Menuju konten utama

Paragon Luncurkan Mesin Daur Ulang AI

Kolaborasi Paragon, DLH DKI, dan Transjakarta hadirkan mesin reverse vending kosmetik berbasis AI di Halte CSW.

Paragon Luncurkan Mesin Daur Ulang AI
Peluncuran Mesin AI Daur Ulang Paragon. tirto.id/Dok: Merlina Aryanti
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perusahaan kecantikan ParagonCorp resmi meluncurkan Paragon Empties Station (PES), mesin reverse vending berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk pengelolaan sampah kemasan kosmetik, di Halte Transjakarta CSW, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).

Peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi antara ParagonCorp, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, dan PT Transjakarta sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di ibu kota.

Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah, khususnya dari produk yang digunakan sehari-hari.

“Ini merupakan langkah awal kami untuk membangun kesadaran bahwa apa yang kita konsumsi, termasuk produk kecantikan, dapat dikelola dengan bijak dan bertanggung jawab,” ujar Astri dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, Paragon Empties Station tidak hanya menerima kemasan dari produk Paragon seperti Wardah, Make Over, dan lainnya, tetapi juga dari berbagai merek kosmetik lain. Mesin ini dilengkapi teknologi AI yang mampu mengidentifikasi jenis kemasan yang dimasukkan untuk kemudian diproses lebih lanjut dalam sistem daur ulang.

Selain itu, pengguna akan mendapatkan insentif berupa poin melalui sistem “drop and earn”, di mana setiap kemasan yang disetor dapat dikonversi menjadi poin yang bisa digunakan untuk berbagai manfaat, termasuk potongan harga produk.

Astri menambahkan, hasil daur ulang kemasan tersebut nantinya akan dimanfaatkan kembali, seperti diolah menjadi furnitur yang dapat disalurkan ke fasilitas umum seperti sekolah dan masjid.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan utama di Jakarta dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Pengelolaan sampah saat ini difokuskan dari sumbernya melalui pengurangan dan pemilahan sejak awal. Kolaborasi seperti ini menjadi kunci untuk menciptakan sistem yang berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi pendekatan ekonomi sirkular yang diusung Paragon melalui program ini, yang memastikan kemasan produk tidak berakhir sebagai limbah, melainkan dapat digunakan kembali atau didaur ulang.

Menurut Asep, lokasi Halte CSW yang merupakan salah satu titik tersibuk dengan lebih dari 15.000 pengguna per hari menjadi tempat strategis untuk mengedukasi masyarakat. Ia berharap fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah, tetapi juga sarana perubahan perilaku menuju gaya hidup ramah lingkungan.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap program serupa dapat diperluas ke lebih banyak titik di Jakarta, sehingga volume sampah kosmetik yang dikelola secara bertanggung jawab semakin meningkat dan mendukung terwujudnya kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Baca juga artikel terkait DAUR ULANG atau tulisan lainnya dari Merlina Aryanti

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Intern tirto