Menuju konten utama

Menperin Yakin Target 2 Juta Motor Listrik Tercapai Sebelum 2024

Agus Gumiwang Kartasasmita, optimistis target produksi 2 juta unit motor kendaraan listrik diminta oleh Presiden Joko Widodo akan tercapai pada 2024.

Menperin Yakin Target 2 Juta Motor Listrik Tercapai Sebelum 2024
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berjalan meninggalkan gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian usai menghadiri Rapat Koordinasi pembahasan tentang pangan di Jakarta, Rabu (18/12/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pd.

tirto.id - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, optimistis target produksi 2 juta unit motor kendaraan listrik diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan tercapai pada 2024. Bahkan, target tersebut bisa tercapai sebelum memasuki masa akhir jabatan Jokowi.

"Dalam waktu sesingkat-singkatnya, kalau bisa sebelum 2024 harus ada 2 juta kendaraan elektrik produksi Indonesia. Kami optimis itu tercapai," ujarnya dalam acara Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2022 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (2/11/2022).

Menurut Agus, target itu bisa dicapai bila seluruh instansi pemerintah, baik kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah saling bersinergi untuk mempercepat program transisi energi.

"Satu kata kunci, cepat. Kementerian/lembaga lain punya tanggung jawab beda. Kami di sisi suplai, Kementerian/lembaga lain bertanggung jawab untuk infrastrukturnya," katanyanya.

"PLN sudah membuktikan, bahwa benar-benar program transformasi ke electric base vehicle jadi prioritas PLN," dia menambahkan.

Secara regulasi, pemerintah juga sudah bersungguh-sungguh untuk memfasilitasi produksi kendaraan listrik secara massal bagi masyarakat. Itu dimulai lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55/2009, hingga Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7/2022.

"Saya kira ini jadi bukti nyata atas komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi kendaraan berbasis konvensional menjadi kendaraan listrik," pungkasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi para produsen besar otomotif yang telah mulai memproduksi kendaraan listrik. Dia meminta pelaku industri terus gencar memproduksi dan memasarkan kendaraan listrik di Indonesia, baik melalui produksi kendaraan baru, maupun melalui konversi dari kendaraan berbahan bakar fosil (BBM) menjadi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

“Saya mengapresiasi beberapa produsen besar sepeda motor sudah mulai memproduksi kendaraan listrik. Kita harus mulai memikirkan untuk melakukan konversi dari sepeda motor BBM ke listrik, agar peningkatannya bisa semakin masif,” ujar Menhub saat membuka pameran Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), di JCC Senayan, Rabu (2/11/2022).

Dia mengatakan, penggunaan kendaraan listrik secara masif menjadi suatu keniscayaan yang harus dilakukan. Menurutnya, hal ini bisa menjadi solusi dari masalah krisis energi fosil dan isu lingkungan (perubahan iklim).

“Subsidi BBM yang besar menyebabkan adanya tekanan pada APBN kita, dan kita mempunyai opsi lain yaitu melalui penggunaan kendaraan listrik,” ucapnya.

Lebih lanjut Budi Karya menjelaskan, pemerintah bersama pemangku kepentingan terus berupaya mewujudkan ekosistem kendaraan listrik dengan menyiapkan fasilitas-fasilitas pendukung seperti baterai yang mudah didapatkan, memperbanyak stasiun pengisian daya, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Beberapa waktu lalu saya bertemu Menteri ESDM dan Pj Gubernur DKI Jakarta untuk membahas kewajiban gedung-gedung yang ada di Jakarta untuk memiliki stasiun pengisian daya (charging station),” tuturnya.

Baca juga artikel terkait KENDARAAN LISTRIK atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang