Lama Menyusui Bisa Pengaruhi Kecenderungan Anak Kidal

Oleh: Febriansyah - 10 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Durasi lama menyusui menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi kidal atau tidak.
tirto.id - Apakah Anda sering menulis atau melakukan aktivitas yang lain dengan tangan kiri? Mungkin Anda termasuk orang yang saat masih bayi disusui selama lebih dari 9 bulan atau minum susu kerap memakai botol. Menurut penelitian, durasi menyusui bisa mempengaruhi kecenderungan kidalnya seseorang.

Dilansir Times Now News, penelitian dari University of Washington menjelaskan bahwa durasi menyusui bagi anak dapat menentukan tangan sebelah mana yang paling dominan. Penelitian ini juga menunjukkan prevalensi (kelaziman) kidal lebih rendah di antara bayi yang disusui.

Bayi yang disusui selama lebih dari 9 bulan dikaitkan dengan prevalensi kidal, juga bayi yang minum susu dari botol. Alasannya, wilayah otak yang mengontrol penggunaan tangan hanya terpusat ke salah satu sisi saja, tangan kanan atau tangan kiri.

“Kami pikir, menyusui mengoptimalkan proses yang dialami otak ketika memperkuat penggunaan tangan. Itu penting karena memberikan garis bukti independen bahwa menyusui mungkin perlu bertahan 6 hingga 9 bulan,” kata Philippe Hujoel, peneliti dari University of Washington.

Penelitian dalam jurnal Laterality: Asymmetries of Body, Brain and Cognition ini melibatkan 62.129 pasangan ibu dan anak. Hasilnya, menyusui kurang dari 1 bulan, 1-6 bulan, dan lebih dari 6 bulan, jika dibandingkan dengan pemberian susu botol, dikaitkan dengan prevelensi kidal, masing-masing menghasilkan kemungkinan sebesar 9 persen, 15 persen, dan 22 persen.

Hujoel juga mencatat, kidal atau tidaknya seseorang sebenarnya sudah ditetapkan sejak awal kehidupan janin, sebagian juga ditentukan oleh faktor genetik. Namun, kidal lebih besar dipengaruhi faktor lingkungan, seperti yang dipaparkan dalam penelitian “Genetic Influences on Handedness: Data from 25,732 Australian and Dutch Twin Families”.


Penelitian yang melibatkan 25.000 keluarga di Australia dan Belanda itu menemukan bahwa hanya sekitar 25% dari varian individu yang kidal dipengaruhi oleh gen, sedangkan 75% lainnya ditentukan oleh faktor lingkungan, salah satunya adalah pola menyusui.

Kevin Denny dalam jurnal berjudul “Breastfeeding Predicts Handedness” juga memperkirakan bahwa kidal bisa jadi dipengaruhi oleh proses menyusui. Menyusui adalah faktor lingkungan yang bisa memprediksi seseorang bakal kidal atau tidak dalam cara yang non-linear, meskipun mekanismenya masih belum diketahui saat itu.

Dikutip dari Psycology Today, menyusui telah terbukti mengubah perkembangan otak dini dengan peningkatan perkembangan di daerah otak frontal. Selain itu, anak-anak yang diberi air susu ibu terbukti memiliki fungsi kognitif yang lebih baik dan IQ yang lebih tinggi di kemudian hari.

Baca juga artikel terkait MENYUSUI atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Febriansyah
Editor: Iswara N Raditya