Menuju konten utama

Maybank Rilis Amanah Pro, Solusi Keuangan Digital Haji & Umrah

Layanan Amanah Pro berfokus pada produk tabungan berbasis syariah yang dapat digunakan untuk mempersiapkan kebutuhan ibadah haji dan umrah.

Maybank Rilis Amanah Pro, Solusi Keuangan Digital Haji & Umrah
Launching Amanah Pro Maybank Indonesia di Jakarta, Rabu (5/6/2026). Merlina Aryanti/tirto.id.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Bank Maybank Indonesia Tbk berkolaborasi dengan aplikasi gaya hidup syariah ternama, Muslim Pro, menghadirkan layanan baru bernama Amanah Pro. Langkah tersebut menandai upaya baru dalam integrasi layanan keuangan dan spiritual berbasis syariah di tanah air.

Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengatakan Amanah Pro merupakan platform Islamic Banking as a Service (IBaaS) dan menjadi bagian dari strategi digitalisasi layanan perbankan. Layanan ini siap menghadirkan pengalaman perbankan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat muslim, khususnya dalam mengelola keuangan dan mempersiapkan perjalanan ibadah.

“Ini adalah bagian dari transformasi kami untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya unggul secara teknologi, tapi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat,” ujar Steffano saat acara Launching Amanah Pro Bank Maybank di Jakarta, Rabu (5/6/2026).

Ia menjelaskan, pengembangan Amanah Pro sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan yang berfokus pada peningkatan pengalaman nasabah. Melalui pendekatan tersebut, Maybank Indonesia ingin menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif dan terintegrasi dengan aktivitas keseharian pengguna.

Steffano menambahkan, sebagai bagian dari grup keuangan regional, Maybank memiliki komitmen untuk terus memperkuat layanan syariah. Langkah ini dinilai penting mengingat potensi industri keuangan syariah di Indonesia yang masih terbuka lebar.

Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia, Romy Buchari, menjelaskan Amanah Pro memanfaatkan konsep IBaaS yang memungkinkan integrasi layanan perbankan ke dalam platform digital milik mitra. Dengan model ini, para pengguna Muslim Pro dapat membuka rekening, menabung, hingga melakukan transaksi langsung melalui aplikasi.

“Melalui Amanah Pro, kami ingin mempermudah akses layanan keuangan syariah tanpa harus melalui proses konvensional seperti datang ke kantor cabang,” kata Romy.

Ia menuturkan, layanan ini berfokus pada produk tabungan berbasis syariah yang dapat digunakan untuk mempersiapkan kebutuhan ibadah haji dan umrah. Fitur yang tersedia mencakup pembukaan rekening secara digital, transfer dana, hingga pengelolaan tabungan secara fleksibel.

Menurut Romy, kehadiran Amanah Pro sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem keuangan syariah. Ia optimistis integrasi layanan finansial dan platform digital berbasis komunitas dapat mempercepat adopsi layanan perbankan syariah di masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, menyatakan dukungannya terhadap inovasi tersebut. Menurut dia, perkembangan teknologi di sektor keuangan harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus tetap memperhatikan aspek perlindungan konsumen.

“Kita ingin memastikan bahwa digitalisasi layanan keuangan membawa perubahan yang positif dan tidak merugikan masyarakat,” ujar Hekal.

Ia menambahkan, sektor perbankan memiliki peran penting sebagai penghubung antara kebutuhan pembiayaan dan dana masyarakat. Karena itu, inovasi seperti Amanah Pro diharapkan dapat memperkuat fungsi intermediasi sekaligus meningkatkan inklusi keuangan.

Hekal juga menyoroti masih rendahnya pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia dibandingkan negara lain. Ia menilai kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah ke depan.

“Kita memiliki populasi muslim terbesar di dunia, tetapi penetrasi perbankan syariah masih relatif kecil. Inisiatif seperti ini bisa menjadi salah satu pendorong pertumbuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Group Managing Director dan CEO Muslim Pro, Nafees Khundker, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari pengembangan layanan aplikasi yang lebih komprehensif. Selama ini, Muslim Pro dikenal sebagai platform yang menyediakan fitur pendukung ibadah seperti jadwal salat dan Al-Qur’an digital.

Dengan hadirnya Amanah Pro, kata Nafees, pengguna kini juga dapat mengakses layanan finansial yang mendukung perjalanan spiritual mereka. Ia menyebut langkah ini sebagai upaya menghadirkan nilai tambah bagi komunitas pengguna Muslim Pro.

“Kami ingin membantu pengguna tidak hanya dalam ibadah sehari-hari, tetapi juga dalam mempersiapkan perjalanan besar seperti haji dan umrah,” kata Nafees.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah adalah kesiapan finansial yang membutuhkan perencanaan jangka panjang. Karena itu, integrasi layanan tabungan syariah ke dalam aplikasi dinilai dapat memudahkan pengguna dalam merencanakan keuangan mereka.

Menurut Nafees, Indonesia dipilih sebagai negara pertama peluncuran karena memiliki basis pengguna Muslim Pro yang besar sekaligus potensi pasar yang signifikan. Ia optimistis layanan ini dapat berkembang pesat sebelum diperluas ke negara lain.

“Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat penting, baik dari sisi jumlah pengguna maupun potensi pertumbuhan ekonomi syariah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai kolaborasi dengan Maybank Indonesia menjadi langkah strategis karena reputasi dan pengalaman bank tersebut di sektor keuangan syariah. Sinergi ini diharapkan dapat menghadirkan layanan yang aman, terpercaya, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Amanah Pro dikembangkan sebagai platform berbasis Open API yang memungkinkan integrasi dengan berbagai layanan digital lainnya. Model ini membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan mitra nonbank untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang lebih beragam.

Dalam konteks yang lebih luas, kehadiran Amanah Pro diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi digital, layanan ini berpotensi menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya belum terjangkau layanan perbankan.

Selain itu, integrasi antara layanan finansial dan platform digital juga dinilai dapat mempercepat transformasi industri perbankan. Perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada perangkat mobile menjadi peluang bagi penyedia layanan keuangan untuk menghadirkan solusi yang lebih praktis dan efisien.

Melalui kolaborasi ini, Maybank Indonesia dan Muslim Pro berharap dapat menghadirkan ekosistem layanan yang tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga mendukung perjalanan spiritual pengguna. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah global.

Baca juga artikel terkait MAYBANK atau tulisan lainnya dari Merlina Aryanti

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Addi M Idhom