Paus Fransiskus Perbarui Komisi Anti-Pelecehan Seksual Vatikan

Oleh: Yuliana Ratnasari - 18 Februari 2018
Dibaca Normal 1 menit
Ucapan Paus terkait Uskup Juan Barros dianggap menyinggung beberapa korban pelecehan seksual Fernando Karadima.
tirto.id - Paus Fransiskus telah mengumumkan pembaharuan panel gereja Vatikan yang bertugas memberantas pelecehan seksual terhadap anak-anak. Langkah ini dilakukan di tengah demonstrasi bahwa Paus membela uskup Cile yang dituduh menutupi pelecehan seksual oleh seorang pastor.

Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak di Bawah Umur, nama panel itu, terdiri dari delapan pria dan delapan wanita. Sementara sembilan di antaranya adalah anggota baru yang ditunjuk Paus. Komisi baru ini akan aktif setelah mandat tiga tahun awal panel sebelumnya berakhir pada 17 Desember mendatang.

Dalam beberapa pekan terakhir, Paus Fransiskus mendapat kecaman karena pembelaannya terhadap seorang uskup yang dituduh menyaksikan pelecehan seksual.

Selama perjalanannya ke Cile pada Januari lalu, Paus angkat bicara soal tudingan terhadap Uskup Juan Barros ini. "Tidak ada satu bukti pun yang melawannya, semuanya fitnah. Apakah ini jelas?" demikian dilansir
BBC News.

Ucapan Paus ini dianggap menyinggung beberapa korban pelecehan seksual yang dilakukan Fernando Karadima. Para korban mengatakan bahwa Uskup Barros hadir saat Karadima melecehkan mereka beberapa dekade yang lalu, dan ia tidak bertindak apapun.

Orang-orang Paroki di kota Cile selatan mengatakan Uskup Barros menggunakan posisinya di gereja untuk mencoba menghalangi penyelidikan terhadap tindakan pastor Katolik Fernando Karadima yang juga merupakan mentornya.

Karadima adalah seorang imam berpengaruh yang dinyatakan bersalah oleh Vatikan karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki secara seksual. Kasus ini mengguncang Gereja Katolik di Cile. Pastor itu pun diperintahkan untuk melakukan penebusan dosa.


Karadima kemudian dibebaskan dari tugasnya oleh Vatikan pada tahun 2011. Sementara Juan Barros diangkat sebagai uskup pada tahun 2015, di tengah unjuk rasa.

Paus kemudian meminta maaf atas jawaban sebelumnya yang membela Uskup Barros, dengan mengatakan bahwa dia merasa "sakit dan malu."

Namun, ia tetap mempertahankan bahwa dirinya tidak memiliki cukup bukti untuk "menghukum" Uskup Barros. Karena itu, Paus disambut oleh para pemrotes di Santiago, ibukota Cile.

Penasihat Paus, Kardinal Sean O'Malley yang dulunya juga kepala Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak di Bawah Umur (PCPM) kembali ditunjuk untuk peran di panel baru yang diumumkan pada Sabtu (17/2/2018) ini.

Dalam sebuah pernyataan, Vatikan mengatakan bahwa PCPM yang diperbarui itu akan memulai pekerjaannya dengan "mendengarkan dan belajar dari orang-orang yang telah dilecehkan.”

"PCPM ingin mendengar suara korban atau orang yang selamat secara langsung, agar saran yang diberikan kepada Bapa Suci benar-benar dijiwai dengan wawasan dan pengalaman mereka," kata O'Malley.

Enam anggota pendiri komisi awal PCPM tidak ditunjuk kembali. Langkah ini lantas dikritik oleh Marie Collins, salah satu korban selamat dari pelecehan seksual di usia 13 tahun, yang juga meninggalkan panel pada Maret 2017.

"Saya terkejut dengan [mereka] membuang beberapa anggota komisi yang paling aktif dan independen," Collins mengatakan kepada
National Catholic seperti dilansir Newsweek.

"Empat dari anggota wanita telah pergi dan mereka benar-benar paling aktif dan memiliki pengalaman paling banyak dalam perlindungan anak dan bekerja secara langsung dengan orang yang selamat."

Sementara itu setelah pengumuman anggota panel yang baru, dia men-
tweet: "Mengapa tidak menunjuk kembali anggota yang bersedia dan membiarkan mereka kembali ke proyek penting yang telah mereka kerjakan .... bukan orang baru yang mulai dari nol!"


Baca juga artikel terkait PELECEHAN SEKSUAL atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight