Wisata di Dieng

Mengenal Dataran Tinggi Dieng dan Rekomendasi Wisatanya

Penulis: Yandri Daniel Damaledo - 26 Jul 2022 14:45 WIB
Dibaca Normal 4 menit
Mengenal wisata dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah, dan apa saja rekomendasi wisata di sana?
tirto.id - Beberapa hari belakangan ini, Dieng sedang menjadi pembicaraan di media sosial lantaran suhu dingin yang melanda, hingga menimbulkan embun es.

Fenomena suhu dingin ini merupakan fenomena alamiah yang pada umumnya terjadi di bulan-bulan musim kemarau, rentang Juli hingga September. Begitu kata Sub Koordinator Bidang Prediksi Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani kepada Tirto, Selasa (26/7).

Suhu dingin sebenarnya tidak hanya melanda Dieng, namun di wilayah Pulau Jawa hingga NTT. Fenomena ini, menarik minat para wisatawan untuk mengunjungi Dieng dan menyaksikan langsung embun es dan merasakan dinginnya suhu di sana.

Lalu, di manakan letak Dieng dan apa saja rekomendasi wisata di sana?



Di Mana Letak Dieng?


Kawasan Dieng adalah adalah salah satu dataran tinggi yang terletak di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Desa Dieng berjarak sekira 9 km dari ibu kota kecamatan atau 26 Km dari ibu kota Kabupaten Wonosobo.

Desa ini terbagi menjadi 8 RT, 2 RW dan 2 Dusun. Seluruh wilayah desa ini berada di Kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Rekomendasi Wisata di Dieng


Ada banyak destinasi wisata yang bisa dikujungi oleh para wisatawan, mulai dari gunung, bukit, kawasan Candi, telaga, dan lainnya. Berikut ini rekomendasinya.

1. Gunung Prau

Gunung Prau
Gunung Prau. foto/IStockphoto


Bagi Anda para pendaki, pasti sudah tidak asing dengan Gunung Parahu atau yang dikenal dengan nama Prau, yang memiliki tinggi 2.590 mdpl.

Gunung Prau menjadi salah satu tujuan bagi para pendaki dari berbagai wilayah.

Gunung ini merupakan tapal batas antara empat kabupaten yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo.

Pemandangan dan keindahan alamnya, menjadi salah satu daya tarik para wisatawan. Puncak dari gunung Parahu merupakan padang rumput luas yang memanjang dari barat ke timur.

Bukit-bukit dan sabana dengan sedikit pepohonan dapat dijumpai pada puncaknya. Gunung ini menjadi salah satu tujuan pendakian utama di Dataran Tinggi Dieng sebagai salah satu spot sunrise favorit bagi wisatawan.

Hutan di lereng gunung Parahu yang mengarah ke Kendal dan Batang, merupakan hutan lebat dan terdapat tumbuhan kantong semar (pitcher plants) endemik Jawa yaitu Nepenthes gymnamphora yang banyak tumbuh bersama dengan pakis resam (Glichenia linearis).

Di sekitar puncak ditemui bunga edelweiss jawa (Anaphalis maxima dan Anaphalis longifolia).

2. Bukit Sikunir

Sikunir
Bukit Sikunir. foto/IStockphoto


Destinasi lain yang tak kalah menarik utnuk dikunjungi adalah Bukit Sikunir.

Dilansir dari laman resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Wonosobo, Bukit Sikunir Dieng adalah bukit kecil fenomenal yang terletak di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng pada ketinggian 2.263 mdpl.

Tepatnya sebelah Timur Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Desa Sembungan sendiri merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa.

Bukit Sikunir sangat terkenal dengan Golden Sun Rise nya yang sangat indah dan memanjakan mata.

Waktu yang tepat untuk melihat Golden Sikunir yaitu pada musim kemarau antara Juli hingga Oktober.

Pada bulan-bulan ini cuaca jarang mendung dan kabut tidak tebal. Ini adalah waktu terbaik untuk mendapatkan spot warna keemasan Golden Sunrise Sikunir dengan jelas.

Cara menuju ke Desa Sembungan tempat Bukit Sikunir berada yaitu bisa dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewaan seperti angkot atau ojek.

Jarak dari kota Wonosobo ke Dieng memakan waktu sekitar 50 menit dengan kendaraan. Waktu yang tepat untuk melakukan pendakian ke bukit Sikunir pukul 03.30 dini hari, agar Anda bisa menyaksikan keindahan matahari terbit.

Untuk memasuki Kawasan Wisata Bukit Sikunir Anda hanya dikenai biaya tiket masuk hanya Rp5.000 per orang.

3. Telaga Warna

Telaga Warna
Telaga Warna. foto/istockphoto


Telaga Warna bisa jadi salah satu rekomendasi jika Anda sedang berkunjung ke Dieng.

