Menuju konten utama

Parade Pasukan Berkuda Sambut PM Australia di Istana Merdeka

Prabowo dan Albanese melakukan pertemuan tertutup sebelum penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama.

Parade Pasukan Berkuda Sambut PM Australia di Istana Merdeka
Iring-iringan pasukan berkuda menyambut kehadiran Perdana Menteri Australia Anthony Albanese saat tiba di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Jumat (6/2/2026).
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese tiba di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 09.02 WIB. Kehadirannya disambut oleh 80 pasukan berkuda yang berjalan di depan mobil Perdana Menteri Australia Albanese dan 40 pasukan berkuda di belakang mobil.

Berdasarkan pantauan Tirto, saat mobil tiba di halaman Istana, mobil yang ditumpangi Albanese langsung disambut oleh pasukan jajar kehormatan dan drumben Lokananta, serta Tari Naikonos Larik yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Tarian ini menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.

Sambutan menggunakan tarian ini merupakan hal baru dari penyambutan tamu kenegaraan, setelah sebelum-sebelumnya disambut oleh anak-anak sekolah.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto nampak menyambut Albanese di serambi kanan Istana Merdeka. Setelah Albanese turun dari mobil, kedua kepala negara saling bersalaman dan bercengkerama sambil menyaksikan tari tradisional.

Upacara penyambutan dilakukan secara kenegaraan, dengan diawali kumandang lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan perkenalan dari masing-masing delegasi. Adapun, delegasi dari Indonesia yang hadir antara lain, Menteri Luar Negeri, Sugiono; Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin; Mensesneg, Prasetyo Hadi; Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani; hingga Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Sebagai informasi, ini merupakan kunjungan kedua setelah Albanese diangkat sebagai Perdana Menteri Australia untuk yang kedua kalinya.

Setelah penyambutan, Prabowo dan Albanese menuju ruang Presiden untuk melakukan pertemuan tertutup (tete-a-tete). Sebelum kemudian agenda dilanjutkan dengan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama dan diakhiri dengan makan siang.

Baca juga artikel terkait INDONESIA-AUSTRALIA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah