Menuju konten utama

Pahit Manis di Balik Keputusan Berteman dengan Mantan

Mantan bisa jadi teman apabila kalian menerapkan batasan jelas dan saling menghargai. Pastikan juga sudah tidak ada yang bucin di antara kalian, ya!

Pahit Manis di Balik Keputusan Berteman dengan Mantan
Header diajeng Berteman sama Mantan. tirto.id/Quita

tirto.id - Saat relasi percintaanmu berakhir, salah satu saran yang mungkin banyak kamu dapatkan adalah memutus komunikasi dengan mantan secara total.

Hapus kontaknya, lalu unfollow—dan block—akunnya di media sosial. Jangan tergoda untuk menelepon, mengirim pesan, melihat unggahannya di media sosial, atau menanyakan kabarnya lewat mutual friends kalian.

Sudah jadi conventional wisdom bahwa langkah ini penting untuk membuatmu fokus ke diri sendiri saat menjalani proses perpisahan, sehingga kamu lebih mudah untuk menerima kenyataan dan kemudian dapat membuka diri untuk orang baru.

Memutus komunikasi juga penting untuk mencegahmu mengulang kesalahan sama karena berpotensi menjalani kembali relasi percintaan dengan mantan. Maka dari itu, sesakit apa pun rasanya saat kamu merindukan mantan, pastikan aturan “no contact” tetap berlaku.

Meski begitu, ada juga yang memilih untuk tetap berteman dengan mantan walau relasi percintaan sudah kandas. Ini bukan perkara benar atau salah. Tentu situasi dan kondisi yang dimiliki setiap pasangan berbeda-beda ketika mereka memutuskan tetap berteman.

Contoh yang sangat populer adalah Chris Martin dan Gwyneth Paltrow. Mereka bercerai setelah 12 tahun menikah.

Menurut Gwyneth, mereka berdua merasa lebih cocok sebagai sahabat daripada suami-istri. Karena itulah mereka bercerai. Terbukti, hubungan mereka sampai saat ini memang seperti teman dekat.

Ditambah lagi, Chris dan Gwyneth sangat mencintai anak-anak mereka sehingga ingin tetap rukun dalam menjalani peran sebagai orang tua.

Andrew Garfield dan Emma Stone juga masih berteman baik setelah empat tahun menjalin asmara.

Andrew mengakui Emma sebagai perempuan yang sangat ia sayangi dan hormati. Meski kini putus dan masing-masing sudah punya pasangan, Andrew mengatakan dirinya tetaplah penggemar berat Emma.

diajeng Berteman sama Mantan

Ilustrasi Berteman sama Mantan. (FOTO/iStockphoto)

Berteman dengan mantan juga dilakukan oleh copywriter Puteri C. Anasta (24 tahun). Berawal dari teman dekat yang kemudian menjalin relasi percintaan, Puteri dan mantan memutuskan untuk kembali berteman saat sudah putus.

“Tidak lama setelah putus, aku menyadari kalau aku sudah tidak kesal dan marah ke mantan. Soalnya kami putus bukan karena permasalahan besar yang membuat sakit hati, jadi lebih mudah untuk memaafkan dan menerima kalau kami memang tidak bisa lanjut sebagai pasangan. Akhirnya kami kembali berteman, seperti saat sebelum kami pacaran. Ternyata memang hubungan kami lebih seru kalau jadi hubungan yang platonis saja,” ungkap Puteri.

Menurut studi yang terbit di jurnal Personal Relationships (2017), terdapat empat alasan yang menyebabkan seseorang memilih untuk berteman dengan mantan, yaitu rasa aman (security), kepraktisan (practical), bersikap baik dan sopan (civility), dan cinta yang belum usai (unresolved romantic desires).

Cinta belum usai jadi alasan yang paling berpotensi berkembang jadi masalah, sedangkan tiga alasan lainnya dapat memberikan dampak positif bagi dua orang yang menjalin relasi.

Oleh karena itu, pakar mengingatkan pentingnya menghindari pertemanan dengan mantan jika kamu masih mencintainya. Salah satunya adalah Cortney S. Warren PhD, ABPP, psikolog klinis dengan keahlian di bidang relasi dan perilaku adiktif sekaligus penulisbuku Letting Go of Your Ex: CBT Skills to Heal the Pain of a Breakup and Overcome Love Addiction(2023).

Warren menjelskan, akan sangat sulit untuk berteman dengan mantan jika kamu masih bucin kepadanya. Kamu akan merasa sakit hati saat perhatian mantan tak lagi fokus ke dirimu, bahkan cemburu saat mantan dekat dengan orang lain.

Bukan berarti tidak mungkin, akan tetapi kamu akan butuh waktu sangat lama sampai dapat menghilangkan rasa cinta dan akhirnya dapat tulus berteman dengan mantan.

Di artikel yang Warren tulis untuk Psychology Today, kamu disarankan untuk memikirkan ulang pertemanan dengan mantan apabila masih berharap bisa rujuk dan kembali bersama.

Bertahan sebagai teman dengan mantan berpotensi memunculkan harapan palsu bahwa kalian bisa rujuk—padahal belum tentu. Apabila ingin berteman dengan mantan, pastikan kamu sudah benar-benar menerima kenyataan bahwa kalian tidak bisa bersama lagi tanpa ada niat terselubung untuk rujuk.

diajeng Berteman sama Mantan

Ilustrasi Berteman sama Mantan. (FOTO/iStockphoto)

Lalu, kondisi seperti apa yang memungkinkanmu berteman dengan mantan? Weena Wise, LCMFT, terapis pernikahan dan keluarga sekaligus pemilik Covenant Therapy Group di Amerika Serikat menyampaikan, berteman dengan mantan dapat dilakukan apabila terdapat aspek-aspek positif dalam hidup yang tercipta dari hubungan kalian.

“Berteman dengan mantan bisa menjadi ide yang bagus saat membawa efek positif bagi pertumbuhan, perkembangan, atau tujuan hidupmu. Misalnya saja, kalau kamu dan mantan sama-sama melihat bahwa kalian memang tidak berjodoh sebagai pasangan, tapi bisa menjadi sosok-sosok yang lebih baik sebagai mitra bisnis, orang tua, teman berolahraga, atau sekadar teman. Persahabatan yang tulus di antara kalian bisa tercipta selama kalian dapat menjaga batasan yang sehat satu sama lain,” jelas Wise.

Memiliki batasan yang sehat dan saling menghargai serta menghormati merupakan kunci sukses berteman dengan mantan. Inilah yang Puteri terapkan agar pertemanannya dengan mantan tetap terasa nyaman, terlebih sekarang mereka sudah punya pasangan sendiri.

Puteri mengatakan, “Aku selalu menginformasikan ke mantan saat aku punya pacar dan kasih batasan yang jelas supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Pun kalau dia yang sudah punya pacar, aku selalu berusaha menghormati batasan yang dia kasih. Aku selalu mengenalkan diri ke pacarnya supaya pacarnya tahu aku tidak bermaksud macam-macam. Aku juga jelaskan ke pacarku—yang sempat bete karena aku masih berteman dengan mantan—kalau kami hanya berteman dan menjaga silaturahmi, tidak ingin CLBK.”

Hal lain yang perlu kamu lakukan saat berteman dengan mantan adalah menghindari pembahasan tentang masa lalu, apalagi sampai membandingkan relasimu bersama pasangan yang sekarang dengan relasi mantan di masa lalu.

Ingat, yang sudah terjadi tak perlu dibahas lagi—biarkan saja sudah berlalu. Kalau kamu bisa bersikap bijaksana dan dewasa, maka berteman dengan mantan bukanlah sesuatu yang mustahil dilakukan!

Baca juga artikel terkait DIAJENG atau tulisan lainnya dari Yunita Lianingtyas

tirto.id - Diajeng
Kontributor: Yunita Lianingtyas
Penulis: Yunita Lianingtyas
Editor: Sekar Kinasih