Lama Antrean Haji: Indonesia 20 Tahun, Malaysia 120 Tahun

Oleh: Yantina Debora - 28 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Lama antrean haji Indonesia mencapai 20 tahun, Malaysia 120 tahun, Thailand hanya 1 tahun.
tirto.id - Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Djumali mengatakan lama antrean berangkat haji Indonesia bukan yang terlama jika dibandingkan negara di Asia Tenggara.

Pernyataan ini ia sampaikan usai pertemuan para Konsul Haji Negara ASEAN dan Sri Langka, di Jeddah, Arab Saudi, Selasa (27/8/2019).

“Antrean berangkat haji Malaysia itu sampai 120 tahun. Kalau di Singapura mencapai 34 tahun. Untuk Indonesia, kalau di rata-rata, lama antrean berangkat hajinya pada kisaran 20 tahun,” kata Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Djumali usai menghadiri pertemuan para Konsul Haji Negara ASEAN dan Sri Langka, dikutip dari Setkab.

Ia menambahkan Indonesia merupakan negara dengan kuota jemaah haji terbesar di dunia yaitu 231.000 orang. Jemaah Indonesia terbagi sampai 529 kelompok terbang pada fase pemberangkatan ke Tanah Suci.

Berdasarkan Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per hari 28 Agustus 2019 mencatat, antrean haji paling pendek di Indonesia adalah 9 tahun.

Antrean 9 tahun itu artinya untuk keberangkatan tahun 2028 dan terdapat di tiga kabupaten, yaitu Landak (Kalbar), Buru Selatan (Maluku), dan Kepulauan Sula (Maluku Utara).


Sedang antrean terpanjang untuk haji Indonesia adalah 41 tahun atau untuk keberangkatan tahun 2060 berada di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Data Siskohat Kementerian Agama menunjukkan jumlah jemaah haji reguler Indonesia tahun ini berjumlah 212.732 jemaah yang tergabung dalam 529 kelompok terbang.

Jika dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara, Malaysia berada di bawah Indonesia dengan kuota jemaah haji terbesar. Malaysia memiliki kuota haji 33.000 dengan 69 penerbangan ke Tanah Suci.

Di urutan ketiga ada Thailand dengan 8.500 kuota. Jemaah haji terbagi dalam 58 penerbangan. Hal ini membuat lama antrean haji di Thailand hanya satu tahun.

Sedangkan Singapura hanya memiliki kuota haji 1.500 dan dibawa dengan 40 penerbangan. Brunei Darussalam berada di bawah Aingapura dengan kuota jemaah haji 1.000. Jemaah di bawa dengan empat penerbangan.

Baca juga artikel terkait HAJI atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH
DarkLight