Menuju konten utama

Lirik Lagu "Sepohon Kayu" yang Dinyanyikan Jefri Al-Buchori

Berikut ini lirik lagu Jefri Al-Buchori "Sepohon Kayu" lengkap dengan chord atau kunci gitarnya. Simak artikel ini untuk melihat makna lirik "Sepohon Kayu".

Lirik Lagu
Ilustrasi musik. Adapun lirik lagu Jefri Al-Buchori "Sepohon Kayu" dibutuhkan untuk memainkan musik dan lagu religi Islam. FOTO/Istockphoto

tirto.id - Lirik lagu Jefri Al-Buchori “Sepohon Kayu” bisa digunakan ketika Anda ingin menyanyikannya, namun belum hafal atau tidak akrab dengan lariknya. Lantas, bagaimana lirik “Sepohon Kayu” dan apa saja kunci chord-nya?

Berbicara tentang lirik lagu “Sepohon Kayu Daunnya Rimbun”, lantunan ini termuat dalam lagu religi Islam yang bisa dikatakan populer. Lagu ini sebenarnya sudah ada sejak 1997 silam, melalui rilisan grup bernama Nasjid Saujana.

Adapun “Sepohon Kayu” lirik sebagai judul lagu mengalami peningkatan popularitas ketika dibawakan almarhum Jefri Al-Buchori pada 2005 lalu. Pria yang kerap disapa Uje ini menyanyikan lagu tersebut berdasarkan versinya sendiri.

Lirik Lagu Jefri Al Buchori “Sepohon Kayu”

Sebagai salah satu lagu religi Islam, “Sepohon Kayu” kerap mempertanyakan tentang “bila tak sembahyang apa gunanya?”. Pertanyaan tersebut diawali dengan berbagai istilah yang mengandung kias hingga kata-kata yang akrab dengan kehidupan sehari-hari.

Berikut ini lirik “Sepohon Kayu” yang dinyanyikan Jefri Al-Buchori.

Sepohon kayu daunnya rimbun

Lebat bunganya serta buahnya

Walaupun hidup Seribu tahun

Bila tak sembahyang apa gunanya?

Walaupun hidup Seribu tahun

Bila tak sembahyang apa gunanya?

Kami bekerja sehari-hari

Untuk belanja rumah sendiri

Walaupun hidup Seribu tahun

Bila tak sembahyang apa gunanya?

Walaupun hidup Seribu tahun

Bila tak sembahyang apa gunanya?

Kami sembahyang fardhu sembahyang

Sunah pun ada bukan sembarang

Supaya Allah menjadi sayang

Kami bekerja hatilah riang

Supaya Allah menjadi sayang

Kami bekerja hatilah riang

Kami sembahyang Limalah waktu

Siang dan malam sudahlah tentu

Hidup di kubur yatim piatu

Tinggallah seorang dipukul dipalu

Hidup di kubur yatim piatu

Tinggallah seorang dipukul dipalu

Dipukul dipalu sehari-hari

Barulah ia sadarkan diri

Hidup di dunia tiada berarti

Akhirat di sana sangatlah rugi

Hidup di dunia tiada berarti

Akhirat di sana sangatlah rugi

Chord Lirik Lagu Jefri Al Buchori “Sepohon Kayu”

Lirik lagu “Sepohon Kayu Daunnya Rimbun” beserta chord atau kunci gitarnya dapat dimanfaatkan seseorang ketika ingin membawakan irama lagu tersebut. Pemanfaatan chord ini sebenarnya bervariasi, tergantung kebutuhan dan keinginan tingkat tinggi-rendah nadanya.

Berikut salah satu versi chord “Sepohon Kayu” lengkap dengan liriknya.

Intro:

Gm D7, Cm Gm

Gm Cm, D7 Gm

Gm D

Sepohon kayu daunnya rimbun

Gm D

Lebat bunganya serta buahnya

Cm Gm

Walaupun hidup seribu tahun

D Gm

Kalau tak sembahyang apa gunanya

Gm D

Kami bekerja sehari-hari

Gm D

Untuk belanja rumah sendiri

Cm Gm

Walaupun hidup seribu tahun

D Gm

Kalau tak sembahyang apa gunanya

Gm D

Kami sembahyang fardu sembahyang

Gm D

Sunah pun ada bukan sembarang

Cm Gm

Supaya Allah menjadi sayang

D Gm

Kami bekerja hatilah riang

Bridge:

Gm D7 Cm Gm

Gm Cm D7 Gm

Gm D

Kami sembahyang lima lah waktu

Gm D

Siang dan malam sudahlah tentu

Cm Gm

Hidup dikubur yatim piatu

D Gm

Tinggalah seorang dipukul dipalu

Gm D

Dipukul dipalu sehari-hari

Gm D

Barulah ia sadarkan diri

Cm Gm

Hidup didunia tiada berarti

D Gm

Akhirat disana sangatlah rugi

Outro:

Gm D7 Cm Gm

Makna Lagu Lirik “Sepohon Kayu Daunnya Rimbun”

Lirik lagu Jefri Al-Buchori “Sepohon Kayu” mengandung makna-makna religius bagi seluruh umat Muslim. Sebagai salah satu contohnya, syair pada bait pertama lagu ini menyiratkan makna akan pentingnya ibadah.

Adapun lirik-lirik itu memberikan arti bahwa hidup seribu tahun tidak akan berguna, apabila seseorang beragama Islam tidak menjalankan ibadah. Perumpamaan ini disampaikan lewat kiasan yang begitu dekat dengan kehidupan, sehingga bisa dicerna secara umum.

Bukan hanya itu, lirik “Sepohon Kayu” juga memberikan petuah kepada umat manusia agar selalu mengingat Allah SWT. Terlepas dari berbagai kegiatan yang diusahakan, sembahyang dan kehendak-Nya tetap menjadi urusan utama.

Baca juga artikel terkait LIRIK LAGU atau tulisan lainnya dari Cornelia Agata Wiji Setianingrum

Kontributor: Cornelia Agata Wiji Setianingrum
Penulis: Cornelia Agata Wiji Setianingrum
Editor: Dhita Koesno
Penyelaras: Yuda Prinada