Menuju konten utama

Status Gunung Merapi Hari Ini & Rangkuman Aktivitas Merapi Seminggu

Intensitas kegempaan yang ada di Gunung Merapi pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu.

Status Gunung Merapi Hari Ini & Rangkuman Aktivitas Merapi Seminggu
Gunung Merapi difoto dari kawasan Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu ( 18/11/2020). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/aww.

tirto.id - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu.

Hasil analisis morfologi area puncak Gunung Merapi juga menunjukkan adanya perubahan morfologi area puncak karena runtuhnya sebagian kubah Lava 1954.

Hal tersebut dijelaskan melalui laporan aktivitas Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah selama satu minggu, 20 hingga 26 November 2020.

“Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 26 November terhadap tanggal 19 November 2020 menunjukkan adanya perubahan morfologi area puncak, yaitu runtuhnya sebagian kubah Lava 1954,” ujar Hanik.

Cuaca Gunung Merapi

Pada periode pengamatan yang sama cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari, sedangkan siang hingga malam hari berkabut.

Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah hingga sedang juga teramati beberapa kali.

Tinggi asap maksimum 750 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada 26 November 2020 pukul 05.50 WIB.

Guguran juga teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan dengan jarak luncur maksimal sejauh satu kilometer di sektor barat ke arah hulu Kali Lamat pada 22 November pukul 06.48 WIB.

Kegempaan di Gunung Merapi

Dalam minggu ini kegempaan di Gunung Merapi tercatat 277 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 2.464 kali gempa fase banyak (MP), empat kali gempa low frekuensi (LF), 340 kali gempa guguran (RF), 541 kali gempa hembusan (DG), dan sembilan kali gempa tektonik (TT).

Sedangkan deformasi jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.040,604 meter hingga 4.041,383 meter dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.855,342 meter hingga 3.856,090 meter.

Sementara baseline GPS Klatakan – Plawangan berkisar pada 6.164,05 meter hingga 6.164,09 meter.

Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 11 cm/hari.

Selain itu, hujan juga terjadi pada minggu ini, terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 48 mm/jam selama 55 menit di Pos Babadan pada 26 November 2020.

Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Kesimpulan Aktivitas Gunung Merapi

Menurut BPPTKG, berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:

1. Terdapat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi, sehingga status aktivitas ditetapkan dalam tingkat aktivitas siaga.

2. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dan awanpanas sejauh maksimal 5 km.

Baca juga artikel terkait STATUS GUNUNG MERAPI atau tulisan lainnya dari Nur Hidayah Perwitasari

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH