Menuju konten utama

Opsi Kunci Jawaban Pelatihan Modul Beda is Not Bad Bagian 5

Kumpulan contoh soal dan kunci jawaban modul Beda is Not Bad Bagian 5 Kurikulum Berbasis Cinta dapat menjadi referensi peserta. Cek model soalnya.

Opsi Kunci Jawaban Pelatihan Modul Beda is Not Bad Bagian 5
Ilustrasi contoh soal. foto/Freepik
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kunci jawaban pelatihan modul Beda is Not Bad bagian 5 Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dapat menjadi referensi bagi guru. Cermati masing-masing soal dengan teliti.

Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama (Kemenag) menggelar pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta.

Pelatihan diikuti oleh guru-guru dan segenap pemangku kepentingan di madrasah. Pelatihan terdiri dari delapan narasumber yang akan memaparkan materi secara spesifik, salah satunya Modul Beda is Not Bad.

Modul Beda Is Not Bad mengkaji tentang menghargai perbedaan dan membangun komunikasi empatik di lingkungan pendidikan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat mendorong penguatan karakter seperti rasa percaya diri, pengelolaan emosi, dan sikap terbuka terhadap keberagaman.

Contoh Soal dan Kunci Jawaban Pelatihan Modul Beda is Not Bad Bagian 5

Kemenag mulai menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta pada tahun 2025 di sejumlah daerah. Kurikulum memuat panca cinta yang terdiri dari cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta alam, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air.

Melalui KBC, diharapkan dapat menjawab sejumlah fenomena seperti sikap intoleran, saling menyalahkan, hingga membenci satu sama lain karena perbedaan keyakinan.

Dalam pelatihan modul Kurikulum Berbasis Cinta, peserta diminta untuk menjawab sejumlah soal tentang materi yang disampaikan. Pada modul Beda is Not Bad Bagian 5, peserta akan melakukan latihan yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda.

Ada kesempatan sebanyak 10 kali pengulangan dalam mengerjakan soal ini. Sementara itu, passing grade untuk pelatihan ini adalah 60.

Berikut ini contoh soal dan kunci jawaban pelatihan Beda is Not Bad Bagian 5 Kurikulum Berbasis Cinta:

1. Posisi manakah yang merupakan satu-satunya tipe membangun Kontrol Diri dan termasuk dalam Identitas Sukses yang paling ideal?

A. Mentor

B. Pemantau

C. Penghukum

D. Teman

Jawaban: a

2. Makna "Beda is Not Bad" dalam konteks pendidikan toleransi, yang paling tepat adalah ...

A. Perbedaan sebaiknya dikelola agar tidak terlalu menonjol di ruang kelas

B. Perbedaan merupakan kondisi wajar yang tidak boleh dijadikan dasar penilaian negatif

C. Perbedaan dapat diterima jika jumlahnya tidak terlalu banyak

D. Perbedaan perlu diterima selama tidak mengganggu ketertiban kelompok

Jawaban: b

3. Di akhir aktivitas "Roller Coaster Emosi", peserta ditanya apakah mereka menyesal dengan kondisi kertas yang sudah diremas atau dirusak. Jika kertas tersebut dianalogikan sebagai murid, pesan moral utama dari refleksi ini adalah...

A. Guru berhak meluapkan emosi pada benda mati agar tidak stres.

B. Kertas yang rusak menunjukkan bahwa guru telah bekerja keras mengajar.

C. Murid harus selalu mengikuti instruksi guru agar kertas tidak rusak.

D. Tindakan reaktif saat marah dapat meninggalkan "bekas" atau luka permanen murid.

Jawaban: d

4. Dampak yang dapat ditimbulkan ketika terjadi situasi "Dinosaurus vs Dinosaurus" seperti terjadinya perdebatan sengit antara dua pihak yang tidak mau saling mengalah adalah....

A. Salah satu pihak akan menjadi lebih patuh setelah melihat kemarahan yang lebih kuat dari pihak lain.

B. Pihak yang menang debat akan dihormati karena mampu menunjukkan otoritasnya.

C. Masalah akan selesai karena keduanya mengeluarkan pendapat dengan jujur.

D. Terjadi eskalasi konflik karena bagian otak yang berfungsi hanya untuk "tempur atau kabur", sementara logika mati.

Jawaban: d

5. Pada tahap "Menanyakan Keyakinan", pertanyaan manakah yang paling sesuai untuk menghubungkan tindakan siswa dengan nilai Pancacinta?

A. Siapa yang memulai pertengkaran ini terlebih dahulu?

B. Apa alasan kamu memukul temanmu di laboratorium tadi?

C. Kelas seperti apa yang kita impikan agar semua merasa nyaman belajar?

D. Kamu mau dihukum apa karena telah melanggar aturan ini?

Jawaban: c

6. Apa perbedaan mendasar antara guru yang bertindak sebagai "Teman" dan guru yang bertindak sebagai "Pemantau" dalam merespons perilaku siswa?Dukungan Psikologis Siswa

A. Teman cenderung merayu dan bernegosiasi, sedangkan Pemantau fokus memonitor dan mengevaluasi

B. Teman menciptakan identitas gagal, sedangkan Pemantau menciptakan identitas sukses melalui kontrol internal.

C. Teman menstabilkan identitas, sedangkan Pemantau memberikan hukuman.

D. Teman menghardik, sedangkan Pemantau mengajukan pertanyaan.

Jawaban: a

7. Jika corengan dalam permainan dianalogikan sebagai stigma sosial, maka risiko intoleransi yang paling mungkin terjadi di lingkungan madrasah adalah …

A. Peserta didik menjadi lebih terbiasa dengan perbedaan pendapat

B. Peserta didik dari kelompok minoritas mengalami pengucilan dan diskriminasi

C. Peserta didik belajar untuk menyesuaikan diri dengan pilihan mayoritas

D. Peserta didik memahami bahwa perbedaan adalah bagian dari dinamika sosial

Jawaban: b

8. Seorang guru berkata kepada siswa: "Berapa kali Ibu harus bilang? Kamu sudah mengecewakan Ibu dan teman-temanmu sekelas." Dampak psikologis pada siswa yang paling dirasakan siswa adalah....

A. Memberontak dan mendendam.

B. Menjadi lebih mandiri dalam bekerja.

C. Merasa rendah diri dan menganggap dirinya gagal.

D. Menghitung-hitung poin pelanggaran yang didapat.

Jawaban: c

9. Seorang guru melihat siswanya sering terlambat mengumpulkan tugas proyek yang diberikan. Jika menggunakan Jurus Burger, contoh kalimat yang dapat diberikan oleh guru terhadap siswa agar tetap termotivasi dan menyadari kesalahannya pada bagian "Bun Atas" (Roti Atas/Koneksi Awal) adalah….

A. Ibu yakin kamu bisa mengatur waktu dengan lebih baik mulai minggu depan.

B. Bagaimana caranya agar besok kamu bisa mengumpulkan tugas lebih awal?

C. Kamu tahu kan kalau terlambat itu melanggar aturan kelas kita?

D. Ibu perhatikan ide kreatifmu dalam draf awal proyek ini sangat luar biasa.

Jawaban: d

10. Guru memutuskan untuk mengambil napas dalam-dalam selama 1 menit untuk menenangkan diri sebelum mulai mengajar. Tindakan ini adalah contoh dari kemampuan guru dalam....

A. Menyadari Diri (Self Awareness)

B. Mengelola Diri (Self Management)

C. Terampil Berelasi (Relationship Skills)

D. Peduli Sosial (Social Awareness)

Jawaban: b

Pembaca dapat mengakses artikel mengenai contoh soal lainnya melalui tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Contoh Soal

Baca juga artikel terkait KURIKULUM MADRASAH atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo