Menuju konten utama

Menteri AHY Temui KSAD Maruli Bahas Aset Lahan TNI AD

Maruli membahas soal aset pertanahan TNI AD yang belum bersertifikat dengan Menteri AHY.

Menteri AHY Temui KSAD Maruli Bahas Aset Lahan TNI AD
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan keterangan pers usai menandatangani berkas kerja sama di Graha BNPB, Jakarta, Senin (19/2/2024). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.

tirto.id - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak membenarkan dirinya bertemu Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono di Mabesad, Jakarta, Selasa (26/3/2024). Maruli mengatakan mereka membahas soal aset pertanahan TNI AD yang belum bersertifikat dan masalah lain.

"Jadi kami juga banyak juga persoalan dengan tanah-tanah kami yang belum terproses, bersertifikat dan juga mungkin kita juga bisa membantu mengamankan aset-aset pemerintah. Mudah-mudahan nanti setelah pembicaraan ini kita mulai detilkan apa yang bisa kita kerjakan untuk bekerja sama dengan kementerian ATR," kata Maruli di Jakarta, Selasa.

Maruli mengaku TNI AD mempunyai banyak aset. Ia mengatakan setidaknya masih ada sekitar 30 persen aset TNI AD berbentuk lahan belum bersertifikat. Ia mengaku besaran 30 persen lahan ini cukup luas, bahkan melebihi 70 persen yang tercatat. Ia mengatakan, salah satu persoalan yang dibahas adalah pembayaran sertifikat lahan.

"Aset Angkatan Darat banyak. Jadi memang saya jg nanya masalah misalnya kalau kami mensertifikatkan itu bayar darimana uangnya? apa memang kalau lahan pemerintah itu dijadikan free atau tidak sehingga bisa didaftarkan gitu ya," kata Maruli.

Ia pun melaporkan permasalahan lahan ada di beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Banten. Ia juga membahas lahan-lahan yang menjadi sengketa dengan rakyat.

Maruli berharap permasalahan aset bisa segera ditindaklanjuti oleh kedua belah pihak lewat tim teknis. AHY sendiri sudah merespons positif keinginan TNI AD. Ia pun belum berkomentar soal kemungkinan turun bersama untuk menyelesaikannya karena masalah lahan rerata terjadi akibat miskomunikasi antara TNI AD dengan rakyat.

"Ya nanti kita pelajari dulu lah. Masih panjang lah. Kalau tadi kan silaturahmi saja, ngobrol awalan gambaran besarnya gimana nanti mungkin kami akan membuat tim kecil bagaimana nanti mendesain program kita ke depan," kata Maruli.

Baca juga artikel terkait TNI AD atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Anggun P Situmorang