MUI Usul Dana Zakat ASN untuk Penanganan Korban Pandemi Corona

Oleh: Andrian Pratama Taher - 27 Maret 2020
Dibaca Normal 1 menit
Sebagian dana zakat aparatur sipil negara agar digunakan untuk menangani warga rentan yang terdampak pandemi Corona.
tirto.id - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengusulkan agar Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan progresif untuk penanganan warga terdampak pandemi Corona.

"Presiden supaya secepatnya menandatangani ketentuan tentang pemotongan zakat bagi ASN [aparatur sipil negara] yang dananya nanti dipergunakan untuk menolong dan membantu mereka yang benar-benar terpukul ekonominya oleh kehadiran wabah ini," kata Anwar, Jumat (27/3/2020).

Ia juga menyarankan agar Jokowi memanggil pengusaha-pengusaha besar Indonesia dan mewajibkan mereka untuk menyumbang bagi penanggulangan wabah Corona.

MUI, kata dia, mengapresiasi langkah pemerintah yang memberikan bantuan langsung tunai bagi masyarakat informal dan miskin.

Anwar menambahkan langkah pemerintah sudah tepat saat memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada pekerja informal dan 29,3 juta masyarakat yang masuk 40 persen rumah tangga termiskin.

"Dengan diberikannya BLT ini maka pemerintah bisa melarang mereka untuk keluar rumah dan itu tentu akan bisa mereka terima karena mereka sudah tidak lagi terlalu terbebani dan dibebani oleh pikiran mencari uang untuk anak dan keluarganya," kata Anwar.

Anwar juga berharap kebijakan pemerintah RI segera dilaksanakan. Ia juga mendorong agar pemerintah berani menindak tegas jika ada pihak yang memainkan kebijakan tersebut.

"Bagi kesuksesan program ini pemerintah harus memberi sanksi yang berat kepada pihak-pihak yang mempermain-mainkan dana BLT ini, sehingga mengakibatkan pengalokasian dananya tidak tepat sasaran," kata Anwar.

Anwar juga mengajak masyarakat untuk ikut memantau pengelolaannya agar apa yang menjadi tujuan dari pemerintah dan bisa memperoleh bantuan dengan cepat dan tepat.

Penyebaran Corona saat ini bisa terjadi melalui transmisi lokal. Berdasar keterangan Kementerian Kesehatan, transmisi lokal di Indonesia ada di DKI Jakarta, Banten (Kab. Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan); Jawa Barat (Bandung, Kab. Bekasi, Kota Bekasi, Depok, Kab. Bogor, Kota Bogor, dan Kab. Karawang); Jawa Tengah (Solo); dan Jawa Timur (Kab. Malang, Kab. Magetan dan Surabaya).

Per Kamis, 26 Maret 2020, ada 893 kasus positif Corona, 78 meninggal, dan 35 sembuh. Saat ini masih ada 780 pasien Corona dirawat.

Baca juga artikel terkait DAMPAK CORONA DI INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Zakki Amali
DarkLight