Menuju konten utama

Ma'ruf Amin Pamit Mundur dari Jabatan Rais Aam PBNU

"Kami pamit sekaligus memberi tahu dan memohon dukungan dan doa terkait pencalonan saya sebagai bakal calon wakil presiden."

Ma'ruf Amin Pamit Mundur dari Jabatan Rais Aam PBNU
Agus Martowardojo berjabat tangan dengan Ma'ruf Amin saat membuka diskusi panel MUI dengan tema Peran Ekonomi Syariah dalam Arus Baru Ekonomi Indonesia, Jakarta, Senin (24/7). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

tirto.id - Bakal calon wakil presiden pemilihan 2019, Ma’ruf Amin menyatakan pamit mundur dari jabatan Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada sejumlah kiai sepuh yang ditemuinya di Jawa Timur, Senin (3/9/2018).

"Kami pamit sekaligus memberi tahu dan memohon dukungan dan doa terkait pencalonan saya sebagai bakal calon wakil presiden yang akan berpasangan dengan Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019," kata Ma'ruf kepada wartawan di Surabaya, Senin malam.

Selain menemui sejumlah ulama dan pengurus Nahdlatul Ulama di wilayah setempat. Ma'ruf Amin juga menemui KH M Anwar Mansyur yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur.

Pada Senin (3/9/2018) Ma’ruf juga menemui sejumlah ulama dan kiai di Pondok Pesantren Tebuireng dan Tambak Beras di Kabupaten Jombang, serta malam harinya bertemu dengan para kiai dan ulama serta pengurus wilayah NU di Surabaya, Jawa Timur.

Pada hari ini Selasa (4/9/2018) ulama yang pernah menjabat Dewan Pertimbangan Presiden pada masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu akan melanjutkan kunjungannya ke Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur.

"Dalam kunjungan ini, saya berkesempatan menyampaikan secara resmi dengan bertatap muka di hadapan para kiai, ulama dan seluruh pengurus cabang dan wilayah NU di Jawa Timur, terkait pencalonan diri saya sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Bapak Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019," ucapnya.

Ketika ditanya kapan secara resmi akan melepas jabatan Rais Aam Syuriah PBNU, ulama asal Tangerang, Banten, itu hanya menjawab, "Nanti ada waktunya."

Selain itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang mendampingi kunjungan Ma`ruf Amin di Jawa Timur mengatakan, pamitan kepada para ulama dan kiai di Jawa Timur itu hanya untuk menyampaikan bahwa dalam waktu dekat tidak bisa aktif di Rais Aam Syuriah PBNU.

"Beliau pamit dan sekaligus memohon doa restu kepada kiai dan ulama di Jawa Timur untuk maju sebagai calon wakil presiden, otomatis juga mohon izin tidak bisa aktif di Rais Aam Syuriah NU selama masa kampanye di Pemilihan Presiden 2019 nanti," katanya.

Sebelumnya, Kamis malam (30/8/2018) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan mereka baru akan membahas posisi Ma'ruf Amin sebagai Rais Aam di organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam itu setelah 20 September 2018. Tanggal itu merupakan jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan kandidat capres-cawapres di Pilpres 2019.

Rencana itu diungkapkan oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj sebelum menghadiri acara Silaturahmi Nasional Pengurus Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Seluruh Indonesia, di Jakarta.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019

tirto.id - Politik
Sumber: antara
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani