Menuju konten utama

Metodologi Pemeriksaan Fakta dan Riset Mandiri

Metodologi Pemeriksaan Fakta dan Riset Mandiri tirto.id menggunakan sumber dengan kredibilitas tinggi dan juga mengacu pada Kode Prinsip IFCN.

Metodologi Pemeriksaan Fakta dan Riset Mandiri
Logo TIRTOID
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id -

Pemeriksaan Fakta

Pemeriksaan Fakta menjadi DNA utama Tirto.id yang diturunkan ke dalam berbagai format, terutama dalam program Periksa Fakta. Konten Periksa Fakta tirto.id bertujuan untuk memeriksa misinformasi di media sosial yang beredar baik itu informasi yang bersifat salah dan menyesatkan, foto dan video yang dimanipulasi, maupun informasi yang lepas dari konteks sebenarnya.

Dalam konten ini, tirto.id memeriksa klaim yang beredar dan melakukan penelusuran fakta terkait klaim tersebut, hingga memberi kesimpulan terkait kebenaran atas klaim yang beredar. Konten Periksa Fakta tayang setiap hari dan fokus pada isu-isu sosial, politik, potensi penipuan, keuangan, hingga kesehatan.

Pemeriksaan fakta dalam konten ini dilakukan oleh tim redaksi dan setidaknya sudah ada empat (4) orang yang telah memiliki sertifikasi pemeriksa fakta.

Sebagai DNA utama, tirto.id mengembangkan juga prinsip pemeriksaan fakta ke dalam konten-konten berita lainnya. Kami secara rutin mengecek kembali klaim atau pernyataan para pejabat dengan mengecek pada hasil riset, fakta, dan data yang tersedia.

Selain itu, kami juga mengembangkan program pemeriksaan fakta berbasis data dalam bentuk jurnalisme data bertajuk Decode (Periksa Data). Decode merupakan program jurnalisme data yang menjadi landasan dalam melakukan analisis atas isu yang berkembang di masyarakat.

Dari isu tersebut, tim riset akan melakukan verifikasi menggunakan data resmi dan dituliskan dalam bentuk laporan singkat yang berbentuk analisis. Kami menerbitkan Decode setidaknya satu tema dalam seminggu.

Dalam hal sumber yang digunakan untuk Pemeriksaan Fakta, tirto.id memiliki tingkatan yang dijadikan pedoman guna melakukan verifikasi. Tingkatan pertama, sumber data berasal dari Badan Statistik Negara/Daerah, Pemerintah Pusat/Daerah, Bursa Efek, serta laporan perusahaan. Sumber data pada tingkatan kedua berasal dari badan dunia seperti PBB, Bank Dunia, IMF, ASEAN, OECD, dan lainnya.

Sedangkan untuk tingkatan ketiga, sumber data berasal dari jurnal ilmiah terverifikasi seperti MIS Quarterly dan The Quarterly Journal of Economics serta konsultan besar seperti Nielsen, BCG, dan McKinsey.

Selain itu kami juga melibatkan pakar mulai dari pakar kesehatan, pakar hukum, maupun peneliti untuk membantu kami memastikan kebenaran baik dalam metode maupun analisis yang dilakukan.

Dalam pemilihan klaim-klaim yang hendak diperiksa faktanya, kami memilih isu-isu yang berdampak luas pada masyarakat. Kami berpegang teguh pada metode pemeriksaan fakta berdasarkan sumber-sumber yang sudah disebutkan di atas. Jika diperlukan untuk melakukan konfirmasi, kami juga akan melakukannya sesuai dengan kaidah dan etika jurnalistik yang berlaku.

Sumber dari data yang digunakan dalam pemeriksaan fakta ini bisa ditampilkan pada infografis atau visualisasi tertentu. Selain itu link dari data yang digunakan ditautkan pada tulisan dalam bentuk hyperlink.

Pemeriksaan fakta merupakan tanggung jawab tim riset tirto.id. Namun tim riset juga bekerja sama dengan tim redaksi dalam pelaksanaannya.

Riset Mandiri

Riset Mandiri merupakan survei yang langsung dilakukan oleh tim riset tirto.id. Metodologi survei yang digunakan bervariasi, disesuaikan dengan tujuan penelitian serta tipe respondennya. Pada setiap hasil survei, metodologi, karakteristik dan jumlah responden, wilayah penelitian, serta waktu pelaksanaan akan dipublikasikan bersamaan dengan laporannya.

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Pemeriksaan Fakta dan Riset Mandiri di tirto.id, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id. Segala koreksi atas artikel Periksa Fakta dan Periksa Data akan dilakukan menurut prosedur yang sudah disebutkan dalam laman Pedoman Media Siber.

Apabila terdapat koreksi besar yang berkaitan dengan perubahan klaim utama pada artikel Periksa Fakta, redaksi akan memberikan keterangan '[REVISI]' pada awal judul artikel diikuti dengan penjelasan detail terkait koreksi yang dilakukan pada bagian bawah artikel. Jika diperlukan, judul artikel juga akan diubah sesuai perubahan klaim.

tirto.id adalah bagian dari lembaga penanda tangan Kode Prinsip IFCN (International Fact-Checking Network) atau IFCN Code of Principles. Jika pembaca menemukan tirto.id melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN di sini.

Baca juga artikel terkait UNCATEGORIZED atau tulisan lainnya dari Rina Nurjanah

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Rina Nurjanah
Editor: Agung DH