Oksana Voevodina dan Balada Pernikahan Anggota Kerajaan Malaysia

Oleh: Joan Aurelia - 27 November 2018
Dibaca Normal 2 menit
Pihak Kerajaan Malaysia tidak memberi keterangan resmi terkait pernikahan Sultan Muhammad V dan Oksana Voevodina
tirto.id - Tidak ada yang tahu pasti mengapa pernikahan Sultan Muhammad V dari Kelantan terkesan dirahasiakan. Pria bernama lahir Muhammad Faris Petra ini dilantik jadi Sultan di usia 39 tahun, pada 2010 silam. Waktu itu ia jadi Sultan termuda sekaligus Sultan pertama yang tidak punya pasangan. Sosok yang juga disebut Yang Dipertuan Agung ini pernah menikah pada tahun 2004 dan pisah beberapa tahun setelahnya.

Beberapa waktu lalu, sang Sultan dikabarkan menikah dengan Oksana Voevodina, wanita asal Rusia yang meraih gelar Miss Moscow pada 2015. Menurut kabar yang beredar, pernikahan ini diselenggarakan pada 23 November 2018 di Rusia. Pihak kerajaan Malaysia tidak memberi keterangan resmi soal pernikahan mereka. Media nasional Malaysia, New Straits Times sempat menayangkan berita tentang acara tersebut, tapi tak lama kemudian berita itu dihapus. Hal serupa juga terjadi pada media-media Rusia.

Sosok Oksana yang berusia 25 tahun membuat publik penasaran. Sampai kemarin, wanita ini masih menempati peringkat atas dari mesin pencarian. Kabar tentang Oksana sama terbatasnya dengan kabar pernikahannya. Informasi yang beredar tentang dirinya hanya berkisar tentang latar belakang pendidikan, prestasi sebagai Miss Moscow, dan seorang mualaf yang mengganti nama menjadi Rihana Oxana Gorbatenko setelah masuk Islam.


Beda usia Sultan dan Oksana yang mencapai 24 tahun, membuat publik Malaysia jadi membandingkannya dengan rencana pernikahan Raja Abdul Halim Shah pada 1974 silam. Saat itu, Raja Abdul Halim yang berusia 46 tahun, berencana menikahi Zubaidah Bunyamin, model wanita berusia 19 tahun yang bukan berasal dari kalangan bangsawan. Istri pertama Abdul, Tengku Bahiyah, disebut tak keberatan dengan poligami suaminya yang memakai alasan ingin anak lelaki untuk menikah lagi. Selama 18 tahun pernikahan, mereka dikaruniai satu orang anak perempuan.

Meski demikian, sekitar 300 wanita berdemonstrasi di depan kantor Perdana Menteri Tun Abdul Razak. Mereka keberatan dengan sang raja yang poligami. Abdul Razak menyampaikan keberatan itu kepada raja. Razak meminta Abdul Halim melupakan ide untuk menikah lagi. Alasan utamanya, ia tidak ingin reputasi kerajaan Malaysia di hadapan negara-negara lain menurun. Terlebih saat itu Malaysia tengah berupaya untuk membangun citra sebagai negara modern.

Infografik Oksana Voevodina


Sang raja berkenan mempertimbangkan gagasan sang Perdana Menteri. Ia memutuskan menunda pernikahan sampai masa akhir jabatan. Keluarga calon istri kedua menolak penundaan ini. Akhirnya Raja menggunakan jasa ‘biro jodoh’ untuk memilih sosok wanita yang lebih layak menjadi anggota keluarga kerajaan. Dalam artikelnya, The New York Times mencatat bahwa pernikahan tersebut adalah pernikahan raja yang berhasil digagalkan rakyat. Perjuangan warga Malaysia untuk menjaga keharmonisan rumah tangga raja dan ratu bukan tanpa alasan.

Pernikahan Abdul Halim dan Bahiyah adalah pernikahan kerajaan pertama yang terjadi di Malaysia. Pernikahan tersebut berlangsung pada tahun 1956, setahun setelah Malaysia merdeka dari jajahan Inggris. Pernikahan pasangan ini lantas jadi peristiwa yang ditunggu-tunggu dan dibanggakan oleh masyarakat Malaysia. New Straits Times masih menganggap acara pernikahan yang diselenggarakan selama satu minggu berturut-turut itu sebagai pernikahaan kerajaan paling fenomenal.


Jamuan utama diselenggarakan di Balai Besar Alor. Malam itu anggota kerajaan mengundang sekitar 200 tamu. Tempat duduk para tamu diatur sedemikian rupa. Menu makan malam juga menghadirkan beragam masakan Eropa. Hiburan musik berasal dari lagu-lagu klasik musisi barat seperti Johan Strauss.

Publik Malaysia sebenarnya sudah terbiasa melihat pernikahan anggota kerajaan yang menikah dengan pesta mewah dan gempita. Ketika menyambut pernikahan Tunku Tun Aminah Maimunah Iskandariah, misalnya. Putri tunggal Sultan Johor itu menikah dengan Dennis Muhammad Abdullah, seorang pengusaha properti asal Belanda. Publik bisa menyaksikan acara pernikahan mereka lewat layar besar yang ada di pusat kota Johor. Acara yang diselenggarakan di Istana Bukit Serene itu dimeriahkan oleh Nicole Scherzinger, personel Pussycat Dolls yang juga sempat jadi juri kontes X Factor. Berbagai foto acara pernikahan anak raja tersebut beredar di media.

Ini tentu berbeda dengan kabar pernikahan Sultan Muhammad V dan Oksana. Sampai saat ini, hanya ada satu potret pernikahan mereka. Foto tersebut pun terkesan diambil oleh salah satu tamu yang berdiri dari kejauhan. Potret tersebut semacam jadi satu-satunya ‘keterangan resmi’ pernikahan Yang Dipertuan Agung.

Maka wajar kalau publik Malaysia bertanya-tanya: kenapa pernikahan mereka terkesan dirahasiakan?

Baca juga artikel terkait PERNIKAHAN RAJA MALAYSIA atau tulisan menarik lainnya Joan Aurelia
(tirto.id - Gaya Hidup)


Penulis: Joan Aurelia
Editor: Nuran Wibisono