tirto.id - Materi soal dan opsi jawaban bisa menjadi pilihan dalam pelatihan modul Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk Cinta Diri dan Sesama. Simak bentuk soal dan opsi kunci jawabannya.
Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama (Kemenag) menggelar pelatihan KBC pada 22-28 April 2026. Pelatihan ini diikuti oleh guru-guru dan segenap pemangku kepentingan di madrasah.
Penyelenggaraan pelatihan KBC bertujuan agar memberikan pemahaman mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai cinta dalam pendidikan di madrasah. Tak hanya itu, pelatihan ini juga berguna dalam menyediakan strategi serta langkah-langkah konkrit dalam mengimplementasikan KBC di madrasah.
Materi Kurikulum KBC Cinta Diri dan Sesama
Kurikulum KBC mulai berlaku di lingkungan madrasah pada tahun 2025. lahirnya Kurikulum Berbasis Cinta dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap meningkatnya krisis kemanusiaan di tingkat global maupun lokal. Misalnya konflik, intoleransi, hingga maraknya kasus perundungan (bullying) dan kekerasan fisik serta psikis di lembaga pendidikan.
Melalui KBC, diharapkan dapat menjawab sejumlah fenomena seperti sikap intoleran, saling menyalahkan, hingga membenci satu sama lain karena perbedaan keyakinan.
Secara umum, KBC terdiri dari panca cinta atau 5 cinta yang mencakup cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta alam, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air. Dengan begitu, modul Cinta Diri dan Sesama akan diterima setelah guru mempelajari cinta alam.
Materi Cinta Diri dan Sesama mengkaji tentang akhlak terpuji, seperti tawakal, ikhtiar, syukur, sabar, qanaah, kreatif, produktif, dan inovatif. Materi ini juga melatih siswa untuk menghindari sifat tercela.
Muatan tentang ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dalam Islam) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan) juga dikaji secara spesifik. Mengingat materi ini juga membahas cinta sesama, maka dibahas pula adab dengan orang tua, guru, saudara, tetangga, hingga antar umat beragama.
Dalam perspektif KBC, cinta diri bukan berarti egois atau narsistik. Melainkan kemampuan untuk mengenal, memahami, menerima, dan menghargai diri sebagai ciptaan Allah yang unik dan berharga. Mencintai diri berarti memiliki self-compassion, memiliki welas asih kepada diri sendiri sebagaimana welas asih kepada orang lain.
Dengan begitu, siswa diharapkan mampu menyadari kekurangan tanpa membenci diri, belajar dari kesalahan tanpa menghukum diri. Sementara itu, cinta kepada sesama manusia berarti menumbuhkan empati yang sejati, bukan sekadar toleransi. Siswa diajak untuk berpindah dari judging ke observing, dari reaktif menuju proaktif, dari kebiasaan menghakimi menjadi kebiasaan memahami.
Dalam konteks pendidikan, seorang pendidik yang mencintai dirinya akan mampu hadir secara utuh di depan peserta didiknya. Tidak hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai penumbuh kebahagiaan belajar. Guru juga menjaga keseimbangan batin dan fisik, sehingga bisa menghadirkan empati dan kehangatan.
Opsi Jawaban Modul Kurikulum KBC Cinta Diri dan Sesama
Setelah menyelesaikan materi, peserta akan melakukan latihan yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda. Ada kesempatan sebanyak 10 kali pengulangan dalam mengerjakan soal ini.
Sementara itu, passing grade untuk pelatihan ini adalah 60. Berikut ini contoh soal dan kunci jawaban pelatihan modul Cinta Diri dan Sesama:
1. Perhatikan kalimat berikut: "Saya percaya kamu pasti bisa mengelola waktu lebih efektif."
Dalam Jurus Burger, kalimat ini menempati posisi Roti Bawah/Koneksi Akhir karena....
A. Mengidentifikasi kesalahan yang dilakukan siswa di masa lalu
B. Berisi instruksi spesifik tentang apa yang harus dilakukan.
C. Menunjukkan optimisme dan menjaga harga diri (self-esteem) siswa.
D. Memberikan pengakuan atas kerja keras yang sudah dilakukan sebelumnya.
Jawaban: c
2. Dalam Jurus Burger, bagian tengah berfungsi untuk menyampaikan koreksi tanpa memutus hubungan baik. Di bawah ini kalimat koreksi yang sesuai dengan prinsipyaitu...
A. "Bagaimana agar kamu menyerahkan laporan tidak terlalu mepet agar bisa direview lebih teliti?"
B. "Kamu malas sekali, kenapa laporannya dikumpulkan mepet?"
C. "Kamu bukan satu-satunya yang melakukan kesalahan ini."
D. "Saya sangat kecewa dengan hasil kerjamu kali ini."
Jawaban: a
3. Saat perkenalan, Angel malu mengutarakan identitas sukunya. Dalam stigma masyarakat, suku tersebut kelompok pengkhianat bangsa di jaman dahulu. Sebagai teman barunya, saran apa yang Anda berikan kepadanya?
A. "Mungkin kamu bisa berpura-pura berasal dari suku lain yang lebih diterima masyarakat. Ini akan membuat kamu lebih aman dan tidak dianggap sebagai pengkhianat."
B. "Mungkin memang lebih baik kamu sembunyikan identitasmu agar tidak menimbulkan masalah. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah diterima oleh teman-teman di sekolah."
C. "Jika kamu mengungkapkan identitas suku kamu, orang-orang pasti akan menilai kamu buruk, karena sejarah suku tersebut dianggap negatif. Jadi lebih baik jangan terlalu terbuka dengan hal itu”
D. "Kamu tidak perlu malu dengan identitasmu. Setiap suku memiliki sejarah dan budaya yang berharga. Tidak ada yang salah dengan suku tempat kamu berasal, dan orang lain seharusnya menilai seseorang berdasarkan sikap dan perbuatannya, bukan prasangka masa lalu.
Jawaban: d
4. Seorang guru memasang "Poster Cuaca Hati" di kelas agar murid bisa menempelkan stiker perasaan yang dialaminya pada setiap pagi hari. Strategi tersebut, bertujuan untuk membangun....
A. Iklim kelas yang kaku dan formal.
B. Persaingan antar murid yang merasa paling bahagia.
C. Kesadaran diri murid untuk mengenali dan menerima emosinya.
D. Kedisiplinan murid untuk datang tepat waktu.
Jawaban: c
5. “Dari jaman dulu, bullying sudah ada, bahkan lebih parah”. Pernyataan ini sering digunakan untuk menormalisasi perilaku tersebut. Analisis yang paling tepat terhadap pernyataan ini adalah…
A. Keberadaan perundungan di masa lalu tidak membenarkan keberlanjutannya saat ini
B. Perundungan yang terjadi saat ini pasti lebih ringan dibandingkan masa lalu
C. Perundungan merupakan tradisi yang tidak bisa dihilangkan dalam dunia pendidikan
D. Tingkat keparahan masa lalu menjadi alasan untuk tidak menindak kasus sekarang
Jawaban: a
6. Seorang guru sering menggunakan nada suara tinggi, menghardik, dan terkadang memberikan hukuman fisik kepada siswa yang melanggar aturan. Berdasarkan materi 5 Tipe Koneksi, guru tersebut berada pada posisi...
A. Penghukum
B. Pembuat Merasa Bersalah
C. Pemantau
D. Teman
Jawaban: a
7. Apa perbedaan mendasar antara guru yang bertindak sebagai "Teman" dan guru yang bertindak sebagai "Pemantau" dalam merespons perilaku siswa?
A. Teman menciptakan identitas gagal, sedangkan Pemantau menciptakan identitas sukses melalui kontrol internal.
B. Teman menghardik, sedangkan Pemantau mengajukan pertanyaan.
C. Teman menstabilkan identitas, sedangkan Pemantau memberikan hukuman
D. Teman cenderung merayu dan bernegosiasi, sedangkan Pemantau fokus memonitor dan mengevaluasi.
Jawaban: d
8. Salah satu tujuan petualangan Pancacinta 4 bagian 1. SEL (Social Emotional Learning) pada Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta adalah....
A. Menjadikan manusia yang mampu mengendalikan emosi bagi diri sendiri, bukan dikendalikan oleh emosi.
B. Menjadikan manusia yang mampu menghukum orang lain dengan cara yang lebih halus.
C. Menjadikan manusia yang tidak memiliki emosi sama sekali.
D. Menjadikan manusia yang mampu memahami anatomi otak manusia
Jawaban: a
9. Berdasarkan pengalaman permainan Corenglah Mukaku, refleksi profesional guru yang paling mendukung pendidikan toleransi adalah …
A. Keseragaman lebih mudah dikelola dalam pembelajaran
B. Mayoritas perlu dilatih untuk lebih bijak dalam menggunakan kekuatannya
C. Minoritas harus diperkuat agar lebih mampu menyesuaikan diri
D. Perbedaan sebaiknya diminimalkan agar tidak memicu konflik
Jawaban: b
10. Sebagai kepala Madrasah yang berada di daerah perkotaan dengan karakteristik “melting pot” atau multikultur, Anda memiliki murid yang juga beragam. Pilihlah satu program yang paling sesuai untuk kegiatan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) untuk memperkenalkan para siswa satu sama lain, serta membangun semangat kebersamaan dan toleransi antar kelompok yang berbeda.
A. Lomba akademik, untuk mengukur kemampuan akademik baik siswa yang berasal dari kota maupun yang berasal dari daerah
B. Kegiatan Ice breaking atau aktivitas mengurangi ketegangan dan perkenalan siswa yang berfokus pada interaksi yang menyenangkan
C. Kegiatan pengenalan keragaman budaya, menyiapkan sesi dimana murid-murid dapat saling bertukar informasi dalam suasana dialogis tentang kebiasaan, tradisi, dan nilai budaya melalui presentasi atau diskusi untuk meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan.
D. Pelatihan Kepemimpinan, motivasi diri, dan pengembangan karakter untuk mempersiapkan siswa masa depan
Jawaban: c
Pembaca dapat mengakses artikel mengenai contoh soal lainnya melalui tautan berikut ini:
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id



