Telaga ini merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Wonosobo. Nama Telaga Warna sendiri diberikan karena keunikan fenomena alam yang terjadi di tempat ini, yaitu warna air dari telaga tersebut yang sering berubah-ubah.

Terkadang telaga ini berwarna hijau dan kuning atau berwarna warni seperti pelangi. Fenomena ini terjadi karena air telaga mengandung sulfur yang cukup tinggi, sehingga saat sinar Matahari mengenainya, maka warna air telaga tampak berwarna warni.

Telaga Warna berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut, dan dikelilingi oleh bukit-bukit tinggi yang menambah pesona keindahan alam sekitar telaga warna.

Keindahan telaga warna akan lebih terasa jika pengunjung naik ke salah satu bukit yang mengelilingi telaga ini.

Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi telaga warna adalah saat pagi atau siang hari, karena pada sore hari, kabut tebal akan menutupi daerah sekitar telaga warna, sehingga pengunjung tidak dapat menikmati keindahan alamnya.

Cara menuju ke Telaga Warna yaitu Anda bisa melewati pusat Kota Wonosobo dengan Jarak sekitar 27 Km dengan waktu tempuh sekitar 40 menit menggunakan kendaraan.

Harga tiket masuk ke Telaga Warna yaitu sebesar Rp15.000 per orang. Sementara itu untuk retribusi parkir yaitu sebesar Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.

4. Komplek Candi Dieng

Candi Dieng
Candi Dieng. foto/Istockphoto


Kompleks Candi Dieng adalah salah satu kumpulan candi-candi Hindu yang terletak di kaki pegunungan Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Mengutip situs candi.perpusnas.go.id, Kawasan Candi Dieng menempati dataran pada ketinggian 2000 m di atas permukaan laut, memanjang arah utara-selatan sekitar 1900 m dengan lebar sepanjang 800 m.

Kumpulan Candi Dieng ini beraliran Syiwa yang diperkirakan dibangun antara akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9 ini diduga merupakan candi tertua di Jawa.

Kompleks Candi Dieng terdiri dari 8 bangunan. Para ahli memperkirakan bahwa Candi Dieng dibangun melalui dua tahap.

Tahap pertama meliputi Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, dan Candi Gatotkaca, diperkirakan dilakukan akhir abad 7 hingga abad 8. Pembangunan berlanjut pada tahap kedua sampai sekitar tahun 780 M.

Cara menuju lokasi Candi Dieng yaitu melalui Kota Wonosobo. Jarak dari pusat kota ke Kompleks Candi Dieng yaitu sekitar 24,2 km, dengan durasi perjalanan kurang lebih 1 jam dengan kendaraan pribadi.

Untuk akses menuju ke Kompleks Dieng, terdapat 3 jenis angkutan umum yang bisa digunakan oleh para wisatawan, yaitu shuttle bus jurusan Wonosobo-Batur, taksi dna dan jasa ojek.

Harga Tiket Masuk Kompleks Candi Dieng Harga tiket masuk ke lokasi Candi Dieng berkisar antara Rp15.000 hingga Rp30.000 per orang.

5. Kawah Sikideng

Kawah Sikidang
Landscape Kawah Sikidang, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (3/8/2018). Kawah Sikidan adalah salah satu kawah yang letaknya paling dekat dengan komplek Candi Arjuna, Dieng. tirto.id/Arimacs Wilander


Destinasi wisata lain di Dieng adalah Kawah Sikideng, yang merupakan lapangan perkawahan di Dataran Tinggi Dieng yang berada paling dekat dengan kawasan percandian Dieng, mudah dicapai, dan dinikmati karena terletak di tanah datar, sehingga juga menjadi kawah yang paling dikunjungi wisatawan.

Tapaknya berada di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara. Posisinya berada di sebelah timur dari Bukit Pangonan, berdekatan dengan Kawah Sibanteng dan Kawah Upas-Luwuk.

Harga tiket masuk ke wisata Kawah Sikideng yaitu sebesar Rp20.000. Selain ke Kawah Sikideng, pengunjung juga bisa berkunjung ke Candi Arjuna tanpa harus membeli tiket.

Cara Menuju Lokasi Candi Dieng


Anda bisa berkunjung ke Dieng, melalui Kota Wonosobo. Jarak dari pusat kota ke Kompleks Candi Dieng yaitu sekitar 24,2 km, dengan durasi perjalanan kurang lebih 1 jam dengan kendaraan pribadi.

Untuk akses menuju ke Kompleks Dieng, terdapat 3 jenis angkutan umum yang bisa digunakan oleh para wisatawan, yaitu shuttle bus jurusan Wonosobo-Batur, taksi dna dan jasa ojek.


Baca juga artikel terkait DIENG atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo


Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yantina Debora

DarkLight