










tirto.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sukses menggelar acara bertajuk “New Media Day: Membangun Ruang Digital yang Aman dan Sehat Melalui PP Tunas” yang berlangsung di Makassar, Rabu (29/4/2026). Acara ini menjadi upaya Komdigi untuk menjalin sinergi kerja sama dengan masyarakat dalam implementasi PP Tunas.
Direktur Ekosistem Media Ditjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, dalam pidatonya menjelaskan bahwa kehadiran PP Tunas bertujuan untuk melindungi anak-anak di ruang digital. Sebab, tingginya durasi dan jumlah anak yang mengakses media sosial maupun situs lain.
Oleh sebab itu, Farida mengajak seluruh elemen masyarakat ikut serta mengawal implementasi PP Tunas.
Acara ini kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow bersama Yeremia Dwi Hendriyanto, Ketua tim PSPK untuk dukungan ke Wasdig dalam penyusunan Permen turunan PP TUNAS; Alfons Tanujaya, Wakil Ketua Umum 2 Cybersecurity APTIKNAS; dan Nurul Utami, M.Psi., praktisi psikologi dan parenting.
Dalam sesi diskusi bertajuk “Peran PP Tunas dalam Penguatan Ekosistem Informasi Digital dan Fact Checking” para narasumber melihat urgensi pelaksanaan PP Tunas mesti dibarengi dengan literasi digital dan peran serta masyarakat.
“PP Tunas ini menjadi panduan bagi platform untuk menyediakan informasi batas minimum usia, verifikasi pengguna, mekanisme pelaporan penyalahgunaan, hingga edukasi untuk pemberdayaan ekosistem digital,” ucap Yeremia.
Melalui kegiatan ini Komdigi berharap seluruh pengelola media dapat memahami pentingnya PP Tunas dan peran mereka dalam implementasi aturan ini. “Saya melihat kebijakan ini membuat remaja lebih siap menghadapi risiko tinggi di dunia digital,” ucap Afifah, salah satu peserta perwakilan dari Unhas.
Masuk tirto.id

































