Mengukur Kekuatan Ekonomi Indonesia Tahun 2021

Oleh: Dinda Purnamasari - 7 Maret 2017
Dibaca Normal 2 menit
Indonesia disebut akan masuk dalam 10 besar negara yang akan menguasai perekonomian dunia. Bagaimana indikatornya?
tirto.id - Pada 2001, Jim O'Neill menyatakan ada empat negara berkembang (emerging market) yang tumbuh sangat pesat. Keempat negara tersebut adalah Brazil, Rusia, India, dan Cina atau yang dikenal dengan nama BRIC. Pada perkembangannya, Indonesia pun diusulkan masuk dalam rangkaian negara BRIC karena peran signifikannya pada perekonomian dunia. Bagaimana sebenarnya peran emerging market, khususnya Indonesia bagi perekonomian dunia?

Berdasarkan estimasi yang dilakukan International Monetary Fund (IMF), pada 2016, perekonomian dunia dikuasai oleh 10 negara, yaitu Cina, Amerika Serikat, India, Jepang, Jerman, Rusia, Brazil, Indonesia, Inggris dan Perancis. Dimana, kesepuluh negara ini menyumbang 61,21 persen GDP dunia. Dari kesepuluh negara tersebut, lima di antaranya masuk dalam kategori emerging market, yaitu Cina, India, Rusia, Brazil dan Indonesia.

Infografik Periksa Data Perekonomian


Dibandingkan dengan Amerika yang memiliki label sebagai negara maju, Cina berhasil menjadi pemain utama dalam perekonomian dunia. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) dunia sebesar 17,86 persen dan pertumbuhan ekonominya sebesar 6,59 persen, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang sebesar 3,08 persen. India pun menunjukan peran signifikannya dalam perekonomian dunia dengan kontribusinya yang mencapai 7,32 persen terhadap GDP dunia. Meskipun dibandingkan negara BRIC Indonesia menempati urutan terbawah, tetapi berhasil menduduki peringkat 8 dunia dengan kontribusinya pada GDP dunia sebesar 2,54 persen dan pertumbuhannya pun di atas rata-rata dunia yaitu sebesar 4,94 persen.

Peran emerging market akan semakin terasa di 2021. Diproyeksikan oleh IMF, dari sepuluh negara perekonomian terbesar dunia ini, hanya tiga negara yang akan mengalami peningkatan kontribusi dalam GDP dunia, yaitu Cina, India dan Indonesia. Kontribusi Cina terhadap GDP dunia pada 2021 akan meningkat menjadi 20,01% dari 19,62% di 2016. Sedangkan, ketujuh negara lainnya akan mengalami penurunan kontribusi pada GDP dunia. Sebagai contoh Amerika yang turun 0,3 persen pada 2021 menjadi 14,36 persen. Hal ini menjadi penanda bahwa perekonomian dunia tak lagi ditopang oleh negara maju, seperti Amerika dan Jepang, melainkan oleh negara berkembang, seperti Indonesia.

Infografik Periksa Data Perekonomian


Pada 1998 hingga 2004, kontribusi Indonesia terhadap GDP dunia berada di kisaran 1,93 hingga 2 persen dengan rata-rata kontribusi per tahunnya hanya 1,97 persen. Namun, sejak 2008, Indonesia mulai menunjukkan perannya dalam perekonomian dunia. Pada 2008, kontribusi GDP Indonesia terhadap dunia mencapai 2,12 persen dan nilainya terus meningkat menjadi 2,5 persen pada 2015. Dengan kata lain, per tahunnya, rata-rata Indonesia berkontribusi sebesar 2,33 persen terhadap perekonomian dunia. Bahkan, pada 2021, kontribusi GDP Indonesia terhadap dunia diproyeksikan mencapai 2,81 persen dan akan menempati posisi 7 dunia setelah sebelumnya berada di posisi 8 pada 2016. Nilai GDP Indonesia pun diproyeksikan akan mencapai $4,46 triliun pada 2021 dari $2,85 triliun di tahun 2016.


Infografik Periksa Data Perekonomian


Investasi merupakan penggerak utama ekonomi Indonesia. Sejak 2008 hingga 2015, per tahunnya, investasi berkontribusi rata-rata 33,51 persen bagi GDP nasional. Sedangkan, pada 2021, kontribusinya diproyeksikan mencapai 36,44 persen. Pengeluaran pemerintah pun diproyeksikan akan mengalami penurunan, jika pada 2015 kontribusinya kepada GDP sebesar 17,44 persen maka pada 2021 menjadi 16,92 persen. Ini menunjukkan bahwa pada masa yang akan datang, konsumsi tidak lagi menjadi penopang ekonomi dalam negeri.

Infografik Periksa Data Perekonomian


Selain itu, mulai 2016, pertumbuhan ekspor diproyeksikan akan berada di atas impor dengan rata-rata pertumbuhan per tahunnya akan mencapai 8,29 persen hingga 2021. Hal ini menunjukkan berkurangnya ketergantungan Indonesia terhadap negara lain. Serta, posisi Indonesia semakin diperhitungkan pada perdagangan dunia.

Senada dengan IMF, PricewaterhouseCoopers (PwC) melakukan studi terkait posisi emerging market pada tahun 2050. Pada studi yang bertajuk The Long View: How will the global economic order change by 2050?, lima negara dengan kontribusi terbesar pada GDP dunia secara berurutan adalah Cina, India, Amerika Serikat, India dan Brasil. Dari kelima negara tersebut, hanya Amerika Serikat yang saat ini bukan emerging market.

Pada 2050, nilai GDP China diproyeksikan mencapai $58,5 triliun (PPP, Konstan 2016=100). India akan memiliki GDP sebesar $44,1 triliun. Sedangkan, pada 2050, Amerika Serikat hanya akan memiliki GDP sebesar $34,1 triliun.

Indonesia sendiri diprediksi akan menempati posisi ke empat sebagai kontributor terbesar GDP dunia mengalahkan Jepang, Jerman dan Inggris. Pada 2050, PwC memproyeksikan nilai GDP Indonesia akan mencapai $10,5 triliun (PPP, Konstan 2016=100) atau tumbuh CAGR 3,38% dari 2030. Nilai GDP Indonesia pada 2030 sendiri diproyeksikan sebesar $5,4 triliun.

Baca juga artikel terkait PERIKSA DATA atau tulisan menarik lainnya Dinda Purnamasari
(tirto.id - )

Reporter: Dinda Purnamasari
Penulis: Dinda Purnamasari
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight