Menuju konten utama

PDIP Mulai Pertimbangkan Ahok untuk Maju di Pilkada Jakarta 2024

Alih-alih buka peluang dukung Anies Baswedan, PDIP mempertimbangkan untuk mendorong Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju di Pilkada Jakarta 2024.

PDIP Mulai Pertimbangkan Ahok untuk Maju di Pilkada Jakarta 2024
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) disambut Ketua DPP Djarot Saiful Hidayat (kanan) saat pembukaan sekolah pimpinan legislatif di Kinasih Resort, Depok, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/pras.

tirto.id - Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan (DPP PDIP), Djarot Saiful Hidayat menegaskan, PDIP belum tentu mendukung Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.

Djarot mengatakan, PDIP masih melihat dinamika politik di publik dan keinginan masyarakat dalam pembangunan Jakarta 5 tahun ke depan, apalagi status Jakarta, yang sudah tak lagi jadi ibu kota, tetap membutuhkan pemimpin yang bisa bekerja.

“Kita masih dalam proses untuk melihat dinamika dan bagaimana suara akar rumput (rakyat) dan terutama bagaimana pembangunan Jakarta lima tahun ke depan, agar lebih bagus lagi dari pada yang sekarang. Kenapa? Meskipun bukan lagi ibu kota, Jakarta tetap menjadi daerah khusus Jakarta,” ujar Djarot usai Peringatan Peristiwa Serangan Kantor DPP PDI Perjuangan, di Jakarta, Sabtu (27/7/2024).

Selain dapat bekerja, Gubernur DKI Jakarta periode 15 Juni-15 Oktober 2017 itu menambahkan, Jakarta juga membutuhkan pemimpin yang betul-betul jujur, memiliki integritas tinggi dan berani mengeksekusi program-programnya.

Alih-alih Anies, PDIP malah melirik kader mereka sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, sebagai pemimpin ideal bagi Jakarta. Hal ini didasari oleh hasil pemetaan yang dilakukan PDIP dan hasil survei yang diterima PDIP dari berbagai lembaga tentang elektabilitas pria yang karib disapa Ahok itu.

“Berdasarkan hasil pemetaan dan hasil survei yang kita terima, (Ahok) menjadi salah satu calon (gubernur) yang cukup (baik),” tutur Djarot.

Akan tetapi, Djarot menekankan PDIP saat ini bukan mempersoalkan dukungan kepada kandidat tertentu, melainkan kekurangan kursi untuk mengusung kandidat di Pilkada Jakarta 2024. Sampai saat ini, PDIP terus berkomunikasi dengan partai lain untuk pengusungan pilkada 2024.

“Kita dekat dengan siapapun juga, PDIP membuka komunikasi dengan siapapun juga, dengan Pak Anies, termasuk dengan Pak Sohibul Iman, termasuk dengan PKS, dengan Demokrat, termasuk dengan PAN, dengan Gerindra, apalagi? Dengan Golkar. Wajar di dalam politik kita harus membangun komunikasi,” tegas Djarot.

Peluang PDIP mendukung Anies Baswedan diungkapkan oleh Ketua DPP PDIP, Puan Maharani. Puan mengatakan, PDIP memiliki kemungkinan lebih dari 50 persen untuk mendukung Anies di Pilkada DKI Jakarta 2024. Namun, PDIP membuka peluang untuk membangun koalisi baru di Pilkada Jakarta 2024.

Terpisah, Anies mengaku terhormat karena PDIP mempertimbangkannya untuk didukung dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024.

“Lagi-lagi kami bersyukur. Kami merasa terhormat, dan mari kita majukan kota ini sama-sama. Di kota ini begitu banyak sejarah ditorehkan pada masa lalu, dan kita berharap dengan kerja sama ini, lintas partai, lintas komponen maka akan lebih banyak lagi sejarah ditorehkan pada masa depan,” kata Anies menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri Musyawarah Nasional Ke-IV Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional (IKPN) di Kompleks Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Sabtu (27/7/2024).

Baca juga artikel terkait PILKADA JAKARTA 2024 atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Politik
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher