Mahfud MD Gelar Rapat Lintas Kementerian Usut Tragedi Kanjuruhan

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 3 Okt 2022 08:14 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Mahfud beserta kementerian/lembaga yang di bawah koordinasinya akan meneliti tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan orang tewas.
tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebut Presiden Jokowi memintanya untuk mengambil langkah pada insiden kericuhan di Stadion Kanjuruhan dalam waktu kurun 24 jam.

"Presiden setelah tadi pagi menyampaikan instruksi langsung kepada masyarakat Indonesia, juga langsung juga meminta saya untuk segera secepatnya tidak boleh lebih dari 24 jam ke depan untuk mengadakan rakor lintas kementerian dan lembaga serta organisasi terkait untuk mengambil langkah-langkah," kata Mahfud dalam keterangannya, Minggu (2/10/2022).

Setidaknya ada beberapa hal yang menjadi tugas utama Mahfud. Pertama, Mahfud diminta untuk meneliti potensi ada pelanggaran hukum pidana atau tidak dalam kasus kericuhan Stadion Kanjuruhan.

Kedua, Mahfud diminta untuk melaksanakan rehabilitasi dan penyantunan kepada korban dan keluarga korban yang tengah dalam perawatan maupun meninggal dunia.

"Kemudian diminta untuk mengantisipasi pengelolaan dunia sepak bola Liga Indonesia ke depan agar menjadi lebih tertib dan lebih beradab dan tidak memberi image jelek di dunia internasional," jelas Mahfud.

Mahfud akan menggelar rapat dengan sejumlah stakeholder seperti Menko PMK, Menteri Kesehatan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Dalam Negeri, Menteri Sosial, Panglima TNI, Kapolri, KONI dan PSSI di kantor Kemenko Polhukam, Senin (3/10/2022).

Mereka akan membahas sejumlah langkah cepat yang diambil dalam menyikapi kasus insiden Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang sebagaimana arahan Presiden Jokowi.

"Presiden meminta agar langkah secepatnya diambil sehingga secepat kita rapat secepat langkah-langkah untuk melaksanakan keputusan rapat untuk tujuan itu tadi perbaikan dunia pesepakbolaan ke depan dan meneliti jika ada tindakan hukum, pelanggaran hukum atau sabotase di dalam peristiwa itu untuk diteliti dan ditindak dengan tepat sesuai aturan hukum siapa pun dia, siapa pun yang Sengaja maupun siapa pun yang lalai di dalam terjadinya peristiwa ini," tutur Mahfud.

Pertandingan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya berakhir dengan skor 2-3. Ribuan suporter Arema FC turun ke lapangan meluapkan emosi karena timnya kalah. Setelah itu aparat melakukan tindakan, salah satunya penembakan gas air mata.

Berdasarkan penuturan saksi mata, aparat juga menembakan gas air mata ke arah tribun, di mana di sana ada suporter yang tidak ikut-ikutan turun ke lapangan. Akibatnya mereka terkena kepulan asap gas hingga mereka berupaya menyelamatkan diri.

Namun sayang dalam insiden itu justru jatuh banyak korban. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan jumlah korban tewas akibat tragedi di Kanjuruhan mencapai 125 orang.

"Terkonfirmasi sampai saat ini terverifikasi yang meninggal jumlahnya dari awal diinformasikan 129, saat ini data terakhir dari hasil pengecekan oleh DVI dan diverifikasi dengan dinas kesehatan jumlahnya 125 karena ada yang tercatat ganda," kata Sigit.

Selain korban jiwa, sekitar 13 mobil rusak dalam kejadian tersebut, 10 di antaranya mobil dinas milik Polri, mobil patroli, mobil truk Brimob, mobil Patwal, mobil K9 dan juga ada mobil pribadi.

Presiden Jokowi sudah mengambil sikap atas kejadian yang menewaskan ratusan jiwa tersebut. Ia memerintahkan ada pemberian pengobatan kepada para korban. Jokowi juga menginstruksikan penghentian Liga 1 serta pengusutan atas tragedi tersebut.

"Khusus kepada kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini. Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan," kata Jokowi dalam keterangannya.

Pemerintah juga sudah mulai memberikan bantuan berupa pengobatan gratis kepada para korban insiden di Stadion Kanjuruhan secara gratis.

"Pemprov Jatim sudah mulai mencicil, memberikan santunan, takziah kepada ahli waris korban yang meninggal. masing-masing dari Pemprov 10 juta. Kalau warga kota Malang, maka dari Pemkot Malang juga 10 juta. Jikalau warga Pemkab Malang, dari pemkab Malang juga 10 juta dan dari bank Jatim 5 juta," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.


Baca juga artikel terkait TRAGEDI KANJURUHAN atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Fahreza Rizky

DarkLight