Kondisi Merapi Hari Ini & Potensi Lokasi Guguran Erupsi Merapi

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 27 November 2020
Dibaca Normal 2 menit
Potensi utama bahaya erupsi Gunung Merapi menurut Hanik masih mengarah ke Sungai Gendol meski tak menutup kemungkinan bisa ke arah lain.
tirto.id - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida memperkirakan guguran material erupsi Gunung Merapi tahun ini dapat berpotensi mengarah ke aliran hulu Kali Senowo dan Kali Lamat.

Meski begitu, melansir rilis BNPB yang diterima redaksi Tirto, BPPTKG belum dapat menentukan secara pasti arah dari alirannya erupsi Gunung Merapi tahun ini.

Hal ini dikatakan Hanik usai melakukan pantauan secara langsung melalui udara menggunakan helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (26/11/2020).

Saat melakukan pantauan tersebut, Hanik menemukan adanya jejak material guguran sisa erupsi Gunung Merapi 1998 di sisi barat yang mengarah ke Kali Senowo dan Kali Lamat, serta sisa Lava erupsi 1948.

“Dari pemantauan udara tadi terlihat jejak-jejak material guguran di sisi barat, yaitu di Lava (sisa erupsi tahun) 1998 yang mengarah ke hulu Kali Senowo dan Kali Lamat, serta di Lava (sisa erupsi tahun) 1948.” ujar Hanik, saat mendarat di Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta.

Berdasarkan prediksi sementara dari hasil pengamatan, potensi utama bahaya erupsi Gunung Merapi menurut Hanik masih mengarah ke Sungai Gendol meski tak menutup kemungkinan bisa ke arah lain.

Lebih lanjut, Hanik juga melihat adanya guguran dari material lama yang ada di kawah-kawah dari sisi luar dan mengarah ke sisi barat.

“Itu material lama yang jatuh ke arah barat laut yaitu Sungai Senowo dan Sungai Lamat, tapi masih di hulu. Sementara untuk potensi bahaya, arahnya masih ke Sungai Gendol," jelas Hanik.

"Tapi melihat guguran juga terjadi di barat laut, maka potensi ke arah itu juga ada. Hanya saja kami masih belum bisa menentukan arah pastinya,” imbuhnya.

Hanik berharap hasil pengamatan tersebut kemudian dapat memberikan gambaran para pengambil kebijakan agar membuat keputusan dengan baik, dalam kaitan pengurangan risiko bencana dan penguatan kapasitas lainnya.

Sebelumnya, BPPTKG telah menyampaikan kenaikan status Gunung Merapi menjadi Level III atau Siaga sejak Kamis (5/11/2020).

Sejalan dengan hal tersebut, BPPTKG juga menyebutkan bahwa potensi bahaya Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava, lontaran material vulkanik apabila terjadi erupsi eksplosif dan awan panas sejauh maksimal 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Hanik juga merekomendasikan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

Guna mengantisipasi dan mengurangi risiko bencana yang dapat ditimbulkan dari aktivitas Gunung Merapi tersebut, BPPTKG memberikan rekomendasi bahwa kegiatan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III agar dihentikan.

BPPTKG juga mengimbau kepada para pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten juga diminta agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

Adapun prakiraan daerah bahaya yang berpotensi terdampak erupsi Gunung Merapi adalah Dusun Kalitengah Lor di Desa Glagaharjo, Dusun Kaliadem di Desa Kepuharjo dan Dusun Palemsari di Desa Umbulharjo yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Kemudian Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar di Desa Ngargomulyo, Dusun Trayem, Pugeran, Trono di Desa Krinjing, Babadan 1, Babadan 2 di Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Berikutnya Dusun Stabelan, Takeran, Belang di Desa Tlogolele, Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur di Desa Klakah dan Dusun Jarak, Sepi di Desa Jrakah, Kecamatan Selo di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Selanjutnya Dusun Pajekan, Canguk, Sumur di Desa Tegal Mulyo, Dusun Petung, Kembangan, Deles di Desa Sidorejo dan Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.


Baca juga artikel terkait STATUS GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight