Menilik Pengguna Messenger di Indonesia

Ilustrasi pengguna aplikasi pesan Line. TIRTO/Andrey Gromico
Oleh: Alexander Haryanto - 27 Desember 2016
Dibaca Normal 2 menit
Perusahaan analisa digital Similar Web mengklaim bahwa WhatsApp adalah aplikasi instan paling populer di dunia, bagaimana dengan Indonesia?
tirto.id - Jarak kini bukan lagi halangan untuk bisa saling bertatap muka setiap hari. Messenger yang semakin beragam, dengan layanan yang kian variatif membuat para penggunanya semakin mudah berinteraksi meski harus terpaut jarak yang sedemikian jauh. Aplikasi pesan kini sudah berperan penting dalam komunikasi keluarga, menjalin relasi, urusan kantor, hingga tetek-bengek urusan dapur.

Sejak munculnya berbagai macam aplikasi pesan instan macam LINE, WhatsApp, BlackBerry Messenger (BBM), Telegram dan lainnya, angka pengguna layanan messenger di Indonesia terus meningkat. Menurut laporan eMarketer, pengguna pesan instan di Indonesia pada 2014 tercatat sebanyak 37,6 juta pengguna, meningkat di 2015 sebanyak 52,9 juta pengguna, 2016 sebanyak 62,6 juta pengguna dan diprediksikan akan terus meningkat pada 2017 (72,5 juta pengguna), 2018 (81,7 juta) dan 2019 sebanyak 91,6 juta pengguna.

Tapi dari sekian banyak itu, aplikasi yang paling populer di dunia adalah WhatsApp. Aplikasi ini menjadi favorit di 109 negara atau 55,6 persen dari seluruh negara di dunia. WhatsApp memimpin di negara-negara seperti Brasil, Meksiko, India, Rusia dan banyak negara di Amerika Selatan, demikian laporan Similar Web dikutip dari Antara.

Urutan kedua adalah Facebook Messenger, yang difavoritkan di 49 negara seperti Australia, Kanada hingga Amerika Serikat. Posisi lima besar dipegang oleh aplikasi Viber, Line dan WeChat. Viber digunakan lebih dari 10 negara yang populer di Eropa Timur dan memimpin pasar di sejumlah negara seperti Belarus, Moldova dan Ukraina. Sedangkan yang menempati urutan ke enam adalah Telegram.

Sementara BlackBerry Messenger (BBM) hanya banyak digunakan di satu negara, yakni Indonesia. Kepopuleran BBM di Indonesia ini mencapai 87,5 persen, angka ini jauh dibandingkan dengan pengguna di Amerika Serikat yang hanya sekitar 0,42 persen.



Aplikasi manakah yang paling populer di Indonesia?

Untuk mencari tahu hal itu, Blog.jakpat.net pernah melakukan survei pada tahun 2016 dengan mengambil 310 koresponden. Hasil survei itu menempatkan tiga nama teratas yakni, BlackBerry Messenger sebanyak 80,31 persen, WhatsApp sebanyak 72,78 persen dan LINE sebanyak 71,33 persen.

Ketiga aplikasi tersebut tentunya memiliki keunggulan yang berbeda-beda, WhatsApp dinilai sebagai aplikasi pengirim pesan tercepat dan paling stabil dengan persentase 50 persen, sementara urutan kedua tercepat dipegang oleh BBM (29 persen) dan yang terakhir dipegang oleh LINE (21 persen).

WhatsApp boleh jadi cepat dalam mengirimkan pesan, namun aplikasi tersebut masih kalah dibanding BBM yang dianggap lebih unggul dalam berbagi pesan broadcast. Untuk layanan broadcast, BBM unggul dengan 64 persen, LINE (20 persen) dan WhatsApp (16 persen).

Layanan telepon dan video call, yang paling unggul adalah LINE yang menempati posisi sebanyak 70 persen, sementara WhatsApp menempati 26 persen dan BBM sebanyak 6 persen.

Untuk aplikasi yang sering digunakan untuk mengirim berbagai dokumen seperti foto, musik dan video ke berbagai teman, yang paling unggul adalah WhatsApp yakni sebanyak 50 persen, sementara urutan kedua ditempati oleh Line (31 persen) dan yang ketiga BBM (19 persen). Sementara yang dianggap sebagai stiker atau emoticon paling menarik yang banyak digunakan adalah Line (84 persen), BBM (11 persen) dan WhatsApp (5 persen).

Survei tersebut kemudian meminta para responden untuk menyebutkan alasan mereka memilih setiap aplikasi. Kebanyakan mereka memilih BBM untuk mengobrol dengan alasan lebih pribadi karena menggunakan PIN untuk pertemanan. Selain itu mereka juga jauh lebih mudah untuk menghubungi karena mudah mencari kontak pada BBM mereka. Alasan lainnya, fitur ini juga memberitahukan penundaan pesan, terkirim dan terbaca dan BBM juga dinilai lebih mudah dan cepat dalam mengirimkan file seperti pdf yang membuat manfaat bagi mereka.

Sementara WhatsApp dipilih dengan lima alasan. Pertama, karena dianggap paling cepat dan stabil. Kedua, penambahan daftar otomatis yang langsung terhubung dari kontak telepon. Ketiga, WhatsApp bisa mengirimkan beberapa file sekaligus. Keempat adalah kurang lebih sama dengan BBM yakni memiliki pemberitahuan penundaan pengiriman pesan, terkirim dan terbaca. Kelima adalah tersedianya fitur panggilan atau telepon gratis.

Alasan utama para pengguna memilih LINE adalah aplikasi ini memiliki stiker yang lucu dan ekspresif. Kedua, LINE menawarkan video call gratis. Ketiga LINE dianggap sebagai aplikasi dengan pengiriman pesan yang stabil dan cepat. Keempat, mereka yang menggunakan aplikasi ini karena teman-temannya yang menggunakan LINE.

Menurut Manajer Pemasaran LINE Indonesia, Yuanita Agata, aplikasi ini telah digunakan kurang lebih 90 juta orang Indonesia, 80 persen di antaranya merupakan pengguna aktif, dengan rentang usia 15 hingga 35 tahun.

Sementara mereka yang berusia 40 tahun menggunakan LINE untuk berkomunikasi dengan anaknya yang jauh dari rumah. Alasan lainnya, orang tua juga mereka terbantu dengan fitur LINE Today yang digunakan untuk mengakses berita.

Baca juga artikel terkait LINE atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Teknologi)

Reporter: Alexander Haryanto
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight