Menuju konten utama

PB IDI Merespons Program Prabowo Tentang Pencegahan Stunting

Pemberian makanan bergizi untuk anak tengkes penting. Namun, itu baru sebagian kecil dari keseluruhan langkah pencegahan dan pengurangan angka stunting.

PB IDI Merespons Program Prabowo Tentang Pencegahan Stunting
Petugas kesehatan memberikan vitamin A pada balita di Posyandu Bougenvile, Pemancar, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/10/2023). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/Spt.

tirto.id - Salah satu program capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, adalah memberikan makanan bergizi untuk anak stunting (tengkes). Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) lantas menyoroti program tersebut.

Menurut Ketua Umum PB IDI, M Adib, pemberian makanan bergizi untuk anak tengkes sebenarnya penting. Namun, langkah ini baru sebagian kecil dari keseluruhan langkah pencegahan dan pengurangan angka stunting.

"Saya tidak bisa mengatakan [bahwa pemberian makanan bergizi] pada saat dia (ibu-ibu) hamil atau kepada anak tidak penting, ya penting, tapi itu hanya sebagian kecil," kata Adib melalui konferensi pers virtual, Senin (5/2/2024).

Ia menyebutkan, penanganan tengkes harus dimulai sejak sebelum pasangan suami istri (pasutri) melangsungkan pernikahan.

Menurut Adib, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebenarnya telah memiliki program untuk mengedukasi soal stunting terhadap calon pasutri.

Katanya, selain edukasi dari instansi terkait, masyarakat sekitar juga harus meningkatkan kepedulian terhadap stunting.

Adib mengakui, ada sejumlah wilayah yang angka stunting-nya menurun berkat partisipasi masyarakat atau kelompok masyarakat. Menurutnya, edukasi antarwarga bisa dilakukan melalui Dharma Wanita, ibu-ibu PKK, kelompok masyarakat sejenisnya, hingga orang tua yang bersangkutan.

"Awalnya 17 persen angka stunting, akhirnya turun jadi 5-6 persen. Karena apa? Peran partisipasi kelompok masyarakat yang saling mendukung, siapa yang dilibatkan? PKK, Dharma Wanita, orang tua asuh. Fungsi pentahelix jadi sangat penting di dalam mengatasi stunting," urai Adib.

Ia menegaskan, penanganan stunting harus mengikutsertakan sejumlah sektor. Penanganan itu tak bisa hanya dilakukan oleh bidang kesehatan saja.

"Stunting itu termasuk permasalahan multi lintas sektor. Peran kesehatan perlu, lingkungan perlu, yang berkaitan dengan sanitasi perlu, yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan perlu," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Irfan Teguh Pribadi