Menuju konten utama

KontraS Catat 8 Orang Masih Hilang Usai Demo Akhir Agustus 2025

KontraS mencatat masih terdapat delapan orang hilang dari rentetan aksi unjuk rasa akhir Agustus 2025.

KontraS Catat 8 Orang Masih Hilang Usai Demo Akhir Agustus 2025
Prajurit TNI AD melerai pengunjuk rasa saat aksi di depan Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (30/8/2025). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat masih terdapat delapan orang hilang dari rentetan aksi unjuk rasa akhir Agustus per Rabu (3/9/2025).

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, memerinci delapan orang tersebut tersebar di sejumlah wilayah Jabodetabek.

Mereka antara lain, Delta Surya Sindu Atmaja lokasi terakhir di Bogor.

Lalu, enam orang lainnya terakhir dilaporkan di Jakarta Pusat, antara lain Ahmad Baihaqi, Miftakhul Huda, Muhammad Farhan Hamid, Reno Syahputradewo, Romi Putra Prawibowo, dan Salman Alfarisi. Sementara satu orang yang tidak diketahui lokasi hilangnya yaitu Heri Susanto.

"Jumlah keseluruhan orang yang masih dinyatakan hilang adalah sebanyak delapan orang," kata Dimas, dalam keterangan yang diterima Tirto.

Dimas menjelaskan sebelumnya terdapat sejumlah masyarakat terutama yang terlibat dalam aksi unjuk rasa kemudian hilang kontak ditemukan di sejumlah kantor kepolisian.

"Mereka yang telah ditemukan ada yang sebelumnya mengalami hilang kontak, ada pula yang ditahan di beberapa kantor kepolisian seperti Polda Jawa Barat, Polda Metro Jaya, Polda Metro Jakarta Barat, Polda Metro Jakarta Timur, dan Polres Jakarta Timur," jelas Dimas.

Kontras turut membuka layanan laporan bagi orang hilang atau bagi mereka yang menemukan informasi dapat menghubungi layanan hotline pada nomor 089635225998. Bagi mereka yang ingin menyampaikan pengaduan orang hilang disampaikan melalui formulir bit.ly/PoskoOrangHilang.

Di sisi lain, Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, mengatakan terdapat 10 orang yang meninggal dunia akibat unjuk rasa di berbagai titik di Indonesia sejak 25 Agustus 2025. Penyebab meninggalnya sejumlah korban itu diduga karena kekerasan oleh aparat kepolisian.

"Sejauh ini tercatat setidaknya 10 orang korban meninggal dunia, beberapa di antaranya diduga kuat karena mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh aparat," ucapnya di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2025).

Komnas HAM juga mencatat sejumlah fenomena lain yang timbul dari aksi unjuk rasa sejak 25 Agustus 2025, yakni penangkapan masyarakat yang dilakukan secara semena-mena atau menyalahi peraturan, perusakan fasilitas publik, penjarahan, dan persekusi.

Baca juga artikel terkait KEKERASAN POLISI TANGANI DEMO atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama