Menuju konten utama

Manfaat dan Waktu yang Tepat untuk Berjemur saat Karantina Diri

Terdapat 7 manfaat sinar matahari pagi yang kita dapatkan saat berjemur, salah satunya meningkatkan imunitas. Berikut ini penjelasannya masing-masing.

Manfaat dan Waktu yang Tepat untuk Berjemur saat Karantina Diri
Ilustrasi berjemur. FOTO/Istock

tirto.id - Manfaat sinar matahari pagi erat kaitannya dengan aktivitas berjemur. Berjemur adalah kegiatan yang dilakukan dengan cara duduk atau berbaring di bawah sinar matahari pagi.

Berjemur bisa dijadikan salah satu kegiatan yang memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Terlebih kegiatan ini baik dilakukan secara rutin dalam kondisi masyarakat sekarang ini yang sedang menjalani masa karantina di rumah atau dalam kondisi Work From Home (WFH).

Sinar matahari pagi tidak hanya memberikan kehangatan namun juga memberikan manfaat secara biologis bagi kesehatan manusia.

Manfaat Sinar Matahari Pagi untuk Berjemur

Dilansir dari Sleep Advisor, berjemur memberikan manfaat diantaranya:

1. Mendapatkan Vitamin D

Tubuh manusia membutuhkan sinar matahari pagi untuk membantu tubuh meningkatkan produksi vitamin D. Meski vitamin D bisa didapatkan dengan cara mengonsumsi suplemen, vitamin D bisa didapatkan dengan cara alami yaitu dengan menggunakan sinar matahari pagi.

2. Meningkatkan Imunitas

Vitamin D juga memiliki peranan dalam sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh akan menggunakan vitamin D untuk mendukung kinerja sel T yang berfungsi sebagai garis depan pertahanan melawan penyakit yang disebabkan oleh virus. Apabila vitamin D tidak mencukupi kebutuhan sistem metabolisme tubuh akan memudahkan tubuh terjangkit virus yang membuat Anda sakit.

3. Kesehatan Tulang

Selain membantu kinerja sel T untuk melawan virus yang masuk. Vitamin D yang diperoleh dari sinar matahari pagi dapat membantu tubuh menyerap kalsium dengan baik. Apabila penyerapan kalsium terjadi dengan baik maka kalsium yang sudah diserap dapat berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang hingga membuat tulang menjadi kuat.

4. Meningkatkan Fungsi Mata

Vitamin yang bisa didapatkan dari berjemur tak hanya vitamin D namun juga ada vitamin D3. Vitamin D3 berfungsi untuk kesehatan mata yaitu dalam segi memperlambat degenerasi makula, yang merupakan penyebab utama kebutaan pada lansia. Vitamin D3 juga dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi mata secara keseluruhan. Namun, ketika berjemur Anda tidak boleh melihat langsung ke matahari dengan mata terbuka. Anda bisa menggunakan kacamata bila ingin melihat ke atas.

5. Metabolisme Tubuh

Sinar matahari pagi juga memiliki peranan penting bagi metabolisme tubuh. Paparan sinar matahari dapat membantu mempercepat metabolisme, dan mendorong tubuh untuk mempertahankan berat badan yang sehat. Selain itu, paparan sinar matahari akan membantu tubuh untuk melepaskan nitric oxide.

6. Meningkatkan Kualitas Tidur

Manusia umumnya membutuhkan waktu istirahat untuk tidur minimal delapan jam sehari. Apabila Anda memiliki keluhan waktu tidur hal itu kemungkinan karena ada kesalahan dalam metabolisme tubuh. Berjemur bisa memberi manfaat tubuh untuk menjaga jam tidur Anda tetap sinkron.

Vitamin dari sinar matahari pagi juga memberi manfaat untuk membantu tubuh memproduksi hormon dengan baik dan juga dapat meningkatkan nafsu makan. Anda bisa memulai memperbaiki kualitas dan pola tidur yang tidak teratur dengan cara berjemur di bawah sinar matahari pagi pada waktu yang sama setiap hari. Rutinitas tersebut akan membantu mengatur jam tidur.

7. Mencegah Depresi

Ketika Anda dalam kondisi yang buruk dan banyak hal yang dipikirkan. Anda bisa memanfaatkan sinar matahari pagi untuk menghilangkan stres yang mungkin menjadi depresi. Paparan sinar matahari yang masuk ke dalam tubuh dapat meningkatkan kadar serotonin, yang merupakan hormon bahagia di otak. Meskipun ini bukan pengganti perawatan dari seorang psikolog atau psikiater, sinar matahari bisa memulihkan keadaan bila tubuh menyerap sinar matahari pagi.

Manfaat sinar matahari pagi yang baik bagi metabolisme tubuh dan meningkatkan imunitas itulah yang membuat kegiatan ini baik dilakukan pada saat kita menghadapi kondisi pandemi virus Covid-19.

Kandungan sinar matahari pagi dapat membuat produksi vitamin dalam tubuh menjadi lebih baik. Ketika produksi vitamin terpenuhi maka tubuh dapat memproteksi diri dari serangan virus karena imunitas yang ada dalam tubuh.

Namun, berjemur juga harus memperhatikan metode dan cara dalam menjalankannya. Hal ini diterapkan guna menghindari dampak buruk dari paparan sinar matahari pagi. Salah satu prosedur yang harus diperhatikan adalah waktu. Berjemur tidak bisa dilakukan sembarangan, karena kandungan vitamin yang diberikan matahari berbeda setiap masanya.

Waktu yang baik untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi yaitu antara jam 8 hingga 10 pagi. Apabila Anda melakukan kegiatan berjemur melewati jam 10 pagi maka sinar matahari yang masuk dalam tubuh justru bisa meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Durasi berjemur juga harus diperhatikan, Anda bisa melakukan kegiatan ini selama 10 sampai 15 menit pada periode pertama. Setelah tubuh dan kulit mulai terbiasa Anda bisa memperpanjang durasi sesuai kebutuhan.

Cara Aman Saat Berjemur

Anda juga perlu menggunakan beberapa metode untuk menjaga keamanan tubuh seperti dilansir dari Healthline, melakukan beberapa hal ini efektif untuk menjaga kondisi tubuh tetap aman saat berjemur:

  • Kenakan SPF 30 atau lebih di bagian rambut, tangan, kaki, bibir, wajah, lima belas menit sebelum melakukan kegiatan berjemur
  • Jangan menggunakan tanning bed karena berbahaya dan juga tidak memberikan kandungan sinar UVB untuk merangsang produksi vitamin D
  • Beristirahatlah di tempat teduh ketika Anda mulai merasa panas
  • Minumlah air jika Anda menghabiskan waktu yang lama di bawah sinar matahari
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung lycopene dalam jumlah besar, yang dapat membantu mencegah kemerahan kulit akibat sinar UV salah satunya tomat

Baca juga artikel terkait BERJEMUR atau tulisan lainnya dari Cornelia Agata Wiji Setianingrum

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Cornelia Agata Wiji Setianingrum
Penulis: Cornelia Agata Wiji Setianingrum
Editor: Yantina Debora
Penyelaras: Ibnu Azis