tirto.id - Daftar insiden kecelakaan kereta api terparah di Indonesia terus bertambah. Terbaru, kecelakaan kereta terjadi antara KRL Commuter Line dengan kereta Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat. Tercatat sebanyak 1.052.403 orang menggunakan kereta api dari Jakarta menuju stasiun tujuan di Pulau Jawa pada masa angkutan lebaran 2026.
Kendati begitu, angka kecelakaan kereta api juga terus meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta, tercatat sebanyak 183 kejadian kecelakaan kereta api periode Januari hingga September 2025. Kecelakaan tersebut melibatkan objek di jalur kereta di wilayah Daop 1 Jakarta. Dari total tersebut, 132 kasus melibatkan orang, 47 kasus melibatkan kendaraan dan empat kasus lainnya melibatkan hewan.
Terbaru, KRL Commuter Line bertabrakan dengan kereta api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Akibat kecelakaan tersebut, PT KAI mencatat 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka-luka. Data ini diperbarui pada Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB. Tak hanya itu, sejumlah jadwal perjalanan kereta api juga dibatalkan imbas kecelakaan tersebut.
Daftar Insiden Kecelakaan Kereta Api di Indonesia
Insiden KRL Commuter Line dan Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026) menambah daftar panjang kecelakaan kereta api di Indonesia. Meskipun standar keamanan terus ditingkatkan, beberapa kecelakaan tetap tercatat sebagai memori kelam karena jumlah korban dan dampak yang ditimbulkan.
Kecelakaan-kecelakaan ini umumnya disebabkan oleh kesalahan manusia, kegagalan teknis, atau masalah pada sistem persinyalan. Sejak jalur kereta api pertama kali dibangun di Indonesia pada tahun 1864, kecelakaan kereta api terparah di antaranya kecelakaan kereta Padang Panjang, tragedi Bintaro (1987), hingga terbaru KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi.
1. Insiden Kereta Api Padang Panjang (1944)
Kecelakaan ini terjadi pada pada 25 Desember 1944 karena kendala teknis berupa rem tidak berfungsi. Saat itu, kereta melintasi jalur ekstrem di Lembah Anai. Akibatnya kecelakaan tersebut, 200 orang dilaporkan meninggal dunia. Masyarakat setempat membuat kuburan massal dan Tugu Kecelakaan Kereta Api Padang Panjang sebagai pengingat peristiwa tragis ini.2. Tragedi Bintaro (1987)
Kecelakaan adu banteng KA 225 Rangkasbitung dan KA 220 terjadi pada Senin pagi, 19 Oktober 1987. Berdasarkan laporan Tirto.id yang terbit pada 19 Oktober 2020, kejadian itu terjadi di Desa Pondok Betung, sekitar 4 kilometer dari stasiun Kebayoran Lama, yang merupakan kawasan pinggir barat Jakarta Selatan.Berdasarkan data pembelian karcis, KA 225 dari Rangkasbitung membawa 700 penumpang. Sementara, KA 220 yang datang dari stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat membawa 500 penumpang. Jumlah tersebut di luar dari ratusan penumpang gelap yang memenuhi gerbong, lokomotif dan atap gerbong. Akibat kecelakaan tersebut, setidaknya 156 dilaporkan meninggal dunia dan 300 korban mengalami luka-luka.
3. Tragedi Ratu Jaya di Depok (1993)
Kecelakaan KRL Ratu Jaya terjadi 2 November 1993 di lintas Depok Lama–Citayam. Peristiwa ini melibatkan dua rangkaian KRL Ekonomi yang melaju dari arah berlawanan di jalur tunggal yang sama.Hal ini terjadi karena miskomunikasi antar petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA). Tragedi tersebut menelan korban jiwa sebanyak 20 orang dan lebih dari seratus orang luka-luka. Peristiwa ini mempercepat proyek pembangunan jalur ganda (double track) di wilayah Jabodetabek.
4. Kecelakaan KA di Brebes (2001)
Kecelakaan kereta tak terhindarkan antara KA 146 Empu Jaya dan KA 153 Gaya Baru Malam Selatan di Stasiun Ketanggungan Barat, Brebes pada 25 Desember 2001 sekitar pukul 04.33 WIB. Insiden ini terjadi saat KA 146 melanggar sinyal masuk stasiun dan menabrak kereta yang sedang menunggu untuk bersilangan. Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 31 dilaporkan meninggal dunia.5. KA Argo Anggrek vs Senja Utama di Pemalang (2010)
Kereta Argo Bromo Anggrek dan Kereta Senja Utama terjadi karena Kereta Argo Bromo Anggrek menerobos jalur. Akibatnya, KA Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya menabrak bagian belakang KA Senja Utama Semarang yang sedang berhenti.Kecelakaan ini terjadi pada 2 Oktober 2010 pukul 02.48 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan. Akibatnya, 31 penumpang KA Senja Utama meninggal dunia.
6. Kecelakaan KA Turangga dan KA Lokal Bandung Raya (2024)
Kecelakaan tragis terjadi antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng-Bandung dan Commuterline Bandung Raya pada Jumat (5/1/2024) pukul 06.03 WIB. Kejadian tersebut terjadi di kilometer 181+700, petak jalan antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka. Akibat kecelakaan ini, tiga orang meninggal dunia dan 28 lainnya luka-luka.7. KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi (2026)
Kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur melibatkan rangkaian KRL yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek. Berdasarkan data terbaru yang disampaiakn oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin per Selasa (28/4), pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia."Update pukul 08.45 WIB, 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," kata Bobby, dikutip dari Antaranews, Selasa (28/4/2026).
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





































