengah melakukan tes DNA terhadap kerangka yang diduga jasad dari Alvaro.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan, untuk memastikan kerangka itu benar apakah Alvaro atau bukan, maka perlu dilakukan pengecekan DNA dan pemeriksaan laboratorium forensik.
"Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro," kata Nicolas kepada wartawan di Jakarta, Minggu.
"Tunggu penyelidik dan penyidik bekerja dulu untuk memastikannya," tambahnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

























