Menuju konten utama

Menteri LH: Kebakaran TPA Jatiwaringin Tersisa 1,5 Hektare

Menteri LH Jumhur Hidayat, mengatakan kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin sudah semakin membaik.

Menteri LH: Kebakaran TPA Jatiwaringin Tersisa 1,5 Hektare
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Muhammad Jumhur Hidayat, di sela meninjau Tukad Bindu, Kesiman, Kota Denpasar, Selasa (09/06/2026). tirto.id/Sandra Gisela
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, mengatakan kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin sudah semakin membaik. Memasuki hari ke-10, jumlah areal yang masih terdampak tersisa 1,5 hektare.

"Di Jatiwaringin sudah semakin baik. Dari kemarin 3 hektare, sekarang 1,5 hektare. Itu pun sangat teknis sekali. Ini terlihatnya jauh lebih baik dan hanya asap-asap. Mudah-mudahan selesai," kata Jumhur di sela 27th Technical Working Group (TWG) and Ministerial Steering Committee (MSC) on Transboundary Haze Pollution, Kamis (09/07/2026).

Jumhur juga mengeklaim telah menyurati seluruh Bupati dan Wali Kota untuk memastikan kondisi TPA di masing-masing wilayah. Pada musim kemarau ini, kondisi cuaca panas berpotensi memicu kebakaran apabila tidak diantisipasi dengan baik.

"Semua kita sudah suratkan. Kita juga punya satuan tugas yang sedang dibentuk untuk memonitor satu per satu TPA yang sekarang menghadapi musim panas. Jadi kita monitor terus," ungkapnya.

Jumhur menegaskan penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin telah dilakukan dengan beberapa metode secara bersamaan, yakni water bombing, penyiraman dan injeksi air ke lapisan bawah timbunan sampah, hingga pemadaman darat. Helikopter juga dikerahkan agar proses pemadaman menjadi optimal.

Selain itu, Kementerian LH telah mempersiapkan langkah antisipasi nasional berupa Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kesiapsiagaan dan Antisipasi Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) pada Kondisi Cuaca Panas Ekstrem.

Surat tersebut berisi pedoman bagi pemerintah daerah untuk mencegah kebakaran di areal TPA selama musim kemarau.

Sebelumnya, pada hari kesembilan penanganan TPA Jatiwaringin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menyebut kondisi kebakaran TPA tersisa sekitar 30 persen dari total area yang sebelumnya mencapai 15 hektare.

"Petugas hingga saat ini masih berupaya memadamkan sisa titik api sekaligus mengantisipasi kemunculan api baru di dalam timbunan sampah," terang Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, pada Rabu (08/07/2026).

Kebakaran di TPA Jatiwaringin memiliki karakteristik berbeda karena timbunan sampah yang telah menggunung selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut membuat kandungan gas metana muncul dan dapat memicu timbulnya api secara tiba-tiba dari dalam timbunan sampah saat musim kemarau.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Hendra Friana