Kudis pada Penis: Kenali Gejala, Penyebab dan Pencegahannya

Oleh: Febriansyah - 12 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
Rasa gatal pada penis bisa jadi disebabkan oleh kudis. Kudis ini dapat menular. Karena itu penting untuk menghindari hubungan seksual sebelum kudis benar-benar hilang pada penis.
tirto.id - Kudis adalah bulir-bulir kecil yang gatal akibat serangan kutu parasit kecil atau tungau dan dapat mempengaruhi bagian kulit seseorang, termasuk pada penis. Tungau menyebar melalui sentuhan kulit ke kulit seperti kontak seksual.

Tungau kudis, yang dikenal secara ilmiah sebagai Sarcoptes scabiei var hominis adalah parasit mikroskopis yang bersembunyi di lapisan atas kulit seseorang. Di sini, parasit itu bertelur dan menyebabkan rasa gatal yang hebat.

Dilansir Medical News Today, tungau cenderung menyukai tempat yang hangat, seperti lipatan kulit dan area genital. Pada penis dan skrotum, mereka dapat menyebabkan ruam berkulit seperti blister. Selain penis tungau juga akan masuk ke daerah selangkangan, paha dan bokong, area pinggang, di bawah payudara, kulit antara jari tangan dan kaki.

Sekitar 4 hingga 6 minggu setelah serangan awal, penderita kudis mengembangkan reaksi kekebalan terhadap tungau. Reaksi ini menyebabkan ruam bersisik yang mungkin gatal, kerak, atau keluar cairan.

Menggaruk ruam dapat menyebabkan infeksi bakteri dan impetigo. Anak-anak, orang tua, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah beresiko mengembangkan komplikasi parah dari impetigo. Komplikasi ini dapat termasuk selulitis, abses kulit, dan sepsis.

Sebagian besar penderita kudis (scabies) hanya memiliki selusin tungau di tubuhnya. Namun, bentuk skabies parah yang disebut skabies berkrusta, atau scabies Norwegia, dapat menyerang seseorang dengan jutaan tungau. Skabies berkrusta lebih mungkin terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti orang yang lebih tua dan mereka yang hidup dengan HIV.

Gejala scabies pada penis

Ketika tungau kudis menginfeksi penis seseorang, mereka dapat menyebabkan gatal-gatal hebat yang mungkin memburuk di malam hari, menimbulkan garis-garis di kulit dan luka seperti lepuh.

Pada orang yang belum pernah menderita kudis sebelumnya, gejala-gejala ini dapat memakan waktu hingga 4 hingga 6 minggu untuk berkembang setelah mereka terinfeksi.

Faktor penularan dan risiko

Kudis adalah suatu kondisi menular dan dapat menyebar melalui sentuhan langsung antar kulit. Namun, tungau tidak dapat melompat atau terbang, sehingga orang biasanya perlu melakukan kontak satu sama lain. Seseorang tidak akan terkena kudis karena sentuhan biasa, seperti berjabat tangan dan berpelukan.

Tungau kudis biasanya berpindah antar orang dewasa saat berhubungan seks. Tempat tidur, pakaian, dan handuk juga merupakan tempat yang bisa menularkan tungau. Kudis juga lebih umum di lingkungan yang ramai atau terbatas, seperti panti jompo dan penjara.

Pengobatan

Dokter mungkin meresepkan scabicides untuk mengobati orang dengan scabies. Scabicides adalah obat yang membunuh tungau scabies dan tersedia dalam bentuk lotion, krim, dan pil.

Sangat penting untuk mencari pengobatan yang cepat untuk kudis, terutama bagi orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Menunda pengobatan meningkatkan risiko pengembangan infeksi sekunder dan menularkan kutu ke orang lain.

Saat menggunakan obat-obatan ini, penting untuk mengikuti instruksi dari dokter atau apoteker dengan hati-hati. Seseorang biasanya perlu mengoleskan krim atau lotion scabicide ke seluruh tubuh dari leher ke bawah, tidak hanya pada daerah yang terkena. Gatal dapat bertahan selama beberapa minggu setelah perawatan dimulai, bahkan jika semua tungau hilang. Penting juga untuk menghindari hubungan seks sampai tungau benar-benar hilang.

Pencegahan

Orang-orang bisa mendapatkan scabies melalui kontak langsung dan berkepanjangan dengan seseorang yang memiliki scabies. Infestasi biasanya menyebar melalui kontak seksual, tetapi juga mungkin untuk mendapatkan kudis melalui berbagi barang yang terinfeksi, seperti pakaian, handuk, dan tempat tidur.

Untuk mencegah kudis, penting untuk menghindari kontak dekat atau berbagi linen dengan orang-orang yang menderita kudis sampai mereka menyelesaikan perawatan mereka. Mengenakan kondom saat berhubungan seks tidak mencegah penularan skabies.

Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan melakukan beberapa untuk mencegah infeksi ulang penderita kudis, yaitu mencuci barang dalam air panas dan kemudian menempatkan dalam pengering panas, membersihkan barang kering, dan menyegel barang-barang di dalam kantong plastik selama setidaknya 72 jam.

Baca juga artikel terkait PENIS atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Febriansyah
Editor: Agung DH
DarkLight