Menuju konten utama

Orang Tua Tak Boleh Sebut Anak Tak Bisa Bernyanyi, Apa Dampaknya?

Orang dewasa dilarang mengatakan anak-anak tidak bisa bernyanyi karena bisa berdampak buruk terhadap sejumlah hal. 

Orang Tua Tak Boleh Sebut Anak Tak Bisa Bernyanyi, Apa Dampaknya?
Ilustrasi mendengarkan musik. FOTO/istockphoto

tirto.id - Anak-anak, sebagaimana yang sering kita saksikan, selalu punya cara dalam mengekspresikan dirinya, terutama melalui musik. Mereka bisa bernyanyi dengan gembira, memukul-mukul sesuatu saat mendengar irama lagu dan melompat sembari berdendang.

Dilansir dari Bright Horizon, secara naluriah, banyak pula orang tua yang turut menggunakan musik untuk menenangkan anaknya yang sedang rewel dan menangis. Di sisi lain, musik juga dipakai orang tua untuk berinteraksi dengan anak-anak termasuk mengekspresikan cinta dan kegembiraan.

Hal tersebut, tak lain karena peran musik yang tidak bisa dilepaskan dari berbagai aspek kehidupan manusia, terutama dalam kegiatan sehari-hari seperti ibadah, film, hiburan, perayaan, dan sebagainya.

Namun, terkadang, tingkah lucu anak-anak yang mengekspresikan dirinya melalui musik itu dianggap mengganggu. Tak jarang orang dewasa, yang meskipun tidak sengaja, mengatakan kepada anak “kamu tidak bisa bernyanyi” untuk membuat mereka diam.

Kalimat ini mungkin diungkapkan dengan spontan, namun memiliki dampak yang besar bagi anak-anak. Tidak hanya itu, dalam kasus lain misalnya, terjadi pada kelompok paduan suara anak-anak. Kadang guru yang mengucapkan “kamu tidak bisa bernyanyi”, lalu menyisakan anak-anak yang dianggap pandai bernyanyi saja. Sikap itu tidak tepat karena dapat membuat efek serupa.

Dampak Buruk

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Steven M. Demorest, seorang profesor pendidikan musik di Northwestern University menunjukkan, pernyataan yang mengatakan kepada anak bahwa mereka tidak dapat bernyanyi memiliki dampak jangka panjang yang buruk.

Sebab, kata dia, ada banyak orang dewasa yang menganggap diri mereka "tidak bisa bernyanyi" karena pernah mendapat perlakukan buruk di masa lalu, seperti dikatakan tidak bisa bernyanyi bahkan dilarang saat ingin melantunkan lagu.

“Banyak orang dewasa menganggap diri mereka ‘tidak musikal’ waktu kecil pernah dikatakan atau tidak diperbolehkan menyanyi oleh guru dan anggota keluarga mereka” tulis Demorest di artikelnya yang dimuat The Convesation.

Persepsi diri tentang kurangnya bakat bermusik kemudian menjadi sebuah momok tersendiri bagi seseorang. Menurut Demorest, orang dewasa yang memilih untuk berhenti bermain musik sejak anak-anak akan kehilangan keterampilan menyanyi karena kurangnya kesempatan.

Anak-anak yang suka musik tetapi tidak menganggap diri mereka mampu bermain musik dapat kehilangan berbagai manfaat sosial dan kognitif yang bisa diperoleh dari bermain musik, “manfaat ini tidak ada hubungannya dengan bakat,” kata Demorest.

Perkataan orang dewasa seperti “lebih baik kamu tidak bernyanyi” atau “suara kamu tidak bagus” tentu akan menurunkan kepercayaan diri anak pada bermusik. Parahnya lagi, anak akan membentuk pola pikir dimana mereka tidak akan bisa melakukan suatu hal jika mereka tidak memiliki bakat.

Seorang psikolog bernama Carol Dweck menyebut sebuah teori yang berkaitan dengan hal ini, yakni teori “mindset berkembang.” Teori ini menganggap siswa yang melihat kesuksesan mereka sebagai hasil kerja keras akan bertahan melalui tantangan, sementara siswa yang percaya bahwa kesuksesan mereka terletak pada kemampuan bawaan seperti bakat lebih cenderung menyerah.

Manfaat Musik

Para peneliti setuju bahwa bermain musik dan bernyanyi memiliki manfaat yang baik bagi pendidikan anak-anak termasuk intelektual, sosial-emosional, motorik, bahasa, dan keaksaraan. Hal ini diperkuat dalam sebuah studi yang dilakukan oleh University of Southern California di tahun 2016.

Penelitian ini menemukan bahwa pengalaman musik di masa kanak-kanak dapat mempercepat perkembangan otak, khususnya di bidang penguasaan bahasa dan keterampilan membaca.

National Association of Music Merchants Foundation bahkan mengatakan bahwa belajar musik dapat meningkatkan prestasi akademik anak termasuk meningkatkan daya ingat, keterampilan matematika, bahkan meningkatkan skor SAT rata-rata.

Mendukung anak-anak dalam bernyanyi dan bermain musik adalah hal yang penting, mengingat ada segudang manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan bermusik. Hal yang perlu diingat adalah semua orang punya hak yang sama dalam bermain dan menikmati musik.

Jika orang dewasa boleh bernyanyi tentu anak-anak memiliki hak yang sama, “kebenaran yang menyedihkan adalah ketika kita para ahli musik mencegah seorang anak bernyanyi. Itu dapat memberikan pukulan fatal bagi citra musik anak itu” tulis Demorest pada artikelnya.

Baca juga artikel terkait MANFAAT MUSIK atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Musik
Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Alexander Haryanto