Korban Meninggal akibat Gempa Cianjur Bertambah menjadi 331 Jiwa

Reporter: Farid Nurhakim, tirto.id - 2 Des 2022 18:28 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Herman Suherman mengumumkan hari kedua belas pasca-gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat (Jabar), ada penambahan korban yang meninggal dunia.
tirto.id - Bupati Cianjur Herman Suherman mengumumkan hari kedua belas pasca-gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat (Jabar), ada penambahan korban yang meninggal dunia. Total korban meninggal dunia akibat gempa tersebut sampai hari ini sebanyak 331 jiwa.

“Hari ini ada penambahan yang meninggal dunia, yaitu di Rumah Sakit (RS) Hasan Sadikin Bandung. Sehingga jumlah yang meninggal dunia berjumlah 331 jiwa,” ungkap dia melalui konferensi pers secara daring, Jumat (2/12/2022).

Akan tetapi, Suherman menyebut tidak ada penemuan korban hilang pada hari ini alias nihil. Sehingga total korban hilang masih sama seperti kemarin, 1 Desember 2022, yaitu 12 orang.


“Kami menyampaikan informasi bahwa pencarian korban pada hari ini, hari kedua belas, nihil tidak ditemukan,” kata dia.

Kemudian Suherman menuturkan, korban luka berat akibat gempa di Cianjur sampai sekarang berjumlah 593 orang. Sementara, korban luka berat yang masih dirawat di RS di wilayah Cianjur hingga kini ada 59 orang.

“Perlu kami sampaikan, bahwa pencarian korban khususnya di Desa Cijedil, kami tadi sudah rapat bahkan menghadirkan dari pihak keluarga korban. Dan tadi beberapa informasi keluarga korban, ada minimal upaya dan alhamdulillah tadi kita sudah koordinasi dengan PU (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/KemenPUPR) dan juga uruk-urukan, longsoran-longsoran tadi secara bertahap sudah bisa dialihkan ke tempat pembuangan,” ujar dia.

“Sehingga mudah-mudahan dengan adanya penggalian dan tanah dibuang, ini dapat dipermudah pencarian. Namun juga lagi-lagi cuaca, tadi cuaca hujan terus, mudah-mudahan besok di perpanjangan kedua, hari terakhir, mudah-mudahan mohon doanya korban-korban bisa ditemukan kembali,” imbuh Suherman.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia, serta United Nations Fund for Population Activities (UNFPA), hingga hari ini pukul 15.00 Waktu Indonesia bagian Barat (WIB) terdapat 494 titik pengungsian dengan 375 titik terpusat dan 119 mandiri.

Lanjut Suherman, hasil validasi data sementara hingga hari ini pukul 15.00 WIB menunjukkan totalnya ada 41.166 kepala keluarga (KK). Jumlah total pengungsi yang disurvei sebanyak 114.683 jiwa dengan 54.781 pengungsi laki-laki dan 59.902 pengungsi perempuan, 147 penyandang disabilitas, 1.640 ibu hamil, dan 7.453 lansia (lanjut usia).


Baca juga artikel terkait KORBAN GEMPA CIANJUR atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Anggun P Situmorang

DarkLight