Langkah Baru Facebook Hadapi Skandal Cambridge Analytica

Oleh: Yulaika Ramadhani - 29 Maret 2018
Facebook akan mengusulkan pembaruan terhadap persyaratan layanan dan kebijakan data situs web
tirto.id - Facebook memberi kendali lebih atas privasi penggunanya dengan membuat manajemen data lebih mudah dan mendesain ulang menu pengaturan.

Langkah ini butuh dilakukan di tengah skandal pelanggaran yang mengungkap informasi pribadi jutaan pengguna dan diduga digunakan oleh konsultasi politik.

Sebagaimana diberitakan Reuters, Facebook mengatakan pihaknya akan mengusulkan pembaruan persyaratan layanan dan kebijakan data situs web media sosial dalam beberapa minggu mendatang. Hal ini dilakukan untuk lebih menguraikan informasi apa yang dikumpulkannya dan bagaimana pihaknya menggunakannya.

"Kami telah mendengar dengan lantang dan jelas bahwa pengaturan privasi dan alat penting lainnya terlalu sulit untuk ditemukan, dan bahwa kami harus berbuat lebih banyak untuk membuat orang tetap mendapat informasi," kata Erin Egan, kepala privasi Facebook dilansir BBC.

Selain mendesain ulang menu pengaturannya di perangkat seluler, Facebook mengatakan pihaknya menciptakan menu pintas privasi baru, di mana pengguna akan dapat lebih mengamankan akun mereka dan mengontrol informasi pribadi. Pihaknya juga akan memungkinkan pengguna meninjau dan menghapus data yang telah mereka bagikan, termasuk kiriman dan permintaan pencarian.

Pengguna akan dapat mengunduh data yang dibagikan ke Facebook, termasuk foto yang diunggah, kontak yang ditambahkan ke akun mereka, dan kiriman pada lini masa.

Facebook menghadapi kecaman global setelah seorang pengungkap fakta mengatakan bahwa data dari jutaan pengguna diambil secara tidak benar oleh konsultan Cambridge Analytica untuk menargetkan pemilih Amerika Serikat dan Inggris dalam pemilihan umum dengan selisih hasil yang tipis.

Saham Facebook turun hampir 18 persen sejak 16 Maret, ketika pertama kali mengakui bahwa data pengguna telah disalurkan secara tidak benar ke Cambridge Analytica, menggerogoti hampir 100 miliar dolar AS dari nilai pasar perusahaan.


Baca juga artikel terkait FACEBOOK atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Yulaika Ramadhani
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight