tirto.id - Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nizar Zahro heran dengan tudingan kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang menganggap kubunya melakukan framing terhadap viralnya video Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen yang salah mengucapkan doanya.
Politikus Partai Gerindra ini menegaskan pihaknya tidak mengetahui siapa yang memotong video maupun dituduh mengedit video tersebut. Menurut Nizar, video tersebut berasal dari pendukung Jokowi-Ma'ruf sendiri yang hadir dalam acara tersebut.
"Kalau acara itu menyebabkan kita salah, kita mem-framing. Framingnya dimana? Itu acara presiden siapa yang mengatur, masa ada penyusup di acara presiden, kan tidak mungkin," ujar Nizar saat dihubungi, Senin (4/2/2019).
Politikus Senayan ini bahkan mendorong pihak TKN menayangkan klarifikasi di Youtube atau media sosial. Ia meminta kubu Jokowi-Ma'ruf menampilkan video doa Mbah Moen secara utuh, termasuk momentum ketika Ketua Umum PPP Romahurmuziy berbisik ke telinga Mbah Moen.
“Bagaimana seorang Romahurmuziy sampai berbisik kepada Mbah Moen mengatakan apa, kita kan enggak tahu. Itu hak mereka, jangan kami dong yang disalahkan," jelasnya.
Nizar menyayangkan tudingan yang disampaikan Romahurmuziy itu. Kata Nizar, doa yang disampaikan Mbah Moen merupakan hati nurani yang disampaikan Mbah Moen.
"Jadi saya pikir tidak usah jadi perdebatan yang panjang, apapun yang didoakan Mbah Moen itu adalah hak privasinya Mbah Moen," jelasnya.
"Adapun doa itu sifatnya kekhususan antara alim ulama dengan Illahi Robbi, beliau berdoa apapun kita aminkan," imbuhnya.
"Dan ketika Kiai Maimun menyampaikan doa kita tahu persis Kiai Maimun sudah cukup uzur beliau memang salah menyebut saat doa itu kepada Prabowo," ucap Romi dalam keteragannya, Sabtu (2/2/2019).
Menurut Romi, dalam doa yang menjadi kontroversi itu bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia berbunyi "Jadikanlah Ya Allah orang di sampingku ini Presiden, Presiden ini [yaitu] Pak Prabowo, jadikanlah dia Ya Allah untuk kedua kalinya dengan perolehan suara yang banyak".
Mendengar lisan dari doa Mbah Moen itu, Romi yang berada di belakangnya langsung menghampiri dan menanyakan kepada Mbah Moen, yang merupakan Ketua Majelis Syariah PPP. Menurut Romi, Mbah Moen langsung meralat doanya saat diingatkan bahwa ada kesalahan pengucapan.
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Maya Saputri