Menuju konten utama

Mobil Rombongan Rano Karno Picu Macet di MRT Lebak Bulus

Viral di media sosial Instagram yang menunjukkan mobil rombongan Rano Karno, berhenti sembarangan hingga memicu kemacetan di Stasiun MRT Lebak Bulus.

Mobil Rombongan Rano Karno Picu Macet di MRT Lebak Bulus
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menunjukkan kartu pembayaran elektroniknya saat menaiki bus Transjakarta di Jakarta, Selasa (25/2/2025)ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU

tirto.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) buka suara perihal beredarnya video di media sosial Instagram yang menunjukkan mobil rombongan Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, berhenti sembarangan hingga memicu kemacetan di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, mengatakan, pihaknya meminta maaf atas kejadian tersebut. Ahmad menjelaskan hal tersebut bisa terjadi akibat koordinasi yang kurang baik saat Rano Karno melakukan inspeksi ke Stasiun MRT Lebak Bulus pada Selasa (25/2/2025) lalu.

“Sehubungan dengan adanya pembahasan di media sosial perihal ketidaknyamanan dalam penggunaan area lay bay untuk drop off penumpang di Stasiun Lebak Bulus, bersama ini kami sampaikan permohonan maaf atas keterbatasan kapasitas dan koordinasi yang kurang baik, sehingga menimbulkan antrean pada saat kunjungan inspeksi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, beserta Jajaran, Selasa, 25 Februari 2025,” kata Ahmad, dalam keterangan resminya, Jumat (28/2/2025).

Menurut Ahmad, saat itu rombongan Rano Karno parkir di area lay bay Stasiun MRT Lebak Bulus. Area tersebut memang diperuntukkan bagi kendaraan yang hendak menurunkan penumpang. Konon, rombongan Rano Karno diduga berhenti terlalu lama di area lay bay tersebut, sehingga menyebabkan kemacetan.

“Dalam kondisi tertentu, lay bay dapat mengalami over capacity, karena volume kendaraan yang berlebih atau kendaraan berhenti cukup lama di lay bay, sehingga dapat memicu terjadinya antrean,” jelas Ahmad.

Ahmad menyebut kejadian ini akan menjadi evaluasi bagi pihak MRT Jakarta ke depannya. MRT Jakarta, disebut Ahmad, akan terus memprioritaskan kenyamanan penumpangnya baik di dalam kereta maupun di area sekitar stasiun.

“Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kami dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada seluruh penumpang, serta memprioritaskan kenyamanan, baik di area sekitar stasiun maupun di dalam kereta,” tutur Ahmad.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Syafrin Liputo, membantah rombongan yang mengawal Rano Karno tersebut parkir di area lay bay. Syafrin menyebut saat itu mobil rombongan hanya melakukan drop off dan langsung meninggalkan lokasi begitu Rano beserta jajarannya masuk ke dalam stasiun.

“Untuk kejadian yang viral tersebut, di mana ada kegiatan peninjauan MRT oleh Bapak Wagub, dimana kendaraan Pak Wagub beserta rombongan drop off di lokasi tersebut, karena memang lokasi tersebut adalah drop off area bagi penumpang MRT,” kata Syafrin saat dihubungi Tirto, Jumat (28/2/2025).

Syafrin menambahkan bukti bahwa mobil rombongan tidak parkir dapat dilihat dari video yang beredar. Dia mengatakan saat itu, lampu hazard mobil-mobil tersebut masih menyala. Hal tersebut menunjukkan bahwa mobil rombongan hanya berhenti sebentar untuk menurunkan penumpang.

“Hal ini bisa dilihat pada saat menurunkan penumpang semua mobil menyalakan hazard lamp (lampu darurat),” ucap Syafrin.

Syafrin menegaskan bahwa narasi dalam video tersebut yang menyebutkan mobil Rano Karno parkir di area lay bay tidaklah benar.

“Iya mas [narasi di dalam video tersebut tidak benar],” tegas Syafrin.

Baca juga artikel terkait STASIUN MRT LEBAK BULUS atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama