Menuju konten utama

Menguji Stok Masker di Kimia Farma yang Diklaim Erick Thohir "Aman"

Empat apotek jaringan Kimia Farma di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan yang kami datangi kehabisan masker dan hand sanitizer.

Menguji Stok Masker di Kimia Farma yang Diklaim Erick Thohir
Apotek kimia Farma Tebet Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2020). Tirto.id/Riyan Setiawan.

tirto.id - "Mbak, ada masker enggak?" tanya seorang pembeli kepada petugas Apotek Kimia Farma Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Maaf, Bu, stok masker kami saat ini sedang kosong," ujar petugas apotek.

Karena barang yang dicarinya tak ada, perempuan itu langsung keluar dan mencari ke tempat lain.

Apotek itu terletak di Jalan Boulevard Raya Blok J IV Nomor 08, RT09/RW02, Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Juanda, penanggung jawab apotek itu, berkata tak cuma masker, cairan antiseptik pun habis karena terus-menerus diburu oleh pembeli.

"Stok masker dan hand sanitizer di sini sudah habis," katanya kepada Tirto di lokasi, Kamis (5/3/2020).

Kelangkaan masker dan hand sanitizer di apoteknya, kata dia, sudah terjadi sejak wabah virus Covid-19 atau corona jadi pemberitaan ramai di media massa.

Apalagi ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua pasien positif corona, permintaan masker meningkat drastis.

Kimia Farma telah membuat kebijakan dengan membatasi pembelian masker maksimal dua buah per orang, dengan harga Rp2.000/buah, guna mengantisipasi penimbun.

Ia menuturkan apotek yang dikelolanya biasanya mendapatkan kiriman dari PT Kimia Farma Wilayah DKI sebanyak 4 boks, masing-masing kotak berisi 50 buah masker. Sementara untuk hand sanitizer sebanyak 12 buah seharga Rp50.000/botol dan 3 buah aseptic gel onemed seharga Rp50.200/ botol.

Juanda berkata stok masker dan hand sanitizer masih ada pada Rabu kemarin (4/3/2020), tapi seketika ludes pada hari itu juga.

"Dalam sehari bisa habis, permintaan hampir setiap menit ada saja orang yang beli. Sampai ada yang menelpon. Tapi kalau ada pasien telepon, jarang kami kasih, hanya mereka yang datang langsung," ucapnya.

Ketika stok langka, Juanda membatasi pembelian, sementara pembeli berdalih dia membeli masker maupun sanitizer melebihi yang dibatasi oleh toko untuk kebutuhan keluarga di rumah.

"Kami sedikit-sedikit hapal orang yang sudah beli. Kalau mau beli [kami sarankan] paling besoknya lagi. Itu juga kalau ada [masker dan hand sanitizer]," ucapnya.

Juanda, yang bekerja sejak 2009 di apotek itu, berkata stok masker masih stabil sebelum wabah corona. Kantor pusat biasa mengirimkan sesuai kebutuhan toko. Pembeli tidak pernah dibatasi. "Malah ada juga yang sampai memborong satu boks sekali beli," katanya.

Kini ia hanya menunggu pengiriman dari PT Kimia Farma wilayah DKI maupun pusat.

Kondisi kehabisan stok masker dan hand sanitizerterjadi juga di Apotek Kimia Farma di Jalan Percetakan Negara No. 34 A, Cempaka Putih Barat, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Jaraknya sekitar 30 menit dari Apotek Kimia Farma Kelapa Gading.

Asisten apoteker bernama Riri berkata permintaan tinggi membuat tokonya kehabisan stok masker dan hand sanitizer sejak Rabu malam pekan ini (4/3/2020).

"Tiap hari permintaan tinggi, sehari barang [masker dan hand sanitizer] datang langsung habis," katanya.

Riri tak bisa memastikan kapan masker dan cairan antiseptik itu ada lagi. Ia masih menunggu informasi dari bagian pengadaan apoteker Kimia Farma. Ia menyarankan untuk datang ke toko maupun Apotek Kimia Farma lain pada pukul 08.30-22.00 jika ingin membelinya.

"Soalnya kami tidak bisa janji," ucapnya.

"Awal-awal [sebelum virus corona merebak] boleh beli banyak, tapi dibatasi satu boks doang," kata dia, menambahkan empat boks masker biasanya habis dalam sepekan pada hari normal.

Di apotek itu, banyak pembeli hilir mudik menanyakan stok masker maupun cairan antiseptik. Namun, berkali-kali petugas apotek menjawab, "Mohon maaf, stoknya habis".

Apotek Kimia Farma di bilangan Duren Tiga pun sama: stok masker dan cairan antiseptik kosong. Salah satu apotek jaringan Kimia Farma di Tebet juga mengalami kelangkaan serupa. Kedua apotek itu berada di Jakarta Selatan.

"Untuk masker, mohon maaf, habis. Belum datang lagi hari ini," kata petugas apotek. Ia berkata masker sudah kosong di apoteknya sejak Rabu pekan ini.

"Penginnya kami ada terus [masker dan hand sanitizer] biar orang-orang dapat. Tapi, kami enggak janji kapan itu barang ada," ucapnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir pada Rabu pekan ini (4/3/2020) berkata ketersediaan masker dan hand sanitizer aman dengan harga terjangkau di apotek Kimia Farma, salah satu perusahaan pelat merah.

Erick berkata ada sekitar 215 ribu lembar di dalam 4.000 boks masker. Kimia Farma memiliki 1.300 apotek dan 600 klinik di seluruh Indonesia.

"Kami pastikan tidak ada harga-harga yang, mohon maaf, ketika masyarakat susah, Kimia Farma malah menaikkan harganya. Kami di BUMN hadir untuk rakyat sesuai visi presiden," kata Erick di Apotek Kimia Farma di kawasan Menteng Jakarta Pusat.

Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo berkata hal sama. Kimia Farma menjual masker dengan harga Rp2.000/buah. Dan, apotek hanya boleh menjual dua masker untuk satu konsumen di seluruh jaringan apotek Kimia Farma di Indonesia, ujar Verdi di lokasi yang sama.

Ia berkata Kimia Farma tengah mengusahakan memesan sekitar 7,2 juta lembar masker demi menjaga stok aman.

Kelangkaan stok masker terjadi di mayoritas apotek di Indonesia. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto bahkan mengimbau produsen masker mengurangi ekspor ke luar negeri.

Terjadi pula penimbunan. Penyidik Polres Metro Jakarta Utara pada Kamis pekan ini (5/3/2020) menyita lebih dari 60 ribu masker dari dua lokasi yang diduga gudang penimbunan masker. Sebagai langkah darurat, barang sitaan itu bahkan dijual dengan harga normal.

Stok masker yang langka di pasaran sampai-sampai membuat warga terdampak hujan abu Merapi di Jawa Tengah kesulitan mendapatkannya.

Baca juga artikel terkait WABAH VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Maya Saputri