Mengenal Fenomena Oposisi Jupiter yang Dapat Dilihat 13 Juli 2020

Kontributor: Dinda Silviana Dewi - 6 Jul 2020 11:03 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Fenomena oposisi ini menandai waktu terbaik untuk melihat sebuah planet.
tirto.id - Pada malam 13-14 Juli 2020 mendatang, planet Bumi akan berjalan melintasi orbitnya tepat di antara matahari dan planet terbesar di tata surya, Jupiter.

Perjalanan Bumi yang lebih cepat akan menempatkan Jupiter berseberangan dengan matahari, yang terjadi setidaknya setiap satu tahun sekali. Para astronom menamakan fenomena ini dengan istilah oposisi Jupiter.

Mengutip EarthSky, Oposisi Jupiter dapat dilihat pada 14 Juli 2020 pukul 08.00 pada waktu Greenwich.

Di zona waktu Amerika Serikat dapat disaksikan pada pukul 4 pagi Eastern Time, pukul 3 Central Times, pukul 2 pagi Mountain Times, pukul 1 pagi Pasific Times, pukul 12 tengah malam pergantian 13-14 Juli pada Alaska Times, dan pada 13 Juli pukul 10 malam Waktu Hawaii.

Sementara itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memprediksikan fenomena oposisi Jupiter dapat dilihat pada 14 Juli 2020 mendatang pukul 15.03 WIB, 16.03 WIT, dan 17.03 WITA di Indonesia.

Fenomena oposisi ini menandai waktu terbaik untuk melihat sebuah planet. Tidak hanya Jupiter, planet Saturnus pun juga akan mengalami fenomena oposisi ini.

Sekarang ini, planet Jupiter berada di sekitar arah matahari terbenam. Planet dengan cahaya paling terang di antara planet lain di antariksa tersebut akan naik di puncak tertinggi tengah malam, dan terbenam di arah timur ketika matahari tenggelam.

Pada oposisi Jupiter 2020 ini, Jupiter berada di samping planet Saturnus di depan rasi bintang Sagitarius.

Akan tetapi, Anda masih akan dapat membedakan kedua planet tersebut meski berada di tempat yang berdekatan. Hal tersebut dikarenakan Jupiter memiliki sinar yang lebih terang.

Tidak hanya fenomena oposisi Jupiter, LAPAN menerangkan bahwa akan ada setidaknya 16 fenomena alam lain yang menghiasi langit di Juli ini. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Konjungsi Inferior Merkurius: 1 Juli

2. Gerhana Bulan Penumbra: 5 Juli

3. Konjungsi Bulan dan Jupiter: 5-6 Juli

4. Konjungsi Bulan dan Saturnus: 6-7 Juli

5. Konjungsi Bulan dan Mars: 12 Juli

6. Konjungsi Venus-Aldebaran: 12 Juli

7. Fenomena Apgee Bulan: 13 Juli

8. Fase Perbani: 13 Juli

9. Oposisi Jupiter: 14 Juli

10. Konjungsi Bulan dan Venus: 17 Juli

11. Konjungsi Bulan dan Merkurius: 19 Juli

12. Fase Bulan Baru: 21 Juli

13. Oposisi Saturnus: 21 Juli

14. Elongasi Merkurius: 23 Juli

15. Perigee Bulan: 24 Juli

16. Puncak Meteor Delta Aquarid: 28-29 Juli


Baca juga artikel terkait FENOMENA ALAM atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari

DarkLight