Menuju konten utama
Periksa Fakta

Klaim Ade Armando Telah Meninggal Dunia, Hoaks atau Fakta?

Ade Armando mengalami penganiayaan oleh massa di lokasi unjuk rasa di gedung DPR RI pada 11 April lalu. Bagaimana kondisinya saat ini?

Klaim Ade Armando Telah Meninggal Dunia, Hoaks atau Fakta?
Header Periksa Fakta IFCN. tirto.id/Quita

tirto.id - Pada 15 April lalu, sebuah laman Facebook bernama Kimaska mengunggah video berdurasi 8:55 menit berjudul “turut berduk'4 cita, ade armand berpulang hari ini, seuai janji & sump@hn” (tautan). Video tersebut memiliki deskripsi yang sama dengan judul video. Per 19 April, video ini telah disaksikan sebanyak 3,7 juta kali, mendapat 17 ribu komentar, serta 32 ribu reaksi dari para pengguna Facebook.

Periksa Fakta Video Hoaks Kondisi Ade Armando

Periksa Fakta Hoaks Kondisi Ade Armando Yang Diklaim Meninggal Dunia. (Screenshot/Facebook/Kimaska)

Ade Armand yang dimaksud dalam video tersebut adalah Ade Armando, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) yang mengalami penganiayaan oleh massa di lokasi unjuk rasa di gedung DPR RI pada 11 April lalu. Selain menjadi dosen, saat ini Ade juga menjabat sebagai ketua umum organisasi masyarakat Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS).

Ade Armando juga tercatat sebagai Direktur Komunikasi di Saiful Mujani Research and Consulting. Ia terkenal atas pernyataan-pernyataan kontroversial yang dibuatnya hingga ia sempat terjerat dugaan kasus penistaan agama. Polisi juga menetapkan status tersangka terhadap Ade Armando dalam dugaan kasus UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

Ketika mengalami penganiayaan pada 11 April, Ade Armando sedang menghadiri demonstrasi mahasiswa yang dilakukan di Jakarta. Aksi demo atas nama Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) tersebut dilakukan di berbagai daerah untuk menyampaikan beberapa tuntutan, terutama soal penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadhil Imran, Ade dianiaya setelah para mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan menemui anggota DPR. Menurut Fadhil, Ade dipukul, diinjak, hingga mengalami luka di kepala.

Namun, benarkah klaim bahwa Ade Armando telah meninggal dunia?

Penelusuran Fakta

Tirto menyaksikan secara keseluruhan isi video yang dibagikan tersebut, namun sama sekali tak ada narasi mengenai dosen UI yang diklaim meninggal dunia seperti di deskripsi video. Dalam durasi 8 menit video, hanya dibahas kondisi Ade Armando yang mengalami cedera otak, potongan video Ade Armando yang terbaring di rumah sakit ditemani keluarga, dan potongan video keranda yang tidak secara langsung berhubungan dengan kondisi korban.

Selain menyaksikan isi video, Tirto juga menelusuri informasi mengenai kondisi kesehatan Ade Armando per 18 April. Terhitung sudah sepekan sejak dosen UI tersebut dirawat di rumah sakit akibat penganiayaan oleh beberapa oknum. Kami tidak menemukan sumber terpercaya yang mengatakan bahwa Ade Armando telah tutup usia.

Sebagai tambahan informasi, laman Facebook Kimaska terpantau sering membagikan video-video berpotensi viral. Laman ini sendiri memiliki lebih dari 10 ribu pengikut.

Kembali ke kondisi Ade, seperti diberitakan Kompas.com per 18 April 2021, Sekjen PIS Nong Darol Mahmada mengatakan, sampai saat ini Ade Armando masih dirawat secara intensif di rumah sakit. Ade hanya bisa dibesuk oleh keluarga.

"Masih di ruang rawat inap, masih (dirawat) intensif. Belum boleh dikunjungi, hanya bisa ditemani istrinya," ujar Nong saat dikonfirmasi pada Minggu (17/4/2022) malam.

Nong juga mengatakan Ade Armando masih dalam pemantauan oleh tim dokter. Nong berharap tidak ada tindakan serius yang harus dijalani oleh Ade Armando.

"Terus dipantau oleh tim dokternya dan semoga tidak ada tindakan operasi," ujar Nong.

Menurut kronologi kejadian yang dikumpulkan Tirto, Ade Armando dianiaya sekumpulan orang yang diduga bukan dari kelompok mahasiswa. Dia dipukuli hingga tersungkur ke aspal. Ade Armando juga mengalami kekerasan seksual karena ditelanjangi hingga hanya memakai celana dalam.

Dalam sebuah video yang beredar, tampak Ade Armando mencoba melindungi kepala dan badan sambil tersungkur ke tanah ketika dia menerima amukan massa. Ade lantas dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Sementara itu, per 14 April, Polda Metro Jaya mengidentifikasi ada tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan dan provokator Ade Armando. Ketujuh orang itu, yakni Muhammad Bagja, Komarudin, Dhia Ul Haq, Abdul Latif, Arif Pardhiani, Markos Iswan, dan Alfikri Hidayatullah.

Ketujuh orang itu, yakni Muhammad Bagja, Komarudin, Dhia Ul Haq, Abdul Latif, Arif Pardhiani, Markos Iswan, dan Alfikri Hidayatullah.

Baca selengkapnya di artikel "Tangkap Dua Pelaku Lagi, 7 Pengeroyok Ade Armando Jadi Tersangka", https://tirto.id/gre3

Ketujuh orang itu, yakni Muhammad Bagja, Komarudin, Dhia Ul Haq, Abdul Latif, Arif Pardhiani, Markos Iswan, dan Alfikri Hidayatullah.

Baca selengkapnya di artikel "Tangkap Dua Pelaku Lagi, 7 Pengeroyok Ade Armando Jadi Tersangka", https://tirto.id/gre3

Saat ini, petugas masih memburu seorang lainnya yang diduga terlibat penganiayaan Ade Armando, yaitu Ade Purnama termasuk pelaku pemukulan yang mengenakan topi. Sementara itu, nama Abdul Manaf yang sempat dikejar petugas di Karawang, Jawa Barat, terbukti tidak terlibat pengeroyokan Ade Armando.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, tidak benar bahwa dosen UI Ade Armando telah meninggal dunia. Berdasarkan laporan terakhir mengenai kondisi kesehatannya, Ade Armando masih dirawat secara intensif di rumah sakit.

Unggahan video di Facebook juga tak menyebut klaim bahwa dosen UI tersebut telah meninggal dunia. Hanya deskripsi video yang menyatakan demikian. Informasi bahwa Ade Armando telah meninggal dunia bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

==============

Tirto mengundang pembaca untuk mengirimkan informasi-informasi yang berpotensi hoaks ke alamat email factcheck@tirto.id atau nomor aduan WhatsApp +6287777979487 (tautan). Apabila terdapat sanggahan atau pun masukan terhadap artikel-artikel periksa fakta maupun periksa data, pembaca dapat mengirimkannya ke alamat email tersebut.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan lainnya dari Irma Garnesia

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Irma Garnesia
Editor: Farida Susanty