Menuju konten utama

Malaysia Akan Objektif Usut Kasus Kematian Kim Jong-nam

"Kami tidak punya alasan untuk melakukan sesuatu yang membuat Korea Utara tampak buruk, tapi kami akan objektif," kata Najib di Kuala Lumpur.

Malaysia Akan Objektif Usut Kasus Kematian Kim Jong-nam
Kim Jong Nam. Foto/Alchetron

tirto.id - Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengatakan pihaknya akan objektif dalam menyelidiki kematian Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

"Kami tidak punya alasan untuk melakukan sesuatu yang membuat Korea Utara tampak buruk, tapi kami akan objektif," kata Najib di Kuala Lumpur, dikutip dari Antara, Senin (20/2/2017).

Kim Jong-nam meninggal Senin pekan lalu, tak lama setelah diserang beberapa orang di aula keberangkatan Bandara Internasional Kuala Lumpur, saat akan terbang ke Makau.

Najib menambahkan dia berharap Korea Utara memahami bahwa Malaysia harus menerapkan aturan hukum dalam perkara itu.

Sebelumnya dilaporkan, para tersangka yang diburu polisi Malaysia karena menjadi otak pembunuhan Kim Jong-nam, diyakini telah kembali ke Pyongyang. Menurut laporan terbaru, keempat buronan itu meninggalkan Malaysia dan singgah di Jakarta beberapa saat setelah pembunuhan itu terjadi.

Keempat tersangka itu adalah Rhi Ji-hyon (tiba di Malaysia pada 4 Februari), Hong Song-hac (tiba pada 31 Januari), O Jong-gil (tiba pada 7 Februari) dan Ri Jae-nam (tiba 1 Februari). Mereka terbang ke Jakarta dari Bandara Internasional Kuala Lumpur beberapa saat setelah Kim Jong-nam dibunuh di bandara itu.

Dari Jakarta, mereka berbalik kembali ke arah barat meneruskan terbang ke Dubai. Dari Dubai, mereka lantas balik lagi ke arah timur untuk terbang ke Vladivostok, Rusia. Barulah dari sini, mereka terbang ke Pyongyang.

"Mereka mungkin menempuh rute panjang demi mengelabui pihak berwajib," kata beberapa sumber.

Menanggapi informasi ini, Deputi Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia Tan Sri Noor Rashid Ibrahim mengatakan polisi Malaysia tengah bekerja sama dengan Interpol dan lembaga-lembaga terkait lainnya di luar negeri guna melacak keempat tersangka pembunuhan ini.

Prioritas pertama polisi Malaysia adalah mengumpulkan semua bukti menyangkut keterlibatan keempat tersangka dalam kasus pembunuhan ini. "Rencana berikutnya adalah menangkap mereka. Kami akan menggunakan segala sumber daya untuk memburu mereka," kata Noor Rashid dalam jumpa pers.

Polisi Malaysia tidak peduli pada kemungkinan ada motif politik di balik pembunuhan itu.

"Yang kami pedulikan adalah mengapa mereka melakukan kejahatan semacam itu di negara kita. Sudut politik apa pun bisa dikesampingkan karena bukan tugas kami mengkhawatirkan masalah politik. Kami ingin mencari kebenaran dan mengadili pelakunya," kata Noor Rashid.

Seperti diketahui, polisi baru menangkap dua perempuan eksekutor pembunuhan Kim Jong-nam, yakni warga Vietnam bernama Doan Thi Huong dan WNI bernama Siti Aisyah. Sementara itu, Jumat (17/2/2017) pekan lalu polisi Malaysia menangkap seorang warga Korea Utara bernama Ri Jong-chol (47) yang memasuki Malaysia 6 Agustus tahun lalu.

Baca juga artikel terkait PEMBUNUHAN KIM JONG NAM atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Hukum
Reporter: Alexander Haryanto
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto