Menuju konten utama

Lakukan Ini jika Terlanjur Kontak Erat dengan Pasien Monkeypox

Ngabila Salama mengatakan, penularan Virus Monkeypox selain kontak seksual juga bisa terjadi melalui kontak kulit, kontak luka, atau droplet.

Lakukan Ini jika Terlanjur Kontak Erat dengan Pasien Monkeypox
Ilustrasi Monkeypox. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Kementerian Kesehatan menyebut kasus Monkeypox di Indonesia ditemukan pada kelompok populasi kunci. Populasi kunci adalah kelompok LSL (Lelaki Seks Lelaki), transgender, WPS (Wanita Pekerja Seks), Biseksual dan Penasun (Pengguna Napza Suntik).

Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Ngabila Salama mengatakan, penularan virus Monkeypox selain kontak seksual juga bisa terjadi melalui kontak kulit, kontak luka, atau droplet.

"Monkeypox penularannya melalui droplet berupa dahak, bersin atau liur yang mengkontaminasi lingkungan," ujar Ngabila, Senin (23/10/2023).

Ngabila mengatakan, orang-orang yang melakukan kontak erat fisik dan seksual dengan pasien Monkeypox tidak perlu melakukan isolasi mandiri jika tidak bergejala.

"Petugas Puskesmas atau tenaga kesehatan akan memantau kondisi kesehatan setiap hari sampai dengan 21 hari sesudah kontak terakhir, sesuai masa inkubasi rata-rata dari kontak sampai muncul gejala," jelas Ngabila.

Sementara untuk orang yang melakukan kontak erat bergejala perlu dilakukan isolasi mandiri dan pemeriksaan laboratorium dalam bentuk swab.

"Pada orang-orang yang melakukan kontak erat seksual dengan pasien Monkeypox dan bergejala perlu dilakukan pemeriksaan swab pada tenggorokan, area genital atau anus, serta swab lesi kulit jika muncul nanah, jerawat atau koreng," urai Ngabila.

Beberapa gejala Monkeypox yang perlu diwaspadai adalah demam, lenting isi air/ luka pada kulit disertai gejala khas Monkeypox yaitu ada benjolan atau pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, leher, selangkangan, atau lipat paha.

"Jika muncul gejala segera datang ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan RS untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium," tutur Ngabila.

Untuk mengantisipasi terjadinya Monkeypox, ada beberapa hal yang harus dilakukan seperti menjaga kebersihan diri, menghindari kontak fisik dengan orang yang sedang sakit demam atau bergejala kemerahan serta hindari bertukar alat mandi atau alat tidur dengan pasien Monkeypox.

"Jangan berhubungan seksual jika pasangan sakit apalagi ada luka pada area kemaluan," tambah Ngabila.

"Vaksinasi Monkeypox juga sudah ada di Indonesia dengan jumlah terbatas dan diperuntukkan untuk kelompok berisiko tinggi," tukas Ngabila.

Baca juga artikel terkait KASUS CACAR MONYET atau tulisan lainnya dari Iftinavia Pradinantia

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Iftinavia Pradinantia
Penulis: Iftinavia Pradinantia
Editor: Anggun P Situmorang