Menuju konten utama

Mayjen (Purn) Soenarko Desak KPU Diskualifikasi Prabowo-Gibran

Eks Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko, ikut berunjuk rasa menolak pemilu curang di depan Kantor KPU RI. Desak Prabowo-Gibran didiskualifikasi.

Mayjen (Purn) Soenarko Desak KPU Diskualifikasi Prabowo-Gibran
Eks Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko saat berotasi ketika ikut berunjuk rasa menolak Pemilu curang di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2024). (Tirto.id/Fransiskus Adryanto Pratama)

tirto.id - Eks Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko, ikut berunjuk rasa menolak Pemilu curang di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (18/3/2024). Soenarko yang juga Ketua Dewan Pakar PKS itu datang bersama sejumlah massa yang mengatasnamakan diri Front Penegak Daulat Rakyat.

Dalam orasi politiknya, Soenarko menuntut agar KPU mendiskualifikasi pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Pasalnya, Pemilu 2024 diliputi banyak kecurangan dan ketidakjujuran. Soenarko dan massanya mengklaim telah mengetahui kecurangan dan ketidakjujuran itu jauh sebelum pemilu berlangsung.

Soenarko cs juga menuntut agar seluruh komisioner KPU diadili dan dilakukan audit forensik terhadap Sirekap KPU.

"Karena itu, saya sekali lagi menyampaikan kepada KPU dengarkan dan laksanakan 4 tuntutan kami," kata Soenarko dalam orasinya.

Soenarko juga mengatakan bahwa KPU hari ini layaknya kantor milik kolonialis karena dijaga ketat aparat penegak hukum yang seharusnya berdiri di tengah rakyat dan pemerintah. Padahal, mereka datang hanya menyampaikan aspirasi untuk menolak pemilu curang.

"Hari ini saya sangat kecewa, bahwa kantor KPU itu adalah milik rakyat, milik kami, tapi ditutup, layaknya KPU adalah rezim penjajah kolonial," tegas Soenarko.

Usai orasi, kepada awak media yang menemuinya, Soenarko mengakui bahwa dirinya merupakan Ketua Dewan Pakar PKS. Namun, dia mengaku kedatangannya pada aksi demonstrasi hari ini murni sebagai pribadi yang nuraninya terpanggil.

"Atas nurani, nggak ada urusan partai. Nggak ada urusan partai," tutur Soenarko.

Ketika disinggung kembali soal siapa yang dia maksud sebagai perampok dan penipu dalam orasinya, Soenarko enggan menjawab pasti. Dia hanya mengatakan bahwa peladen (server) milik KPU diatur sedemikian rupa untuk memenangkan pasangan tertentu.

"Sudah enggak usah ditanya bahwa yang ada di server KPU itu sudah didesain sehingga ada satu kabupaten, satu kecamatan, Anies tuh angkanya sama semua. Empat semua. Itu, kan, perampokan terhadap suara satu kelompok. Bahkan ada di Kalimantan, PSI enggak punya perwakilan tapi dapat angka. Dia merampok dari mana?" tutup Soenarko.

Baca juga artikel terkait FLASH NEWS atau tulisan lainnya dari Fransiskus Adryanto Pratama

tirto.id - Flash news
Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Fadrik Aziz Firdausi