Menuju konten utama

Militan Kurdi Menyerang, Turki Berlakukan Jam Malam

Pemerintah Turki mengumumkan berlakunya jam malam di beberapa kota, setelah adanya berbagai serangan dari militan Partai Pekerja Kurdi.

Militan Kurdi Menyerang, Turki Berlakukan Jam Malam
Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu. REUTERS/Umit Bektas TPX IMAGES OF THE DAY via Antara

tirto.id - Pemerintah Turki mengumumkan berlakunya jam malam di beberapa kota pada Selasa, (5/4/2016), setelah adanya berbagai serangan dari militan Partai Pekerja Kurdi (PKK).

Pihak keamanan Turki menyatakan, militan PKK meluncurkan roket untuk menyerang kendaraan lapis baja polisi di Kota Silopi, yang menewaskan seorang polisi dan melukai empat lainnya. Sejumlah saksi mata juga menuturkan bahwa sepanjang malam terdengar letusan senjata api di kota itu yang dekat dengan perbatasan Irak.

Terkait penyerangan itu, pemerintah daerah mengumumkan jam malam di kota itu mulai pukul 04.30 waktu setempat (01.30 GMT) yang disampaikan dengan menggunakan pengeras suara dari menara-menara masjid dan kendaraan-kendaraan polisi.

Selain itu, otoritas Kaynartepe juga menyampaikan bahwa jam malam diberlakukan di kawasan Kaynartepe, Baglar, mulai pukul 03.00 waktu setempat. Untuk menghadapi langkah militan PKK, mereka membangun barikade, menggali parit, dan menanam peledak di kawasan itu.

Sebelumnya, jam malam telah terlebih dahulu diberlakukan di Kota Nusaybin.

“Di Kota Nusaybin yang bersebelahan dengan perbatasan Suriah telah berlaku jam malam selama tiga pekan. Di kota itu serangan roket dari PKK menewaskan sejumlah personel angkatan darat dan beberapa personel lain, Senin (4/4/2016),” kata sumber dari pihak keamanan.

Mereka juga menambahkan, di hari yang sama, dua petugas kepolisian terluka akibat serangan bom saat berada di dalam kendaraan lapis baja mereka di Distrik Lice, Provinsi Diyarbakir.

Untuk diketahui, lebih dari 40.000 orang tewas dalam konflik yang berlangsung sejak PKK mengangkat senjata pada 1984. Kelompok tersebut yang menyatakan perjuangannya untuk menuntut otonomi Kurdi dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

(ANT)

Baca juga artikel terkait KAYNARTEPE atau tulisan lainnya

Reporter: Yantina Debora