Menuju konten utama

Kronologi Tentara Israel Nyamar Jadi Nakes Bunuh Warga Palestina

Serangan tentara Israel yang nyamar jadi nakes menewaskan 3 warga Palestina, Selasa, (30/1/2024). Simak kronologi lengkap.

Kronologi Tentara Israel Nyamar Jadi Nakes Bunuh Warga Palestina
Pasukan Israel mengacungkan senjata mereka ke pengunjuk rasa Palestina saat bentrok di Hebron, di Tepi Barat yang sedang diduduki, Jumat (16/2/2018). ANTARA FOTO/REUTERS/Mussa Qawasma

tirto.id - Pasukan khusus tentara Israel dilaporkan menyamar sebagai nakes (tenaga kesehatan) pada Selasa, 30 Januari 2024, pagi hari waktu setempat. Mereka memasuki rumah sakit Ibnu Sina di Kota Jenin, Tepi Barat, hingga membunuh 3 warga Palestina.

Warga Palestina yang meninggal setelah terkena tembakan tentara Israel terdiri dari Mohammad, Basil Al-Ghazzawi, dan Mohammad Jalamana.

Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) berdalih para korban merupakan anggota sel Hamas yang bersembunyi di dalam rumah sakit.

Atas kejadian ini, Menteri Kesehatan Palestina Mai Alkaila mendesak PBB dan kelompok HAM internasional agar segera bertindak untuk mengakhiri kejahatan Israel di Gaza dan Tepi Barat, serta melindungi lembaga kesehatan Palestina dari serangan pasukan Israel.

Kronologi Penyamaran Tentara Israel

Anadolu Agency memberitakan 10 personel pasukan khusus Israel menyamar sebagai dokter, perawat, dan warga sipil. Mereka lantas memasuki rumah sakit Ibnu Sina di Kota Jenin, Tepi Barat, selayaknya tamu lainnya.

Para tentara itu lantas menodongkan senjata otomatis dengan dilengkapi peredam suara ketika menggerebek rumah sakit. Mereka meneror staf serta pasien.

Salah satu tentara Israel yang berpakaian serba hitam memaksa seorang warga Palestina untuk berlutut dan angkat tangan. Alhasil, kepanikan mewarnai seisi rumah sakit.

Dalam peristiwa ini, 3 pemuda Palestina menjadi korban meninggal usai terkena muntahan peluru. Basil Al-Ghazzawi, 25 tahun, saat itu dilaporkan sedang menjalani perawatan medis sebelum kehilangan nyawa akibat serangan ini.

The Guardian menyebutkan pasukan Israel yang menyamar berasal dari unit kontra-terorisme polisi perbatasan dan unit pasukan keamanan internal yang disebut Shin Bet.

Mereka memasuki rumah sakit Ibnu Sina yang terletak di pinggiran kamp pengungsi pada Selasa (30/1/2024) pagi hari. Pasukan gabungan itu menuju sebuah ruangan di lantai tiga.

Mereka menembak kepala ketiga korban dengan menggunakan pistol yang dilengkapi peredam suara. Serangan ini hanya berjalan selama kurang dari 10 menit saja.

Seorang staf RS yang menjadi saksi menyebutkan beberapa pasukan khusus memasuki ruangan dan menembak korban. Sedangkan tim lainnya menyebar di rumah sakit dan menjaga pintu masuk utama untuk mencegah adanya ancaman.

"Apa yang terjadi adalah sebuah preseden. Tidak pernah ada pembunuhan di dalam rumah sakit. Ada penangkapan dan penyerangan tetapi tidak ada pembunuhan," ucap Tawfiq al-Shobaki, juru bicara rumah sakit, seolah kaget dengan kejadian tersebut.

Seperti dilaporkan The Times of Israel, Pasukan Pertahanan Israel menuding tiga korban termasuk anggota sel Hamas yang bersenjata dan bersembunyi di dalam rumah sakit Ibnu Sina di kota Jenin, Tepi Barat.

Jaringan itu dikatakan merencanakan serangan teror dalam waktu dekat, termasuk serangan mirip yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.

Pihak militer Israel mengungkapkan korban meninggal bernama Mohammad Jalamana. Ia dianggap sebagai juru bicara sayap militer Hamas. Mohammad Jalamana atau Muhammad Jalamneh, 27 tahun, diduga melakukan kontak dengan markas Hamas di luar negeri.

Ia disebutkan mempersenjatai para anggota lain untuk melakukan serangan penembakan. Sebelumnya, Mohammad Jalamana mengalami luka ketika melakukan serangan bom mobil.

Korban meninggal lain merupakan dua orang kakak beradik, yakni Muhammad dan Basel Ghazawi. Muhammad disebut terlibat dalam berbagai serangan, termasuk menembaki pasukan Israel. Basel diduga menjadi anggota kelompok Jihad Islam Palestina.

Sementara Hamas merespon dengan mengutuk peristiwa pembunuhan itu. Mereka menyebutkan Jalamneh termasuk salah satu pejuang. Jihad Islam mengklaim Ghazawi bersaudara merupakan anggota sayap bersenjatanya.

Baca juga artikel terkait PERANG ISRAEL-PALESTINA atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Dipna Videlia Putsanra