Info Gunung Merapi & Dinkes Akan Lakukan Rapid Test ke Pengungsi

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 25 November 2020
Dibaca Normal 2 menit
Selain akan melakukan rapid test kepada pengungsi, Dinkes Sleman juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat di tempat pengungsian, Desa Glagaharjo.
tirto.id - Status Gunung Merapi yang terletak diperbatasan Yogyakarta dan Jawa Tegah beberapa waktu lalu naik dari waspada menjadi siaga.

Kenaikan status ini dibarengi dengan peningkatan aktivitas yang ada di Gunung Merapi.

Kenaikan status ini juga membuat orang-orang yang masuk dalam kelompok rentan mulai mengungsi, terutama mereka yang masuk KRB III.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Joko Hastaryo saat dihubungi melalui pesan singkat mengatakan, guna mengantisipasi adanya klaster Covid-19 di pengungsian pihaknya berencana akan melakukan rapid test kepada para pengungsi.

"Memang ada rencana untuk rapid test tersebut tetapi waktunya belum ditentukan, masih dimatangkan. (Rapid test ini) sifatnya untuk memastikan tingkat kesehatan pengungsi terkait Covid-19," kata Joko.

Joko juga mengatakan, selain berencana melakukan rapid test kepada pengungsi, pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat di tempat pengungsian, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

"Penerapan protokol kesehatan secara ketat, kapasitas yang digunakan maksimal 50 persen dari total, dibuat bilik-bilik untuk mengurangi kontak, penggunaan masker untuk semua pengungsi maupun petugas dan relawan, cuci tangan," katanya.

"Apabila ada yang bergejala ke arah Covid-19, demam, batuk, pilek, hilang rasa, gangguan indra penciuman, segera periksa ke pos kesehatan yang tersedia," tambahnya.

Joko juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada temuan pasien positif Covid-19 di pengungsian Gunung Merapi tepatnya yang berada di wilayah Sleman.

Namun ia tak menampik jika saat ini wilayah Cangkringan, Sleman masuk dalam zona merah Covid-19.

"Secara makro, Kapanewon Cangkringan termasuk zona merah. Tapi kasus positifnya hanya ada di 2 kalurahan, Argomulyo 1 kasus dan Wukirsari 3 kasus. Sedangkan 3 kalurahan lereng Merapi termasuk Glagaharjo belum pernah ditemukan kasus positif Covid. Kalau di-breakdown sampai tingkat kalurahan ketiganya termasuk zona hijau," tegasnya.

Sementara itu, Endro Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY saat dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan guna memastikan dan menjaga agar tidak ada klaster Covid-19 di pengungsian Merapi, saat ini para relawan juga sudah diimbau untuk melakukan rapid test.

"Pas awal-awal memang ada imbauan untuk semua petugas dan relawan untuk di rapid karena wilayah Glagaharjo tidak ada yang terindikasi Covid-19," kata Endro.

Endro juga mengatakan bahwa saat ini warga Glagaharjo terutama yang masuk kelompok rentan sudah mengungsi secara mandiri dibantu TRC BPBD DIY dan relawan. Sedangkan untuk wilayah Umbulharjo, Kinahrejo, Kaliadem saat ini juga sudah mulai dikosongkan.

"Status siaga pemerintah belum mewajibkan mengungsi, jadi pengungsian dilakukan secara mandiri dibantu tim dan relawan, yang diturunkan kelompok rentan," kata Endro.

Endro juga mengatakan saat ini aktivitas wisata di KBR III juga sudah direkomendasikan untuk dihentikan.

"Lava tour masih boleh kan tetap agar ada pemasukan untuk warga, tapi boleh jalan tapi di luar KRB III," ujarnya.

Sementara itu, aktivitas Gunung Merapi saat ini juga terus mengalami peningkatan yang signifikan usai statusnya dinaikkan menjadi siaga.

Menurut hasil pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Rabu (25/11/2020) pukul 06:00 hingga 12:00 WIB terdengar suara gemuruh guguran sebanyak tiga kali dengan intensitas lemah hingga keras.

Sebelumnya pada periode pengamatan Rabu (25/11/2020) pukul 00:00 hingga 06:00 WIB asap kawah kembali teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 350 meter di atas puncak kawah.

Selain itu pada periode pengamatan yang sama juga terdengar satu kali suara guguran dari PGM Babadan dan Jrakah.

Kondisi Gunung Merapi Hari Ini


Periode pengamatan

25-11-2020 06:00-12:00 WIB

Lokasi Gunung Merapi

Merapi (2968 mdpl),
Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten,
Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah

Meteorologi

Cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 19-25 °C, kelembaban udara 75-88 %, dan tekanan udara 569-689 mmHg. Volume curah hujan 18 mm per hari.

Visual

● Gunung Merapi kabut 0-II hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.
● Suara guguran tiga kali gemuruh lemah hingga keras.

Kegempaan

■ Guguran
(Jumlah : 10, Amplitudo : 3-17 mm, Durasi : 11-79 detik)
■ Hembusan
(Jumlah : 13, Amplitudo : 2-21 mm, Durasi : 11-27 detik)
■ Hybrid/Fase Banyak
(Jumlah : 62, Amplitudo : 3-37 mm, S-P : 0.3-0.4 detik, Durasi : 5-12 detik)
■ Vulkanik Dangkal
(Jumlah : 5, Amplitudo : 41-75 mm, Durasi : 14-39 detik)

Kesimpulan

Tingkat Aktivitas Gunung Merapi Level III (Siaga)

Rekomendasi BPPTKG

1. Prakiraan daerah bahaya meliputi:

A. Provinsi DIY
a. Kabupaten Sleman. Kecamatan Cangkringan: Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor); Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem); Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari).

B. Provinsi Jawa Tengah
a. Kabupaten Magelang. Kecamatan Dukun: Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar); Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono); Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2)
b. Kabupaten Boyolali. Kecamatan Selo: Desa Tlogolele (Dusun Stabelan, Takeran, Belang); Desa Klakah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur); Desa Jrakah (Dusun Jarak, Sepi)
c. Kabupaten Klaten. Kecamatan Kemalang: Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, Sumur); Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, Deles); Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang)

2. Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

3. Pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

4. Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

5. Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.



Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight