Makna Kenaikan Isa Almasih 2021 yang Bersamaan Idul Fitri 1442 H

Oleh: Yonada Nancy - 12 Mei 2021
Dibaca Normal 2 menit
Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah atau Lebaran tahun ini bersamaan dengan peringatan Hari Kenaikan Isa Al Masih 2021 Masehi.
tirto.id - Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah atau Lebaran tahun ini bersamaan dengan peringatan Kenaikan Isa Al Masih 2021 Masehi. Ini bukan pertama kali perayaan dua hari besar keagamaan yang berbeda dan memiliki makna khusus bagi pemeluknya masing-masing terjadi secara berbarengan di Indonesia.

Andi Pangerang melalui tulisannya berjudul "Idul Fitri 1442 H Bertepatan dengan Kenaikan Isa Al Masih M?" yang dimuat di laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan, kejadian serupa pernah terjadi pada 1727 silam, dan akan terulang kembali 200 tahun yang akan datang yakni pada 2248.

Idul Fitri atau Lebaran dirayakan oleh umat Islam sebagai hari kemenangan setelah menunaikan puasa di bulan Ramadhan selama sebulan penuh. Sedangkan Kenaikan Isa Al Masih atau Kenaikan Yesus Kristus diperingati oleh umat Nasrani di Indonesia, baik Kristen Katolik maupun Kristen Protestan.

Peringatan hari keagamaan yang berbeda ini terbilang istimewa lantaran langka terjadi. Selain menjadi hari besar bagi umat agama masing-masing, perayaan Lebaran dan Kenaikan Isa Al Masih tahun ini bisa menjadi momen untuk mempererat toleransi antar umat beragama di Indonesia.

Di Indonesia, perayaan Hari Kenaikan Isa Al Masih ditetapkan sebagai hari libur nasional. Kenaikan Yesus Kristus diperingati pada 39 hari setelah Minggu Paskah, 40 hari setelah Sabtu Paskah, atau 41 hari setelah Jumat Agung.

Tahun 2021 Masehi ini, Hari Paskah jatuh pada Minggu tanggal 4 April 2021. Maka 39 hari setelahnya, yakni tanggal 13 Mei 2021, merupakan Hari Kenaikan Isa Al Masih yang kebetulan berbarengan dengan Hari Raya Idul Fitri bagi umat muslim sebagaimana yang ditetapkan dalam hasil Sidang Isbat oleh Kementerian Agama RI.


Makna Hari Kenaikan Isa Almasih

Kenaikan Isa Almasih atau Yesus Kristus merupakan satu dari empat kejadian penting dalam kepercayaan umat Kristiani.

Dikutip dari laman Gereja Ibu Teresa Paroki Cikarang, empat kejadian penting tersebut adalah Kelahiran Kristus (Natal), Wafatnya Yesus Kristus (penebusan dosa), Paskah (Kebangkitan Kristus), dan Kenaikan Yesus Kristus ke surga.

Hari Kenaikan Isa Almasih dipercaya sebagai momen Yesus Kristus naik ke surga sambil disaksikan oleh murid-murid-Nya.

Dilansir Antara, kejadian ini tercatat dalam Kisah Para Rasul, di mana Yesus berpesan "...kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Kisah kenaikan Yesus Kristus ini kemudian diabadikan dalam seni Kristen sejak abad ke-9 Masehi.


Ada dua pesan iman dari Kenaikan Yesus Kristus ke surga. Pertama yaitu agar mereka yang beriman tidak perlu takut dan khawatir sebagai perpanjangan Tuhan melanjutkan karya-karya-Nya.

Kenaikan Yesus ke surga memperkokoh keyakinan bagi umat Kristiani bahwa Tuhan hidup. Dengan demikian, umat Kristiani tidak perlu takut karena Yesus berjanji tidak akan pergi dan akan terus menyertai mereka yang beriman.

Pesan kedua adalah agar senantiasa bersukacita dan semangat melayani bahkan di kehidupan yang penuh penderitaan. Ini karena Tuhan selalu ada bersama umat di masa yang paling sulit sekalipun.

Selain itu, Hari Kenaikan Isa Almasih juga mengajarkan kepada manusia agar tidak hanya hidup dalam kenikmatan duniawi, tetapi juga memperhatikan kehidupan spiritual.

Hal ini sesuai dengan pendapat penulis Kristen bernama Lawrence Darmani, yang menyebutkan bahwa kenaikan Yesus Kristus ke surga merupakan bukti nyata adanya kehidupan setelah kematian.


Baca juga artikel terkait KENAIKAN ISA ALMASIH atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight