Pandemi COVID-19

Natal & Tahun Baru, Pemkot Solo Berlakukan Karantina bagi Pemudik

Penulis: - 11 Des 2020 14:09 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Walikota FX Hadi Rudyatmo berkata Pemkot Solo berlakukan karantina khusus bagi pemudik saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.
tirto.id - Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyatakan aturan karantina yang akan dilakukan pada libur Natal dan Tahun Baru 2020 khusus diberlakukan bagi pemudik sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan biasa tidak perlu khawatir.

"Kalau jagong (ke resepsi pernikahan), tugas ya enggak ada persoalan. Artinya, yang dikarantina itu yang mudik, nek ora mudik ya ora dikarantina (kalau tidak mudik ya tidak dikarantina)" kata dia di Solo, Jumat (11/12/2020).

Meski demikian, ia juga memperkirakan tidak ada pemudik yang masuk ke Solo mengingat pada perayaan Natal hanya ada satu hari libur.

Ia juga meminta kepada pelaku usaha yang merasa dirugikan atas aturan tersebut agar memahami kondisi Kota Solo yang hingga saat ini masih terus terjadi penambahan jumlah kasus positif COVID-19.

"Karantina mandiri saja sekarang ada 1.000, kalau dibledoske (ditambahi pendatang) ke Solo, yang rugi, ya masyarakat Solo. Hotel enggak perlu khawatir kayak begitu, nek (kalau) masalah pajak, itu risiko pandemi, itu biasa," katanya.

Untuk memastikan datangnya pemudik, pihaknya akan menempatkan petugas di beberapa ruang publik, di antaranya terminal, stasiun, dan bandara. Selain itu juga melalui program Jogo Tonggo.

"Kita Jogo Tonggo, kalau memang mudik, ya, biar diantar ke Solo Technopark," kata FX Hadi.

Untuk memastikan masyarakat memahami aturan tersebut, dikatakannya, akan ada sosialisasi yang dilakukan maksimal H-7 libur Natal, yaitu tanggal 18 Desember 2020.

"Kami masih menggunakan surat edaran (SE) lama, itu kan habisnya tanggal 18 Desember 2020," katanya.

Pemerintah Kota Surakarta menyiapkan Solo Technopark untuk lokasi karantina pemudik yang nekat datang saat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Untuk sementara ini ruangan yang disediakan di Solo Technopark berkapasitas 60 orang. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan ruangan yang digunakan karantina akan diperlebar jika jumlah pemudik makin banyak.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Kesehatan)

Sumber: Antara
Editor: Abdul Aziz

DarkLight